Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Agar Bersaing di Era Digital, UKM Desa Didorong Manfaatkan Teknologi

0 1.509

Digital menjadi kata kunci bagi semua sektor industri. Mereka memanfaatkan era digital yang sarat teknologi tinggi agar bisa meningkatkan daya saing. Namun saat ini pemanfaatannya masih terkonsentrasi di kota-kota besar saja.  Butuh upaya yang tidak mudah untuk masuk ke daerah pinggiran seperti pedesaan. Kendati demikian, pemerintah berupaya untuk mendorong UKM desa agar memanfaatkan teknologi. Karena sudah menjadi keniscayaan di era digital.

Berdasarkan laporan dari Kemkominfo, program Desa Broadband terbaru yang telah dimulai sejak 2015 membangun 50 desa tertinggal di seluruh wilayah Indonesia setiap tahunnya. Padahal, menurut data Direktorat Jendral  Pembangunan Desa Tertinggal (Ditjen PDT) tahun 2016, terdapat 80 kabupaten dari total 112 kabupaten di seluruh Indonesia yang ditetapkan sebagai daerah tertinggal. Sehingga untuk mewujudkan desa broadband secara menyeluruh, akan butuh waktu yang sangat lama.

Untuk itu, Kementerian Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa) terdorong untuk memajukan perekonomian di desa tertinggal tersebut dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi baru.

Kementerian Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa) telah memiliki program khusus agar pemanfaatan teknologi digital dapat membantu usaha pelaku usaha kecil menengah (UKM) di desa.

Kementerian yang dipimpin oleh Eko Putro Sandjojo ini mengusung empat program unggulan. Di antaranya satunya adalah Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades), Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Embung, dan sarana olahraga. Prukades merupakan pengembangan ekonomi kreatif dari potensi yang dimiliki masyarakat. Sementara BUMDES menjadi wadah bagi pelaku UKM Desa dalam mengembangkan bisnis.

Para pelaku UKM Desa dapat memanfaatkan sarana teknologi dalam mengembangkan dan mempromosikan produk mereka. Mereka bisa mengandalkan koneksi internet melalui program Desa Broadband Terpadu. Beragam cara bisa dilakukan oleh pelaku UKM desa tertinggal untuk mempromosikan produk mereka melalui jejaring sosial, situs e-commerce, dan lainnya.

Produk hasil warga desa tertinggal yang bisa dieksplorasi meliputi berbagai sektor seperti hortikultura, pertanian, agraria, peternakan, perikanan, dan sektor lainnya. Tergantung dengan potensi yang ada di wilayah pedesaan tersebut.

Selain itu, untuk mempromosikan produk unggulan UKM desa, Kemendesa menggelar pameran bertajuk Prukades 2017 yang berlokasi di Mezzanine Hall, Thamrin City mulai dari 28 hingga 20 Juli 2017. “Kami berharap melalui pemanfaatan teknologi dan juga ekspo ini, dapat mempromosikan hasil karya masyarakat desa tertinggal dan membuka peluang investasi dari para investor baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Eko Putro Sandjojo saat ditemui di Jakarta.