Jakarta, Gizmologi – Saat ini dunia tengah dihebohkan oleh kebijakan tarif Donald Trump yang membuat gaduh ekonomi global, termasuk Indonesia. Sejumlah orang kaya di Indonesia pun dikabarkan memindahkan aset ke luar negeri, termasuk salah satunya dalam bentuk aset kripto USDT.
Dilansir dari Bloomberg, kaum elit Indonesia banyak yang mengalihkan ke aset luar negeri. Selain ketidakpastian pasar keuangan akibat perang dagang, persoalan ekonomi dan politik dalam negeri ditengarai memicu kekhawatiran mereka. Mereka telah mulai mentransfer ratusan juta dolar ke luar negeri sejak akhir tahun lalu.
Baca juga: Ekonomi Bergejolak, Bitcoin dan Doge Bersiap Rally di 2025
Pemindahan itu salah satunya dilakukan oleh Chan, seorang mantan eksekutif berusia 40-an di salah satu perusahaan besar Indonesia yang meminta nama lengkapnya tak diungkap karena takut akan sanksi pemerintah. “Saya telah meningkatkan pembelian USDT (Kripto Tether) saya dalam beberapa bulan terakhir,” kata Chan.
“Hal ini memungkinkan saya untuk menjaga nilai aset saya dan memindahkannya melintasi batas negara tanpa transportasi fisik. Saya benar-benar khawatir tentang prospek ekonomi Indonesia dan risiko terhadap stabilitas politik,” imbuh Chan.
Selain aset kripto USDT, emas dan real estat menjadi dua aset populer untuk diversifikasi investasi.
Mengenal USDT

Ditengah pergerakan harga pasar crypto yang fluktuatif. Memilih aset crypto yang stabil atau dikenal dengan stablecoin seperti USDT menjadi pilihan yang tepat. Meski demikian hampir seluruh aset crypto mengalami tekanan dari kebijakan tarif Donald Trump.
Kebijakan tersebut membuat ekonomi global mengalami kegaduhan. Banyak investor yang khawatir dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan China berdampak pada ekonomi global, sehingga banyak investor melepas aset berisiko.
Begitu juga dengan usdt to idr meskipun tidak fluktuatif aset crypto lainnya. sehingga USDT masih menjadi pilihan yang cocok untuk investor. Namun sebelum membahas pergerakan harga, maka kamu harus memahami USDT, fungsi hingga cara kerjanya.
Dalam ranah aset crypto, terdapat berbagai jenis mata uang digital yang bisa ditemukan, dan salah satunya adalah USDT. Bagi kamu yang baru memasuki dunia ini, mungkin ada pertanyaan tentang apa sebenarnya USDT dan mengapa banyak orang mendiskusikannya.
Apa Itu USDT?
USDT atau Tether, merupakan sebuah stablecoin, yakni aset crypto yang dirancang untuk mempertahankan nilai yang konsisten. USDT terikat pada nilai dolar AS, yang berarti satu USDT setara dengan satu dolar AS.
Tujuan utama USDT adalah memberikan metode yang aman dan stabil bagi trader dan investor untuk menyimpan nilai dalam bentuk aset crypto tanpa perlu khawatir mengenai fluktuasi harga yang sering terjadi pada mata uang crypto lain seperti Bitcoin atau Ethereum.
Di tengah ketidakstabilan pasar investasi crypto, USDT berfungsi sebagai penyeimbang bagi individu yang ingin melindungi nilai aset tanpa meninggalkan ekosistem crypto.
Apakah USDT Itu Dolar?
Walaupun USDT terikat pada dolar AS, USDT bukanlah uang tunai. USDT adalah aset digital yang beroperasi dalam dunia crypto, sementara dolar AS adalah mata uang resmi yang diterbitkan oleh pemerintah AS.
Untuk menukar USDT ke dolar, kamu perlu menggunakan platform bursa crypto, dan tidak dapat melakukan pertukaran langsung melalui bank konvensional.
Mengapa USDT Begitu Populer?
Kepopuleran USDT tidak muncul tanpa sebab. Beberapa alasan yang membuat investor dan trader banyak menggunakan USDT adalah:
1. Stabilitas Harga
Stabilitas harga merupakan pertimbangan utama kenapa Tether bisa diterima oleh investor, sehingga popular di kalangan trader. Hal itu, karena terikat pada dolar AS, harga USDT cenderung stabil dibandingkan dengan aset crypto lainnya.
Seperti diketahui aset crypto memiliki volatilitas yang tinggi dimana harga bisa mengalami lonjakan atau penurunan harga secara signifikan dalam waktu singkat. USDT menjadi alternatif bagi mereka yang ingin tetap terlibat dalam ekosistem crypto sambil menghindari risiko fluktuasi yang tinggi.
2. Likuiditas Tinggi
USDT termasuk salah satu crypto yang paling banyak diperdagangkan di pasar. Ini berarti, sangat mudah untuk melakukan pembelian atau penjualan USDT kapan saja. Hal ini memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk melakukan transaksi saat dibutuhkan.
Mudahnya mencairkan USDT menjadi uang fiat sesuai dengan harga dollar membuat banyak orang memilih USDT untuk transaksi.
Jembatan Antar Crypto
USDT sering berfungsi sebagai penghubung untuk bertransisi antara berbagai aset crypto. Sebagai contoh, saat harga Bitcoin menurun, banyak investor yang mengubah Bitcoin mereka menjadi USDT untuk menjaga nilai, dan nanti membeli kembali Bitcoin saat harganya lebih rendah.
Bagaimana USDT Bekerja?
Seperti yang telah dijelaskan, USDT adalah stablecoin yang terhubung dengan dolar AS. Setiap kali Tether, perusahaan yang mengeluarkan USDT, menciptakan satu USDT, mereka diklaim menyimpan sejumlah dolar yang setara dalam cadangan mereka.
Dengan cara ini, pemilik dapat merasa yakin bahwa setiap USDT yang dimiliki memiliki dukungan yang valid dalam bentuk dolar. Namun, penting untuk diingat bahwa USDT bukanlah bentuk uang tunai. USDT adalah bentuk digital yang mencerminkan nilai dolar, yang digunakan dalam ekosistem aset crypto untuk melakukan transaksi dengan lebih cepat dan efisien.
Manfaat USDT dalam Ekosistem Crypto
USDT berfungsi sebagai alat yang sangat berguna dalam dunia crypto, dan sering digunakan dalam berbagai situasi berikut:
1. Menghindari Fluktuasi Harga
Ketika harga aset crypto seperti Bitcoin atau Ethereum mengalami perubahan yang signifikan, banyak investor memindahkan crypto mereka ke USDT untuk melindungi nilai aset mereka. Dengan USDT yang lebih stabil, mereka tidak perlu khawatir mengenai penurunan nilai saat terjadi ketidakpastian di pasar.
2. Sarana untuk Transaksi
Karena sifat stabilnya, USDT banyak dipakai untuk transaksi di dunia crypto. Contohnya, jika seseorang ingin membeli crypto lainnya, mereka dapat menggunakan USDT sebagai metode pembayaran yang lebih dapat diandalkan dibandingkan menggunakan Bitcoin atau Ethereum yang sering mengalami perubahan harga.
3. Strategi Arbitrase
Dalam aktivitas trading crypto, banyak trader memanfaatkan USDT untuk melakukan arbitrase, yang artinya mereka membeli crypto di bursa dengan harga rendah dan menjualnya di bursa dengan harga lebih tinggi. USDT sangat ideal untuk hal ini karena nilai yang konsisten.
Jadi, Apakah Penggunaan USDT Aman?
USDT merupakan salah satu stablecoin yang paling umum, tetapi masih ada beberapa aspek keamanan yang harus diperhatikan. Meskipun Tether mengklaim bahwa setiap USDT memiliki dukungan cadangan dolar, terdapat beberapa isu dan perdebatan mengenai sejauh mana transparansi cadangan mereka.
Walaupun demikian, USDT tetap menjadi pilihan yang popular di kalangan para investor dan trader berkat likuiditasnya dan kemudahan dalam transaksi di lingkungan crypto. Seperti halnya investasi lainnya, penting untuk melakukan penelitian dan memahami risiko sebelum memutuskan untuk menggunakan USDT.
Pergerakan Harga USDT
Dilansir dari Pintu Market, harga USDT hari ini adalah Rp 16.831 dengan volume perdagangan global USDT mencapai Rp 1.474 triliun. Sementara itu, untuk kapitalisasi pasar mencapai Rp 2.262 triliun
Grafik USDT ke IDR
Hari ini, nilai Tether (USDT) adalah Rp16.831 menunjukkan penurunan sebesar 0,2% dibandingkan satu jam yang lalu, serta penurunan yang sama jika dibandingkan dengan kemarin. Hari ini, nilai USDT sedikit lebih rendah yaitu 0,0% dibandingkan tujuh hari yang lalu. Selama 24 jam terakhir, total volume transaksi Tether mencapai Rp682.368.798.607.493.
USDT / IDR Tabel Konversi
Rasio konversi dari Tether (USDT) ke IDR adalah Rp16.810,62 untuk setiap 1 USDT. Dengan kata lain, kamu bisa menukarkan 5 USDT menjadi Rp 84.053 atau Rp 50,00 untuk 0.00297431 USDT, eksklusif biaya.
Riwayat harga 7 hari dari Tether (USDT) terhadap IDR
Nilai tukar harian antara Tether (USDT) dan IDR bervariasi dengan puncak tertinggi mencapai Rp16.826,34 pada hari Jumat dan terendah sebesar Rp16.788,50 pada hari Selasa dalam tujuh hari terakhir.
Selama seminggu, harga USDT dalam IDR mengalami fluktuasi terbesar dalam 24 jam pada hari Sabtu (lima hari yang lalu) sebesar -Rp34,89 (0,2%).
Itulah beberapa penjelasan USDT dan pergerakan harganya bisa kamu pertimbangkan sebelum melakukan trading atau investasi.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




