Jakarta, Gizmologi – Wuling memanfaatkan panggung IIMS 2026 untuk memperkenalkan Eksion, model SUV keluarga terbarunya yang langsung datang membawa dua teknologi elektrifikasi sekaligus, Electric Vehicle dan Plug-in Hybrid. Ini menjadi penampilan perdana Eksion di Indonesia, sekaligus sinyal arah produk Wuling ke depan yang makin condong ke elektrifikasi.
Secara positioning, Wuling Eksion menarik karena mencoba mengisi ruang yang belum terlalu ramai, SUV keluarga berkonfigurasi tujuh penumpang dengan opsi EV dan PHEV. Di tengah transisi industri otomotif menuju kendaraan listrik, pendekatan ini memberi fleksibilitas bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke EV murni.
Namun, karena masih sebatas first appearance, banyak detail penting yang belum dibuka ke publik. Mulai dari harga, spesifikasi teknis lengkap, hingga strategi produksi lokal. Artinya, Eksion masih lebih berfungsi sebagai pernyataan visi ketimbang produk yang siap dinilai secara menyeluruh.
Elektrifikasi Ganda, Fleksibel tapi Kompleks

Dari sisi teknologi, Wuling Eksion menawarkan dua pendekatan yang cukup kontras. Varian EV mengandalkan Magic Battery Pro dengan klaim jarak tempuh hingga 530 kilometer, angka yang secara teori sudah memadai untuk penggunaan harian maupun perjalanan antarkota.
Sementara itu, varian Plug-in Hybrid mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik lewat teknologi Ling Power, dengan total jarak tempuh diklaim menembus 1.000 kilometer. Untuk pasar Indonesia, opsi ini terasa realistis karena mengurangi ketergantungan penuh pada infrastruktur charging.
Meski fleksibel, strategi dua teknologi ini juga membawa kompleksitas. Konsumen perlu memahami perbedaan karakter, biaya, dan pola penggunaan antara EV dan PHEV. Tanpa edukasi yang kuat, keunggulan teknis justru berpotensi menjadi sumber kebingungan.
Fitur Kenyamanan dan Tantangan Realistis
Dari sisi desain dan interior, Wuling Eksion tampil sebagai SUV keluarga modern. Dimensinya besar, kabin lega, konfigurasi tujuh penumpang, serta panoramic sunroof yang memanjang hingga baris belakang. Ini jelas menyasar keluarga urban yang menginginkan kendaraan serbaguna untuk aktivitas harian dan perjalanan jarak jauh.
Namun, dari sudut pandang teknologi, Wuling belum banyak membeberkan detail soal sistem infotainment, software, atau fitur asistensi berkendara. Padahal, di segmen SUV keluarga modern, aspek ini mulai sama pentingnya dengan kapasitas dan desain.
Wuling Eksion terlihat menjanjikan sebagai langkah lanjutan elektrifikasi, tapi masih menyisakan banyak tanda tanya. Tanpa kejelasan harga, fitur digital, dan kesiapan ekosistem, Eksion untuk sementara lebih tepat dibaca sebagai teaser teknologi. Menarik, ambisius, tapi masih menunggu pembuktian nyata di jalanan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



