Prioritaskan iPhone 13, Produksi iPad mini Bakal Dikorbankan

Jakarta, Gizmologi – Semakin banyak vendor yang rilis berbagai seri smartphone, ditambah dengan meningkatnya permintaan dan daya beli dari masa ke masa membuat produksi perangkat jadi lebih menantang. Tak sedikit vendor yang sudah mempertunjukkan bila pihaknya mengalami keterbatasan dalam jumlah komponen serta rantai pasok.

Yang terbaru kali ini adalah Apple. Ya, meski chipset-nya gunakan rilisan sendiri, tetap saja komponen yang ada di balik cip A15 Bionic merupakan gabungan dari beberapa perusahaan manufaktur. Sementara tahun ini, diprediksi bila penjualan iPhone 13 bakal sukses, hadir dalam empat varian berbeda alias sama seperti tahun lalu.

Demi perlancar produksi iPhone 13 series, Apple dikabarkan mengambil sebuah langkah yang cukup berani, dengan menurunkan jumlah produksi lini tablet paling laris di dunia, yakni iPad. Sebagaimana disampaikan oleh Nikkei Asia, Apple menjadi satu dari sekian banyak vendor yang terdampak isu produksi, mengharuskan mereka untuk alokasikan sumber daya secara tepat.

Baca juga: Review iPhone 13 Pro: Seri Terbaik Tanpa Kompromi

Padahal, di saat yang sama, permintaan akan sebuah tablet meningkat bahkan cukup tajam selama dua tahun terakhir. Hal tersebut tentu karena adanya pandemi COVID-19, di mana masyarakat lebih membutuhkan perangkat layar besar untuk bekerja dari rumah sampai keperluan edukasi. Sistem pembelajaran modern juga membutuhkan pelajar untuk punya perangkat seperti tablet demi interaksi lebih imersif.

iPad Berhasil Dominasi Sepertiga Penjualan Tablet Global

iPad 9th Gen

Nikkei Asia sendiri mencatat bila setidaknya ada peningkatan pengapalan hingga 6,7%, mencapai 53,2 juta perangkat iPad tahun lalu. Jumlah yang sangat fantastis, karena hampir sepertiga dari jumlah penjualan tablet di dunia. Tak lain karena Apple berhasil rilis berbagai macam seri dengan kebutuhan berbeda, mulai iPad mini sampai iPad Pro untuk profesional.

Lalu mengapa produksinya dikurangi untuk iPhone 13? Karena smartphone terbaru Apple tersebut diprediksi akan mendapatkan permintaan tinggi, terutama di regional Barat seperti Eropa dan Amerika Serikat. Sehingga terpaksa harus mengambil porsi produksi dari iPad. Apakah bakal mempengaruhi performa penjualan pada kuartal depan?

Pihak Apple sendiri sudah mengantisipasi hal tersebut, yakni kemungkinan bila pendapatan dari iPad untuk kuartal bulan Oktober hingga Desember bakal turun. CFO Apple, Luca Maestri mengatakan, hanya iPad mini baru saja yang bakal terkena dampak. Mengingat chipset, RAM dan cip untuk penyimpanannya sama dengan iPhone 13.

Siap Rilis Perangkat Jenis Baru di Tahun 2022

Apple HomePod mini Apple Music Voice AirPods 3rd gen 10182021 inline.jpg.large

Menurut pendapat salah satu analis dari firma riset Counterpoint, Brady Wang, dirinya tidak terkejut ketika mendengar keputusan yang harus diambil perusahaan yang berlokasi di Cupertino satu ini. Ia mengatakan, sudah natural bila iPhone jadi yang utama, mengingat tiap tahunnya terjual sekitar 200 juta unit.

Sama seperti strategi milik vendor lain, iPhone akan terus menjadi perangkat “pusat” dari ekosistem yang ada saat ini. Sehingga penting bagi Apple untuk memastikan produksinya tidak terhambat. Sembari merilis perangkat jenis lain seperti iPad, MacBook sampai speaker rumah HomePod, yang juga mengalami kenaikan berkat situasi pandemi.

Sementara analis lain yang juga sudah cukup dikenal, Ming-Chi Kuo mengatakan bila Apple bakal siap merilis perangkat jenis baru yakni mixed-reality handset, serupa dengan perangkat VR rilisan HTC. Belum banyak bocoran yang bisa diberikan, selain dukungan jaringan Wi-Fi 6E serta ketersediaan yang diprediksi mulai tahun 2022.

Tinggalkan komen


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.