Gizmologi.idGizmologi.id
  • NEWS
    NEWSShow More
    LG Life’s Good Creator Club.jpg
    LG Gelar Kelas Affiliate Creator Club, Tawarkan Komisi Penjualan hingga 4%
    3 November 2026 23:49
    Stok iPhone Duo
    Stok iPhone Duo Seret, Apple Belum Tahu Kapan Kembali Normal
    3 November 2026 18:40
    Zelda Ocarina of Time
    Easter Egg Ocarina of Time Ubah Google ke Tampilan 1998
    3 November 2026 15:49
    Starlink SpaceX Boost Mobile
    SpaceX Dikabarkan Incar Boost Mobile untuk Perluas Bisnis Starlink Mobile
    3 November 2026 14:13
    Apple
    Apple Dikabarkan Siapkan Tiga iPad Baru pada 2027, dari iPad Air OLED hingga iPad Pro M6
    3 November 2026 09:35
  • REVIEW
    REVIEWShow More
    Lenovo IdeaTab Plus
    Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
    Review Dune: Awakening
    Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
    The Blood of Dawnwalker
    Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
    ASUS ROG Azoth X
    Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
    realme16ProHarryPotterEdition
    Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
  • GADGET
    GADGETShow More
    Bose Noise Cancelling Wired Earbuds
    Bose Bawa Earphone Kabel ANC ke Indonesia, Harganya?
    3 November 2026 17:05
    Motorola Signature 27
    Motorola Signature 27 Pamerkan Desain dan Spesifikasi, Usung Kamera Periskop 200MP
    3 November 2026 15:00
    Lenovo Yoga Tab Plus Gen 2 Front and Back with Pen
    Lenovo Siapkan Yoga Tab Gen 2 Series di Indonesia, Usung Layar 4K dan Fitur AI
    3 November 2026 10:15
    iOS 27
    Penyimpanan iPhone Berkurang 15GB Setelah Update iOS 27? Begini Cara Mengatasinya
    2 November 2026 15:00
    Xiaomi 18 Pro
    Xiaomi 18 Pro Series Siap Meluncur Global Bulan Ini, Baterai Diduga Lebih Kecil
    2 November 2026 14:00
  • PC
    PCShow More
    GEEKOM Indocomtech 2026
    GEEKOM Ramaikan Indocomtech 2026, Pamerkan AI Mini PC A9 Mega Berperforma Andal Serta Laptop Super Ringan
    31 Oktober 2026 13:35
    MacBook Pro PROLED
    Apple Rilis MacBook Pro PROLED, Membawa Layar Sentuh dan Profil Lebih Ringan
    29 Oktober 2026 11:15
    Logitech MX Master 4
    Logitech MX Master 4 Developer Edition Hadir dengan Desain Khusus Programmer
    28 Oktober 2026 14:09
    Acer Nitro V15
    Acer Nitro V15 Bisa Jadi Pilihan Laptop untuk Kerja dan Kuliah
    28 Oktober 2026 11:40
    MacBook Pro M6
    MacBook Pro M6 Meluncur, Apple Tambah Tenaga untuk AI Lokal
    28 Oktober 2026 09:10
  • GAMES
  • AUTO
  • MORE
    • Speed Test
    • Gizmopedia
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Interview
    • Apps
    • Opini
    • Versus
    • Awards
    • PRNEWSWIRE
Mesin pencari
Quick Link
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Reading: Review realme Watch: Asisten Kesehatan yang Elegan
Share
Font ResizerAa
Gizmologi.idGizmologi.id
Font ResizerAa
  • News
  • Review
  • Gadget
  • Gizmoplay
  • Automotive
  • Gizmotalk Podcast
Mesin pencari
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Follow US
  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire

Home » Review realme Watch: Asisten Kesehatan yang Elegan

ReviewWearable

Review realme Watch: Asisten Kesehatan yang Elegan

Prasetyo Herfianto
By
Prasetyo Herfianto - Editor | Tech Reviewer
22 Juni 2020 10:10
Share
11 Min Read
realme Watch
SHARE

Mundur ke beberapa tahun lalu, saya adalah penggemar sebuah smartwatch yang merupakan produk dari Kickstarter, alias sebuah start-up. Tampilannya simpel, punya daya tahan baterai sampai seminggu, dan juga reliabel. Setelah diakuisisi oleh perusahaan lain, saya berpindah ke smartwatch dengan WearOS. Fitur jauh lebih banyak, iya. Baterai jauh lebih boros, iya, nggak sampai dua hari.

Lalu muncul beragam smartwatch dengan proprietary OS, alias tampilan antarmuka yang dibuat khusus hanya untuk jam tangan pintar tersebut. Sama seperti realme Watch yang sedang saya gunakan saat ini, smartwatch pertama dari realme. Ini adalah perangkat wearable kedua setelah realme Band, yang ketika saya ulas, meninggalkan impresi yang cukup positif. Terutama untuk harganya yang relatif terjangkau.

Sama seperti gelang pintarnya, realme Watch juga hadir dengan harga yang murah. Setidaknya jika dibandingkan dengan smartwatch WearOS saat ini. Ada sih, satu kompetitor yang harganya kurang lebih sama, yaitu Amazfit Bip yang dijual resmi oleh Xiaomi. Nah, kurang lebih bagaimana kualitas smartwatch pertama ini secara keseluruhan, juga bila dibandingkan dengan Amazfit Bip? Berikut ulasan saya tentang realme Watch.

Desain realme Watch

desain realme Watch

Ketika pertama kali membuka kotak dan melihat desain dari realme Watch, saya langsung teringat akan sebuah smartwatch yang sudah sangat populer. Kemudian dikonfirmasi oleh beberapa teman yang melihat postingan di Instagram, “Itu Apple Watch ya?” Yup, desainnya dibuat kotak dengan sudut tumpul. Punya layar 2.5D dan finishing mengkilap di samping yang membuatnya terlihat cukup premium, sebenarnya.

More Read

Infinix XPAD GT
Infinix XPAD GT Debut di Indonesia, Tablet Gaming dengan Cip Snapdragon 888
Ini 5 Game Playstation 5 Paling Ditunggu-tunggu
Inovasi Teknologi Event yang Personal dan Cashless Kian Diminati

sensor realme Watch

Dalam suatu kesempatan, ketika ditanya perihal kenapa realme Watch punya desain kotak yang serupa, realme menjawab jika jam ini punya desain yang disesuaikan dengan tren yang ada saat ini. Namanya juga Tech Trendsetter, jadi mengikuti tren yang lagi “in”. Saya nggak ada komplain sih, terlihat cukup mewah. Meski ketika dilihat dari dekat, bezel layarnya kelihatan agak tebal ya, terutama bagian bawahnya. Hanya saja tulisan realme di bawah layar dibuat samar, hampir tidak terlihat di semua situasi.

strap realme Watch

Saya suka dengan desain strap-nya yang seolah menyatu dengan bagian bodi. Padahal strap ini dapat dilepas, dengan mekanisme pegas yang mudah. Diameternya 20mm, dan realme akan sediakan opsi warna selain hitam di masa mendatang. Bahannya karet, dan aman-aman aja selama beberapa hari saya pakai. Baik untuk sehari-hari maupun ketika kena keringat saat olahraga.

Mekanismenya juga dibuat serupa Apple Watch, jadi ujung strap masuk ke bagian dalam. Perlu penyesuaian saat memasang, terutama jika sebelumnya belum pernah pakai model seperti ini. Keuntungannya, jadi nggak ngeganjel ketika tangan berada di atas/siku meja. Dan dengan berat yang hanya 31 gram, realme Watch terasa sangat ringan ketika digunakan.

Layar

Layar realme Watch

Meski terlihat kecil, sebenarnya smartwatch ini punya layar yang cukup besar. realme watch dilengkapi layar dengan bentang 1,4 inci, dan punya resolusi tinggi di 320 x 320 piksel. Sayangnya, panelnya masih TFT biasa, alias belum AMOLED. Artinya, saturasi warna dan kontras masih kurang maksimal dan belum mendukung always-on display. Tapi kembali lagi, smartwatch murah nih.

Kacanya sendiri sudah punya lengkungan 2.5D, ditambah perlindungan Gorilla Glass 3. Untuk harganya, layar ini sudah baik menurut saya. Responsivitas sentuh tidak ada masalah, gestur untuk masuk ke menunya juga mudah, dengan teks yang terlihat jelas. Kamu bisa geser dan kiri ke kanan atau gunakan tombol untuk kembali. Plus, mematikan dan menyalakan layar dengan tombol tersebut.

Nah, yang agak kurang, gestur ketuk untuk menyalakan layar belum hadir di realme Watch. Bisa sih, tapi hanya saat layar baru mati kurang dari lima detik. Selebihnya, kamu harus menggunakan tombol atau gunakan gerakan tangan untuk nyalakan layarnya. Untungnya, realme Watch cukup akurat untuk deteksi gerakan tangan tersebut, hampir selalu sukses menyala dalam waktu singkat.

Fitur

tampilan aplikasi realme Link untuk realme Watch

Kurang lebih sama seperti realme Band, ditambah beberapa fitur tambahan yang hanya ada di realme Watch. Maka dari itu, realme memberikan julukan perangkat ini sebagai asisten kesehatan. Karena layarnya lebih besar dan mendukung input sentuh, ya, jadi bisa ada fitur seperti shutter kamera smartphone, atau pengontrol musik.

Geser layar ke bawah, maka kamu bisa langsung temukan mode pintasan untuk olahraga, mengecek detak jantung, sampai kadar oksigen dalam darah atau SpO2. Sementara kalau digeser ke atas, realme Watch akan menampilkan notifikasi dari smartphone. Ketika awal-awal pemakaian, yang ditampilkan hanya satu notifikasi terakhir dari smartphone. Tapi realme baru saja berikan pembaruan yang membuat perangkat ini menampilkan beberapa notifikasi dari berbagai aplikasi secara berurutan.

tampilan notifikasi realme Watch

Geser ke samping, terdapat pintasan untuk melihat cuaca, kualitas tidur, detak jantung, aktivitas (jumlah langkah, kalori yang terbakar) dan beberapa pintasan khusus. Kamu dapat mengaktifkan mode hemat daya, do not disturb (DND), atur kecerahan layar dan menonaktifkan gestur untuk menyalakan layar.

Untuk mengganti watchface, tinggal tekan dan tahan. Kamu bisa memilih enam watchface secara langsung, sementara ada total 12 watchface yang bisa dipilih dari aplikasi realme Link. Sama seperti realme Band, realme juga janjikan lebih dari 100 watchface tambahan kedepannya.

14 mode olahraga yang didukung termasuk lari, bersepeda, aerobik sampai tenis meja dan bulutangkis. Yang sedikit disayangkan, tidak ada mode pencatatan kegiatan berenang, padahal sudah mengantongi sertifikasi IP68, yaitu tahan hingga kedalaman 1,5 meter.

Selain pengingat untuk minum dan bangun tidur, realme Watch juga dapat mengingatkan penggunanya untuk berdiri atau bergerak ketika sudah terlalu lama duduk atau berbaring. Pengguna juga dapat atur notifikasi apa saja yang tampil ke smartwatch.

Yang perlu diketahui, realme Watch belum dilengkapi dengan sensor GPS secara built in. Jadi kalau mau olahraga seperti lari, harus membawa smartphone untuk mencatat rute perjalanan. Hal ini bukan masalah bagi saya yang selalu bawa smartphone sambil olahraga.

Konektivitas

Ini adalah salah satu keunggulan yang dimiliki perangkat AIoT rilisan realme. Walaupun terhitung baru merilis jenis aksesori ini, aplikasi realme Link yang digunakan untuk menyambungkan earphone TWS dan perangkat wearable lainnya sangat reliabel. Hanya perlu install satu aplikasi pula, nggak seperti Huawei Band 4 yang harus memasang total tiga aplikasi. Tersambung melalui Bluetooth 5.0, selama pemakaian, koneksi selalu lancar termasuk notifikasi.

Proses sinkron ke aplikasi juga terjadi cukup cepat. Yang disayangkan, aplikasi ini baru tersedia untuk Android. Jadi bagi pengguna iPhone yang ingin punya smartwatch murah dengan desain mirip Apple Watch, masih belum bisa mempertimbangkan realme Watch. Semoga kedepannya bisa segera diimplementasi.

Baterai

Tak seperti smartwatch WearOS yang tahan Cuma 1-2 hari, realme Watch punya daya tahan baterai yang diklaim bisa tahan sampai seminggu. Memang tidak selama Amazfit Bip yang bisa satu bulan, tapi satu minggu udah cukup banget buat saya, hampir sama seperti Pebble dulu. Apalagi baterainya Cuma 160 mAh. Tapi ini benar-benar tergantung penggunaan ya.

Kalau misalnya kamu menyalakan notifikasi WhatsApp, dan ada ratusan chat setiap harinya, tentu durasi pemakaian bisa jauh menurun. Karena selain layar lebih sering nyala, daya getarnya juga menghabiskan baterai. Nyalain alarm lalu nggak bangun-bangun? Siap-siap tahan 5 harian aja deh.

pengisian baterai realme Watch
realme Watch gunakan charger magnetik untuk isi daya.

realme juga berikan fitur power saving mode yang bisa bikin realme Watch menyala sampai 20 hari dalam mode stand-by. Ketika perlu isi daya, tinggal gunakan charger magnetik. Yang sedikit aneh, ketika diisi daya, layar selalu menyala dengan indikator persentase baterai saja. Tak bisa diubah untuk tampilkan jam dan waktu, atau mematikan layar supaya proses pengisian daya bisa sedikit lebih cepat.

Kesimpulan

Kotak realme Watch

Sama seperti perangkat wearable pertamanya, saya cukup terkesan dengan smartwatch pertama realme yang terjangkau ini. Fitur yang diberikan cukup lengkap, meski ada beberapa hal yang saya kurang suka di awal. Seperti tampilan notifikasi yang kurang lengkap dan tidak ada opsi untuk mematikan getaran di jam tertentu. Tapi kemudian realme berikan pembaruan yang memperbaiki keluhan saya.

Jika dibandingkan dengan Amazfit Bip, realme masih kalah di beberapa fitur seperti ketahanan baterai, belum adanya GPS dan layarnya yang tidak bisa terus menyala. Tapi secara kualitas layar, fitur lain yang ditawarkan, serta desain (ini subyektif, ya), realme Watch masih bisa berikan tampilan lebih premium. Walaupun mirip dengan smartwatch lain.

Dengan harga resmi Rp999 ribu, realme Watch bisa jadi pilihan terbaik bagi kamu pengguna smartphone Android yang inginkan smartwatch terjangkau. Apalagi kalau bisa mendapatkannya dengan harga Rp200 ribu lebih murah melalui flash sale. Semoga kedepannya bisa tersambung dengan perangkat iOS, supaya dapat menjangkau lebih banyak pengguna.

Spesifikasi realme Watch

Layar 1.4″ 320 x 320 TFT Touchscreen, 323 PPI
Warna Hitam
Ukuran 11.8 (H) x 36.5 (W) x 256 (L) mm, lebar strap 20mm
Berat 31g
Ketahanan IP68 water resistance (1,5m)
Konektivitas Bluetooth 5, realme Link app (Android 5.0+)
Sensor 3-axis accelerometer, heart rate sensor, rotor vibration sensor
Baterai 160mAh, 7-9 hari (20 hari mode hemat daya)
Mode olahraga Lari di dalam/luar ruangan, berjalan, bersepeda di dalam/luar ruangan, aerobik, latihan kekuatan, sepak bola, basket, tenis meja, bulu tangkis, sepeda statis, yoga dan kriket.
Harga Rp999.000 (flash sale Rp799.000)

Cek harga perangkat realme di official store:

Shopee.co.id Lazada.co.id Bli bli.com ERASPACE JD.ID

Author
c19e7258ebc45ca9e52ccf377bf06a31261512d4159ef96846374aeaaf0c4b9e?s=80&d=mm&r=g

Prasetyo Herfianto

Tech reviewer & nasi goreng enthusiast. Editor at Gizmologi.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Ancang-ancang Menuju Layanan 5G di Indonesia
Bocoran Terbaru Google Pixel Watch, Siap Rilis 2022?
Percepat Transformasi Digital, 2021 Pemerintah Siapkan Rp16,9 Triliun
Perayaan Tahun Baru 2019, Telkomsel dan Indosat Panen Trafik Data
Ericsson: 5G Dorong Perubahan Perilaku Pengguna Smartphone di Indonesia
TAGGED:#HeadlineGizmologi.comHarga realme WatchJam Tangan PintarKekurangan realme WatchKelebihan realme WatchKelemahan realme Watchrealme WatchSmartwatchSpesifikasi realme Watch
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Bluesky Email Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Cry0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Surprise0

Latest Stories

LG Life’s Good Creator Club.jpg
LG Gelar Kelas Affiliate Creator Club, Tawarkan Komisi Penjualan hingga 4%
News
Stok iPhone Duo
Stok iPhone Duo Seret, Apple Belum Tahu Kapan Kembali Normal
News
Bose Noise Cancelling Wired Earbuds
Bose Bawa Earphone Kabel ANC ke Indonesia, Harganya?
Gadget Wearable
Zelda Ocarina of Time
Easter Egg Ocarina of Time Ubah Google ke Tampilan 1998
Gizmoplay News

Latest Review

Lenovo IdeaTab Plus
Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
Review Dune: Awakening
Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
The Blood of Dawnwalker
Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
ASUS ROG Azoth X
Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
realme16ProHarryPotterEdition
Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
Gizmologi.idGizmologi.id
Follow US
© 2025 Gizmologi by PT Konten Cipta Kreatif. All Rights Reserved.

Our Family: Gadgetdiva - Otodiva - Traveldiva

  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire
Memuat Komentar...
icon gizmologi icon gizmologi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?