Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review Nokia C3: Rumput Tetangga Jauh Lebih Hijau

0 4.021

Mencoba untuk tetap relevan, bersaing dalam sebuah kolam yang sebenarnya sudah terisi cukup penuh. HMD Global menghadirkan sebuah smartphone Nokia C3 yang, lagi-lagi menyasar kelas entri. Setelah Nokia 8, flagship dari sebuah startup asal Finlandia tersebut seolah tak berani benar-benar bersaing dengan flagship lain yang resmi hadir di Tanah Air.

Alhasil, produk yang ditawarkan cenderung kurang bertenaga. Yang umumnya dikenal dari sebuah smartphone ber-merk Nokia adalah kualitas fisik (build quality), serta kualitas kameranya. Menjadi smartphone kelas entri, tentunya Nokia C3 yang notabene smartphone resmi terbaru HMD di penghujung tahun 2020, sulit untuk mencapai dua fitur kunci kenamaan tersebut.

Untuk sebuah smartphone harga Rp1 jutaan, selain gunakan jenama Nokia, sulit sekali bagi saya untuk merekomendasikannya kepada Gizmo friends. Selain bila kamu mencari smartphone dengan stock Android dan, tentunya, merk Nokia yang mungkin bawa nilai prestis tersendiri. Berikut adalah ulasan singkat saya tentang Nokia C3.

Desain

Desain Nokia C3

Mungkin kata ‘simpel’ bisa digunakan agar kesannya desain Nokia C3 ini tidak membosankan. Karena yah memang terlihat biasa saja, apalagi bezel atas dan bawah di bagian depannya masih cukup lebar. Yah bisa dibilang sedikit menyerupai Nokia 6 yang menjadi salah satu smartphone Nokia Android pertama. Keempat sisi belakangnya miliki lengkungan yang cukup membuat nyaman saat digenggam.

Punya ketebalan 8,69mm dengan bobot 184,5 gram, saya sendiri tidak tahu apa yang membuat Nokia C3 menjadi berat. Kapasitas baterainya tidak besar, material casing belakangnya pun gunakan plastik polikarbonat. Mungkin bagian dalamnya, ya. Yang pasti, ini bisa jadi hal positif, membuat smartphone terasa sedikit kokoh.

Tak seperti smartphone unibodi lainnya, casing belakang Nokia C3 masih bisa dilepas. Jadi tak perlu gunakan SIM ejector untuk memasukkan dua kartu nano SIM plus kartu microSD (dengan slot dedicated), dan jika baret atau rusak, tinggal membeli aksesorinya saja. Material plastiknya juga terasa cukup tebal dan tidak mudah kotor/membekas sidik jari.

Layar

Layar Nokia C3

Dimensi layar yang dimiliki Nokia C3 berukuran 5,99 inci. Ya, tak sampai 6 inci, namun tetap terasa dan terlihat besar karena rasionya yang masih klasik di 16:9. Resolusinya HD+ dengan panel IPS, tanpa perlindungan khusus meski HMD menuliskan “toughed glass” dalam spesifikasinya. Dan seperti yang sudah saya sebutkan, bezel atas dan bawahnya masih dibuat tebal.

Resolusi rendah sih masih wajar. Sayangnya, panel IPS yang digunakan punya kualitas yang kurang baik, atau tidak sebagus smartphone di kelasnya. Saturasi kurang, kecerahan hanya cukup, dan terlihat semburan cahaya putih di tepian layar ketika menampilkan warna gelap seperti abu-abu.

Kamera

Seadanya. Itulah sebuah kata yang dengan mudah menggambarkan fungsi kamera dari Nokia C3. HMD sematkan masing-masing satu sensor di bagian depan (5MP f/2.4) dan belakang (8MP f/2.0). Hanya kamera belakang yang bisa rekam video hingga resolusi full HD tanpa EIS. Bila smartphone lain hadirkan efek bokeh lewat software, HMD… tidak menyediakannya sama sekali.

Bagaimana dengan hasilnya? Meski punya fitur auto HDR, dynamic range-nya sangat sempit. Dalam kondisi cahaya berlimpah, detilnya masih oke. Namun untuk kondisi indoor, kualitasnya bakal jauh menurun baik detil dan saturasi. Kalau sudah malam hari, kualitas tidak bisa ditolong lagi karena tak ada mode malam khusus.

Juga hasil foto dari kamera depannya yang, dari 10 kali percobaan, hanya 1-2 saja yang bagus. Sisanya terlihat gelap dan dengan detil yang kurang. Sudah lama saya tidak mencoba kamera smartphone dengan hasil foto yang sebegininya, bahkan masih kurang dari produk lain dengan harga jauh lebih murah.

Indoor, cahaya berlimpah.
Indoor malam hari, cahaya cukup.
Outdoor, mendekati gelap pekat.
Kamera depan, 1 dari 3 percobaan foto di mana lainnya gelap.

Fitur

Nokia C3

Kalau Gizmo friends mencari smartphone Android dengan pengalaman layaknya gunakan stock Android, Nokia C3 mungkin bakal cocok. Namun yang perlu diketahui, smartphone ini tidak termasuk dalam program Android One. Artinya, tidak ada jaminan pembaruan keamanan tiap bulan selama tiga tahun dan jaminan naik versi software dua kali.

Saat pertama kali digunakan, jumlah bloatware-nya sangat sedikit. Fitur-fitur yang ada pun sangat dasar. Paling-paling, kini HMD sertakan fitur untuk mengambil tangkapan layar (screenshot) panjang. Dan disertakan tombol Google Assistant di sebelah kiri bodi untuk akses perintah suara secara langsung.

Itu saja. Fitur seperti tema, screen record, clone aplikasi tak akan ditemukan di smartphone ini. Sementara untuk faktor keamanan, disediakan sensor sidik jari yang responsif dan bisa digunakan untuk akses bar notifikasi, dengan cara menggesernya ke bawah. Ada opsi face unlock juga, sih. Tapi baiknya tak usah dipakai, karena tidak reliable.

Performa

Antutu Nokia C3

Bukan Snapdragon, bukan pula MediaTek. HMD memilih untuk gunakan chipset dari Unisoc, dengan seri SC9863A yang punya konfigurasi CPU octa-core hingga 1,6GHz. Fabrikasinya 28nm, cukup tertinggal oleh CPU lain di kelas harga sama.

Secara performa, bisa ditebak bahwa Nokia C3 bukan yang terbaik. Penggunaan stock Android pun nampaknya tidak begitu menolong, jeda buka tutup aplikasi terasa agak lama dan seringkali aplikasi memerlukan reload, berkat memorinya yang terbatas di 2GB RAM & 16GB internal.

Padahal, belum banyak aplikasi yang saya install, dan saya merasa seperti efek transisinya dibuat 1,5 kali lebih lama, entah saking lambannya atau memang disengaja oleh pihak HMD. Kalau situasi dengan aplikasi saja sudah begitu, jangan harap untuk gunakan smartphone ini sebagai perangkat gaming ya.

Baterai

Baterai Nokia C3

Kapasitas baterai yang disematkan oleh HMD pada Nokia C3 juga sangat modis. Hanya 3,040 mAh, tanpa dukungan fast charging, dengan penggunaan port micro-USB. Dua poin terakhir masih bisa dimaklumi, karena kompetitor di kelas yang sama juga punya spesifikasi serupa.

Namun setidaknya, punya kapasitas rata-rata di rentang 4,000 – 5,000 mAh. Mungkin alasannya karena baterai Nokia C3 bisa dilepas, ya. Keuntungannya, jika habis, bisa langsung diganti dengan baterai sekunder dan kembali penuh. Meski saya sendiri tak yakin apakah masih ada pengguna smartphone yang gunakan metode ini di tahun 2020.

Kesimpulan

Kelengkapan Nokia C3

Harus merk Nokia? Harus stock Android? Harus dengan baterai yang bisa dilepas? Kalau tiga poin ini tidak wajib untuk dipenuhi, maka lebih baik memilih smartphone dari merk lain. Sangat disayangkan memang, jika Nokia C3 hadir tak diimbangi dengan rasio spesifikasi dan harga yang lebih menarik.

Setidaknya, meski tidak mendatangkan lini flagship ke Tanah Air, smartphone kelas menengahnya masih bisa berikan diferensiasi yang menarik. Seperti Nokia 5.3 yang termasuk dalam program Android One, maupun Nokia 4.3 yang punya desain kompak lengkap dengan NFC. Untuk kelas entrinya, HMD masih harus mengejar ketertinggalan dari para pesaingnya.

Review Nokia C3
7.1 / 10 Reviewer
{{ reviewsOverall }} / 10 Users (0 votes)
Design7.5
Display7
Camera6.5
Performance7
Battery7
Features7.5
Pros
- UI mendekati stock Android
- Casing dan baterai bisa dilepas
Cons
- Desain terlihat ketinggalan
- Layar kurang baik
- Kamera mengecewakan
- Performa cenderung lambat
Summary
Kurang bagus. Lebih baik pilih seri smartphone lain dari HMD Global, atau jika memang mencari smartphone di segmen harga yang sama, lebih baik ambil penawaran dari merek lain.
Review menurut pengguna Tulis review kamu
Order by:

Be the first to leave a review.

User Avatar User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

This review has no replies yet.

Avatar
Show more
Show more
{{ pageNumber+1 }}
Tulis review kamu

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Spesifikasi Nokia C3

Nokia C3 - APS

General

Device Type Smartphone
Model / Series Nokia C3
Released 21 Oktober, 2020
Status Available
Price Rp1.599.000 (launch price)

Platform

Chipset Unisoc SC9863A (28nm)
CPU Octa-core (4x1.6 GHz Cortex-A55 & 4x1.2 GHz Cortex-A55)
GPU IMG8322
RAM (Memory) 2 GB
Storage 16 GB, microSD Card support (up to 128 GB)
Operating System Android 10

Design

Dimensions 159.9 x 77 x 8.7 mm
Weight 184.5 g
Design Features Colors: Nordic blue, Sand gold
Glass front, plastic back, plastic frame
Battery Li-Ion 3040 mAh, removable
Non Fast Charging

Waktu bicara maksimal hingga 2G: 50 jam, 3G: 23 jam, 4G: 22 jam
Waktu siaga maksimum hingga 16,5 hari
Waktu pemutaran audio hingga 31 jam
Waktu pemutaran video hingga 7 jam

Network

Network Frequency LTE Cat. 4, (EMEA and APAC regions - GSM850/900/1800/1900, WCDMA 1,5,8. LTE cat4, B1,3,5,7,8,20,38,40)
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Data Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps

Display

Screen Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size and Resolution 5.99 inches, 720 x 1440 pixels, 18:9 ratio
Touch Screen Yes,

Camera

Multi Camera No
Rear 8 MP, f/2.0, AF
Front 5 MP, f/2.4
Flash LED Flash
Video [email protected]

Connectivity

Wi-fi Wi-Fi is a popular wireless networking technology using radio waves to provide high-speed network connections that allows devices to communicate without cords or cables, Wi-Fi is increasingly becoming the preferred mode of internet connectivity all over the world. Wi-Fi 802.11 b/g/n, hotspot
Bluetooth Bluetooth is a wireless communications technology for exchanging data between mobile phones, headsets, computers and other network devices over short distances without wires, Bluetooth technology was primarily designed to support simple wireless networking of personal consumer devices. Yes, vBluetooth 4.2 A2DP
USB microUSB 2.0
GPS GPS The Global Positioning System is a satellite-based radio navigation system, GPS permits users to determine their position, velocity and the time 24 hours a day, in all weather, anywhere in the world, In order to locate your position, your device or GPS receiver must have a clear view of the sky. Yes, with A-GPS support
HDMI HDMI (High-Definition Multimedia Interface) is a compact audio/video interface for transferring uncompressed video data and compressed or uncompressed digital audio data from a HDMI-compliant source device to a compatible computer monitor, video projector, digital television, or digital audio device. No
NFC NFC (Near field communication) is a set of standards for smartphones and similar devices to establish peer-to-peer radio communications with each other by touching them together or bringing them into proximity, usually no more than a few inches.
Infrared Infrared connectivity is an old wireless technology used to connect two electronic devices. It uses a beam of infrared light to transmit information and so requires direct line of sight and operates only at close range. No

Smartphone Features

Multimedia Features Audio: 3G2, 3GP, AAC, AMR, M4A, MKV, MP3, MP4
Video: MP4/H.264
FM Radio Stereo FM radio
Web Browser Web Browser => a web browser is a software application used to locate, retrieve and display content on the World Wide Web, including Web pages, images, video and other files, The primary function of a web browser is to render HTML, the code used to design or markup webpages. HTML 5 with Android Browser, Google Chrome
Messaging SMS(threaded view), MMS, Email, IM
Sensors Sensors are electronic components that detects and responds to some type of input from the physical environment. The specific input could be light, heat, motion, moisture, pressure and location, The output is generally a signal that is converted to use in computing systems, a location sensor, such as a GPS receiver is able to detect current location of your electronic device. Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity

Tinggalkan Balasan