Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review Garmin Instinct Solar: Jam Bertenaga Surya yang Serba Bisa

1 1.834

Bertenaga surya adalah fitur paling menonjol di Garmin Instinct Solar. Ini adalah salah satu produk jam tangan pintar terbaru dari Garmin yang dirilis untuk menunjang beragam aktivitas di berbagai tempat. Jam tangan pintar ini memiliki beragam fitur menarik untuk menunjang peningkatan performa, dengan mencatat ragam pencapaian dalam sistemnya.

Solar panel di permukaan layar sebagai alternatif yang memenuhi kebutuhan daya di luar ruang. Teknologi solar panel semacam ini tergolong revolusioner untuk sebuah jam pintar. Dengan teknologi solar panel miliknya, Garmin sepertinya yakin bahwa fungsi penggunaan jam pintarnya akan didorong ke pencapaian tertinggi.

Selain seri Instinct Solar, Garmin juga turut menghadirkan seri bertenaga surya lainnya itu Garmin Instinct Solar Tactical, dan Garmin Fenix 6 Solar. Jam-jam tersebut memanfaatkan sumber daya sinar matahari sebagai energi alternatif selain baterai yang tertanam di dalam jam.

Meski fitur energinya sama, namun ada perbedaan fitur dan kebutuhan mendasar dari jajaran jam pintar bertenaga matahari tersebut. Hanya saja, kali ini kita akan fokus membahas Garmin Instinct Solar yang merupakan seri paling murah dengan solar panel.

Desain Minimalis Garmin Instinct Solar 

Garmin Instinct Solar desain

Garmin Instinct Solar memiliki desain sangat minimalis ditambah layar monokrom yang kurang dinamis. Tapi saya melihat itulah keuntungan utama dari visualisasi jam tangan pintar ini. Saat digunakan, tidak ada yang menyangka bahwa ini adalah jam tangan mahal. Ya, buat sebagian besar orang harga Garmin Instinct Solar di angka Rp 6 juta itu terhitung mahal, kan?

Sekilas dilihat, saya pikir jam ini hanya dibangun lewat material biasa semacam plastik atau karet murahan. Maafkan saya Garmin. Karena hal itu ternyata salah besar. Desain dan tongkrongan sederhana pada jam ini tidak berbanding lurus dengan penggunaan materialnya. Ya, material jam ini ternyata tidak sesederhana itu.

Garmin Instinct Solar memanfaatkan Fiber Reinforced Polymer (FRP) sebagai bahan baku bezel dan case-nya. Apa yang membuat FPR spesial? Ternyata material ini banyak digunakan sebagai komponen struktur pada elemen pesawat terbang, otomotif, maupun struktur lain termasuk jembatan. Artinya durabilitasnya tak perlu diragukan lagi. Wow!

Untuk pilihan strap, yang awalnya saya pikir adalah karet biasa, ternyata merupakan bahan silicon. Ya, sedikit mirip lah ya. Strap silicon memang terasa tepat terutama bila kita sering beraktivitas outdoor, karena tidak membuat gatal dan lembab berlebihan di sekitarnya. Desain lubang di hampir seluruh strap, juga memudahkanmengatur kesesuaian ikatan pada pergelangan tangan. Dan dengan keseluruhan bobot dari gabungan material tersebut menghasilkan angka 53

Terakhir adalah pilihan display pada layar berukuran 45 mm milik Garmin Instinct Solar yang menggunakan warna monokrom beresolusi 128×128. Selain karena perpaduan dengan solar panel-nya. Layar monokrom juga membuat penggunaan daya baterai pada jam dapat lebih efisien. Terutama bila pengguna memang hanya memerlukan informasi terkait aktivitasnya saja. Sehingga tidak perlu warna-warni yang tidak penting.

Garmin Instinct Solar jelas memiliki lebih dari sekadar tampilan minimalis. Dan kenyataan bahwa tampilan tersebut seperti sebuah penyamaran dari harga dan fiturnya yang mahal, justru saya anggap jadi kelebihan tersendiri. Tak mengapa dikira jam tangan murahan, yang penting tetap aman.

Berolahraga dengan Garmin Instinct Solar 

Garmin Instinct Solar outdoorOlahraga, mungkin itu menjadi kata yang tepat mewakili pikiran saya ketika pertama kali menggunakan jam pintar ini. Olahraga menjadi salah satu cara untuk mengetahui bahwa fitur pada jam ini dapat bekerja dengan baik. Karena di dalam Garmin Instinct Solar kita akan melihat sensor detak jantung atau heart rate (HR), elevasi, serta pengukur kecepatan. Dan itu tidak akan maksimal kecuali saya melakukan aktivitas lewat olahraga. Dan olahraga bersepeda jadi pilihan saya.

Bersepeda pun dilakukan. Fitur bersepeda saya nyalakan. Let’s go!

Fitur HR paling menonjol dan saya perhatikan saat bersepeda. Teori detak maksimal 220 – (usia), betul diaplikasikan di jam pintar ini. Asal kita sudah memasukan data diri kita, lho ya. Ada lima fase HR yang terlihat yakni Warm Up, Easy, Aerobic, Threshold, dan Maxima. Sementara fase No Zone akan terlihat apabila detak jantung kita ada dalam kondisi minimum. Semua fase tersebut sempat saya alami, di mana batas maximum didapatkan pada saat mengayuh menyebrangi fly over di Bekasi. Mantap!

Jarak, kecepatan, durasi waktu terlihat jelas ketika bersepeda di dalam kota. Sedangkan apabila memilih bersepeda di lintasan gunung atau MTB, maka akan ditambah pula keterangan elevasi yang dilewati. Poin-poin tersebut kemudian dapat disimpan dan diakumulasi dalam aktivitas harian, mingguan, maupun bulanan.

Garmin Instinct Solar
Catatan rekam aktivitas bersepeda.

Selain bersepeda, ada beberapa fitur olahraga tersemat di Garmin Instinct Solar. Trail Run, Run, Treadmill, Indoor Track, Hike Climb, Bike Indoor, Pool Swim, Ski, Snowboard, XC Ski, Kayak, SUP (Stand Up Paddle), Row, Row Indoor,  Strength (angkat beban), Cardio, Elliptical, Floor Climb, Boat, Hunt, Fish, Tactical, Stair Stepper, Open Water, dan Yoga, merupakan pilihan aktivitas default di jam ini. Kita pun dapat menambahkan aktivitas lain lewat kostumisasi.

Tiap aktivitas atau kegiatan berolahraga itu akan memberikan informasi berbeda. Misalkan pada aktivitas memancing Walk atau berjalan, akan diberikan informasi pace, jarak dan waktu tempuh. Pada olahraga Open Water alias berenang, menjadi lebih sederhana lewat informasi jarak dan waktu tempuh pada layar utama. Untuk informasi HR dapat diperoleh dengan menggeser layar. Oya, fitur anti air pada jam ini tidak berlaku ketika dipakai menyelam lho. Konon Garmin akan menelurkan seri khusus tersendiri untuk menyelam.

Urusan olahraga menggunakan Garmin Instinct Solar memang seperti tanpa batas. Ada banyak informasi yang bisa dicatat lewat jam pintar ini. Kita dapat menyimpannya untuk menjadi acuan dalam peningkatan performa, program diet, latihan, dan bahkan kebutuhan pada informasi kesehatan pada diri kita. Sehingga hidup dapat lebih terkontrol.

Banyak Fitur Pintar di Garmin Instinct Solar

Namanya saja jam pintar, tentu Garmin Instinct Solar memiliki ragam fitur pintar untuk menunjang performanya. Saya jabarkan saja ya, fitur pintar apa yang tersemat dalam jam ini. Hampir, jika bukan semua, fitur yang saya sebutkan dapat membantu kehidupan kita jadi lebih baik.

Keberadaan konektivitas Bluetooth, Smart Notification, Text Response/ Rejext Phone Call with Text, Calendar, Weather, Battery Saver, Control Smartphone Music, Find My Phone, Find My Watch, VIRB Remote (kamera milik Garmin), Smartphone Compatibility, dan Pairs with Garmin Connect Mobile. Deretan nama tersebut sudah menjadi daftar panjang fitur dari Garmin Instinct Solar.

Menariknya konektivitas antara jam dan smartphone dapat dilakukan tanpa membutuhkan koneksi internet atau WiFi, cukup menggunakan Bluetooth. Jadi ketika kita hendak mengaktifkan fitur pencarian Find My Phone atau Find My Watch, asal Bluetooth aktif, itu dapat dilakukan. Untuk pencarian smartphone lewat jam ini, akan memberi efek bebunyian keras meski sedang di-silent. Asyik juga sih.

Fitur lain berupa perangkat alat ukur tidak kalah komplitnya. Mulai dari GPS, Glonass, Galileo, Garmin Elevate Wrist Heart Rate Monitor, Barometric Altimeter, Compass, Accelerometer, Thermometer, dan Pulse OC Blood Oxygen Saturation Monitor. Kurang banyak apalagi, tuh. Mungkin berlebihan bagi sebagian orang, karena belum tentu menggunakan semua fitur tersebut. Tapi mungkin menurut Garmin, lebih baik disiapkan daripada tidak ada sama sekali.

Mengisi Baterai Lewat Solar Panel

Pengisian baterai mengarahkan layar jam pintar ke arah datangnya sinar mahatari.

Garmin Instinct Solar jelas memiliki kemampuan mengisi daya baterai lewat panel tenaga matahari yang diletakan pada penampang layar jam pintar. Keseluruhan display Garmin Instinct Solar memiliki daya tangkap sinar matahari. Fitur ini cukup menarik sebab kita tidak perlu benar-benar mengarahkan jam lurus ke arah datangnya sinar. Selama masih ada pantulan sinar, walau itu sedikit terhalang dedauan, masih dapat diserap dengan baik.

Saya pun mencoba mengisi baterai jam dengan meletakkannya di areaterbuka agar terkenan sinar matahari langsung. Selama kurang lebih satu jam waktu pengisian, mampu memberi tambahan hidup hingga satu hari (berdasarkan indikator pada jam). Indikator daya serap sinar matahari pun dapat dilihat pada display jam. Memberikan informasi kapan terakhir dan seberapa banyak sinar yang berhasil diserap. Keren, sih!

Daya tahan baterai di jam pintar Garmin Instinct Solar termasuk luar biasa. Kapasitas baterainya seolah tak terbatas berkat tambahan solar panelnya. Pada kondisi pemakaian menggabungkan fitur solar pada mode smartwatch saja mampu bertahan hingga 54 hari Lalu mode GPS hingga 38 jam (145 jam pada kondisi baterai penuh), mode expedition hingga 68 hari, dan tak terbatas ketika kita hanya menggunakan mode jam (battery saver) saja.

Kemampuan mengisi dengan tenaga surya semacam ini seakan menegaskan bahwa Garmin Instinct Solar memang layak dipakai untuk beraktivitas outdoor, jauh dari peradaban (sumber listrik). Dan itulah yang dibutuhkan para petualang, salah satu target market dari Garmin, dengan jam ini.

Body bagian belakang Garmin Instinct Solar.

Garmin Connect Memudahkan Update Informasi

Sebagaimana jam pintar yang lahir dengan tambahan sistem dan aplikasi penyerta, begitu pula yang akan ditemukan pada Garmin Instinct Solar. Jam pintar menggunakan firmware dari Garmin dan dapat dihubungkan dengan aplikasi Garmin Connect. Tidak hanya firmware default sejak pembelian, sebab Garmin juga memberikan update yang dapat ditemukan pada pengaturan jam pintar ini.

Sementara itu pada Garmin Connect, kita dapat melihat informasi yang lebih detail dan cenderung mudah dipahami. Informasi tersebut didapat dari fungsi jam yang bekerja otomatis. Seperti pengukur detak jantung, yang terus mengukur aktivitas kita saat berjalan, bekerja, bahkan tidur. Aktivitas tersebut akan direkam oleh sistem dan nantinya dapat dilihat pada Garmin Connect.

Atau aktivitas yang sengaja kita rekam untuk melakukan program latihan tertentu. Seperti bersepeda, yoga, maupun berlari. Walau tanpa koneksi dengan smartphone dan internet, ragam aktivitas tersebut dapat terus direkam dan disimpan. Untuk nantinya saat proses sinkronisasi dengan smartphone dapat dilakukan, maka otomatis akan tampak pada visual di Garmin Connect.

Dan di Garmin Connect pula, kita dapat membagikan aktivitas yang kita lakukan ke ranah sosial media. Kita dapat langsung terhubung ke Facebook atau Google untuk berbagi. Selain itu, kita juga dapat menemukan fitur Challange yang berisi target pencapaian di tiap bulannya. Bila dapat menyelesaikan tantangan tersebut, kita akan mendapatkan badge yang dapat dibagikan ke orang lain. Kita pun dapat membuat aktivitas tantangan kita sendiri.

Garmin Instinct Solar
Antarmuka Aplikasi Garmin Connect

Kesimpulan

Rasanya semua yang saya jabarkan di atas adalah kelebihan dari Garmin Instinct Solar. Lalu adakah kekurangannya? Boleh dibilang tidak ada kekurangan yang sifatnya esensial dari produk ini. Semuanya memang terasa tepat guna, dan sesuai peruntukan pengguna aktif.

Hanya saja fungsi pengaturan pada Garmin Instinct Solar yang berlayar monokrom cukup menyulitkan juga pada awalnya. Kita perlu memahami langkah-langkah untuk masuk ke satu menu, mengatur widget, mengganti bahasa, menemukan histori, maupun mengganti mode informasi yang terlihat. Maka membaca pentunjuk penggunaan akan sangat membantu sekali.

Selebihnya saya dapat katakan bahwa produk jam pintar Garmin Instinct Solar ini memang salah satu yang terbaik. Soal harga di kisaran Rp 6 juta, rasanya sepadan dengan apa yang ditawarkan dan didapat darinya. Yang lebih bagus? Ada yang lebih bagus, yakni Garmin Fenix 6 Solar di harga Rp 9 – 16 jutaan . Namun harganya saja sudah berbeda jauh. Begitu ya, semoga bermanfaat.

Spesifikasi Garmin Instinct Solar

Garmin Instinct Solar review

Dimensi (WxHxD) / Berat 45 x 45 x 15.3 mm / 52 g
Bahan kotak polimer yang diperkuat serat
Bahan Lensa Pengisian tenaga surya Power Glass
Jenis layar monokrom, terlihat di bawah sinar matahari, transflective memori-in-pixel (MIP)
Bahan tali Berbahan Silikon yang Dapat Dilepas, desain teritegrasi yang dilengkapi dengan lubang dan keeper ganda
Kompatibel dengan aksesori Quickfit 22 (tidak termasuk)
Battery life Mode smartwatch: Hingga 24 hari + 30 hari*
Mode GPS: Hingga 30 jam + 8 jam**
Mode GPS baterai maks: Hingga 70 jam + 75 jam**
Mode ekspedisi: Hingga 28 hari + 40 hari**
Mode hemat baterai: Tak terbatas*
Rating air 10 ATM / 100 m
Standar Militer A.S. Diuji dengan standar militer AS untuk ketahanan termal, guncangan, dan air.
Komunikasi nirkabel Bluetooth®, ANT+
Sensor GPS, GLONASS, Galileo
Altimeter barometrik, kompas, akselerometer
Monitor denyut jantung pergelangan Elevate, sensor Pulse Ox
Fitur Unggulan Pengisian tenaga surya

Manajer daya

Pulse OX

Mode berburu / memancing


Cek harga produk Garmin di e-commerce:

Tokopedia Shopee

83%
Tangguh dan Kaya Fitur!

Review Garmin Instinct Solar

Jam pintar Garmin Instinct Solar ini memang salah satu yang terbaik. Soal harga di kisaran Rp 6 juta, rasanya sepadan dengan apa yang ditawarkan dan didapat darinya

Beli
Garmin Instinct Solar Graphite di Shopee
  • Design
  • Display
  • Performance
  • Battery
  • Build Quality
1 Komen
  1. […] Review Garmin Instinct Solar: Jam Bertenaga Surya yang Serba Bisa […]

Tinggalkan Balasan