Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Dampak Covid-19, YouTube & Netflix Turunkan Kualitas Streaming di Eropa

1 1.302

Wilayah Uni Eropa, yang memiliki jumlah masyarakat sekitar 445 juta orang, telah mengaplikasikan lockdown di beberapa negara bagiannya. Hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19, dengan tetap bekerja di rumah dan tidak ke tempat publik.

Dengan banyaknya warga yang bekerja dari rumah maupun pelajar yang mengakses kelas daring (online), jaringan internet tentu lebih dibutuhkan dimana mereka akan mengakses baik hal terkait pekerjaan maupun sekadar untuk hiburan. Untuk itu, Komisi Eropa (European Commision) menegur penyedia layanan streaming film, Netflix, agar menurunkan kualitasnya ke standar supaya tidak mengganggu infrastruktur internet pada saat-saat genting seperti sekarang ini.

Pada 19 Maret lalu, Thierry Breton, salah satu anggota komisioner untuk internal market yang juga sebelumnya menjabat sebagai CEO France Telecom, mengirim sebuah cuitan kepada CEO dari Netflix untuk menurunkan kualitas streaming video di Netflix ke standar selama krisis Covid-19. Juru bicara Breton mengatakan, komisioner mengajak berbagai macam platform streaming untuk mengadaptasi ulang kualitas streaming videonya, seperti mengganti kualitas default dari HD menjadi SD, setidaknya di jam-jam kerja.
Baca juga: Respon COVID-19, Telkomsel Bebaskan Akses Ruangguru & Paket Ilmupedia

YouTube & Netflix Gunakan Standard Definition di Eropa

Netflix, penyedia layanan streaming video selain YouTube
Ilustrasi pengguna mengakses Netflix (Foto: 123rf/prykhodov)

Pihak Netflix pun mengiyakan, dan akan menurunkan kualitas streamingnya sampai satu bulan kedepan. Setelah Netflix, YouTube juga turut berpartisipasi membuat infrastruktur internet di Eropa tetap terkendali. Perwakilan dari YouTube mengatakan, “Orang-orang datang ke YouTube untuk menemukan berita resmi, mempelajari konten, dan membuat koleksi selama masa-masa yang tidak pasti ini. Kami sedang dalam percakapan yang berlangsung dengan para regulator, pemerintah dan operator jaringan di seluruh Eropa, melanjutkan pekerjaan kami untuk meminimalkan tekanan pada sistem, juga memberikan pengalaman pengguna yang baik.”

Baca juga: Alodokter & Kemenkes Rilis Layanan Cek Mandiri Risiko Terkena COVID-19

Hal tersebut ditujukan agar infrastruktur komunikasi tidak terganggu pada saat dibutuhkan, dan layanan streaming video seperti YouTube dan Netflix masih tetap bisa dinikmati oleh seluruh konsumen sebagai salah satu sumber hiburan mereka, tanpa memberikan disrupsi. Vodafone melaporkan, pada awal minggu ini, lalu lintas internet meningkat tajam sebesar 50% pada beberapa negara wilayah Eropa, selaras dengan warga yang mulai bekerja dari rumah. Lalu lintas tersebut akan terus bertambah kedepannya.

Selain YouTube & Netflix, Himbauan Ditujukan Pada Pengguna Internet

video tidak pantas YouTube. Foto oleh techweez.comSelain itu, komisioner juga meminta semua pengguna internet untuk tetap bertanggung jawab atas aktivitas mereka secara daring, seperti menyalakan opsi hemat daya bila memungkinkan, memilih untuk menggunakan Wi-Fi daripada jaringan seluler, serta resolusi/kualitas paling rendah ketika akses konten apapun sebisa mungkin.

Breton menambahkan, “Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi interaksi sosial, untuk menahan penyebaran Covid-19 dan untuk mendorong pendidikan jarak jauh dan online. Platform streaming seperti YouTube dan Netflix, operator dan pengguna telekomunikasi, kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk mengambil langkah-langkah untuk memastikan kelancaran fungsi internet selama pertempuran melawan penyebaran virus.”

Kalau kedepannya pemerintah Indonesia melakukan hal yang sama, dalam hal ini mengunci satu area kota tertentu untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, pembatasan seperti penurunan kualitas streaming juga bisa diterapkan agar akses internet tetap lancar. Menurut Gizmo lovers, seberapa penting sih, bisa nonton film atau serial favorit di YouTube maupun Netflix dalam kualitas HD?