Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review realme X3 SuperZoom: Ada yang Naik, Ada Juga yang Turun

4 15.833

Sepertinya smartphone flagship rilisan 2020 seolah punya syarat tidak tertulis untuk punya kemampuan zoom yang baik ya? Mulai dari tahun kemarin, sih, dengan flagship dari Huawei, dan Google yang sampai memilih untuk menambahkan lensa telefoto daripada ultra-wide di Pixel terbarunya. Sementara berbagai produsen bisa sampai hadirkan kemampuan zoom 100 kali. Yah walaupun digital, setidaknya secara besaran angka, terdengar cukup impresif. Smartphone terbaru yang turut mengikuti tren ini adalah realme X3 SuperZoom.

realme yang terus klaim dirinya sebagai Tech Trendsetter, dikenal mampu untuk hadirkan teknologi canggih nan baru, untuk segmen harga yang lebih terjangkau. Di pertengahan tahun 2020 ini, mereka coba kembali lakukan hal tersebut dengan meluncurkan realme X3 SuperZoom. Sesuai namanya, smartphone ini bisa hasilkan zoom yang lebih jauh dari flagship sebelumnya yang hadir di Indonesia akhir tahun lalu. Tak lagi gunakan lensa telefoto, melainkan sebuah periskop yang lebih canggih.

Meski ditujukan sebagai penerus dari seri X2 Pro, kombinasi hardware yang dimiliki bisa dibilang agak unik. Perasaan yang sama seperti ketika saya mencoba realme 6 Pro yang jadi penerus seri XT. Ada yang naik, tapi juga ada yang turun. Lalu bagaimana kualitas smartphone ini secara keseluruhan? Berikut ulasan saya mengenai realme X3 SuperZoom, dari kacamata pengguna X2 Pro.

Desain realme X3 SuperZoom

desain realme X3 SuperZoom

Berbeda dengan realme X2 Pro yang tampil cukup ngejreng, terutama dengan penempatan logonya yang agak bikin rame karena nggak umum, realme X3 SuperZoom tampil lebih kalem. Pada bagian belakangnya, panel kaca lengkung 3D diberi lapisan anti-glare sehingga terlihat doff. Kaca tersebut juga diberi lapisan fingerprint-proof, jadi tidak mudah kotor seperti pada realme 6 Pro. Posisi kameranya berpindah ke bagian kiri atas, dengan logo berada di kiri bawah.

Unit yang saya ulas kali ini berwarna Putih Es (Arctic White), dengan frame berwarna silver. Ada dua sisi yang juga terlihat berbeda dari generasi sebelumnya. Pada sisi kanan, kamu bisa menemukan tombol power yang lebih besar, terintegrasi dengan sensor sidik jari.

Ya,realme  X3 SuperZoom tidak dilengkapi dengan in-display fingerprint sensor, namun setidaknya peletakan ini cukup praktis untuk digunakan. Meski pada beberapa kasus, termasuk realme 6, di mana dalam penggunaan jangka waktu lama, tingkat akurasinya menurun. Semoga saja yang di ponsel ini lebih awet.

Slot kartu SIM juga berpindah ke bawah, menempati posisi yang sebelumnya digunakan untuk jack audio 3,5mm. Pastikan kamu punya earphone USB-C atau earphone nirkabel untuk menikmati musik dari smartphone ini.

realme X3 SuperZoom

Ketika digenggam, realme X3 SuperZoom terasa cukup kokoh dan tidak licin. Hal tersebut berkat bobotnya yang sedikit melewati 200 gram. Walaupun tidak mengkilap, bodi belakangnya mampu tampilkan gradasi warna yang menarik dari sudut kemiringan dan penangkapan cahaya tertentu. Ditambah aksen kuning yang ada pada lensa periskopnya, memberikan daya tarik yang substil.

Layar

Layar realme X3 SuperZoom

Beralih ke sisi depan, kita akan menemukan layar besar dengan dimensi 6,6 inci. Layar ini punya resolusi full HD+ dengan rasio bodi ke layar mencapai 90,5%, dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 5. Desain kameranya sudah lebih modern, gunakan model punch-hole yang terletak di atas kiri, tak lagi waterdrop notch seperti pendahulunya. Pinggiran kamera akan berikan efek cahaya menarik ketika face unlock sedang aktif mendeteksi wajah.

Lalu apa yang spesial dari layar realme X3 SuperZoom? realme berhasil membawa teknologi refresh rate tinggi, 120Hz ke segmen harga yang jauh lebih terjangkau. Jika sebelumnya saya hanya bisa merasakan teknologi ini melalui Samsung Galaxy S20 Ultra, kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmati pengalaman Ultra Smooth Display. Perbedaannya akan sangat terasa jika sebelumnya kamu menggunakan layar 60Hz konvensional, tapi kalau sebelumnya sudah pakai 90Hz, menurut saya tidak terlalu jauh bedanya.

Kamera depan realme X3 SuperZoom

Namun hanya itu saja sisi “spesial” dari layar flagship terbaru realme ini. Sayangnya, realme perlu memangkas fitur-fitur lain. Layarnya kini gunakan panel IPS, tak lagi AMOLED seperti pendahulunya. Karenanya, bezel bawah tak bisa dibuat setipis realme X2 Pro. Secara spesifikasi juga lebih sederhana, tidak mengantongi sertifikasi HDR10, standar gamut warna DCI-P3 atau kontras tinggi yang bisa ditawarkan dari layar AMOLED. Layar X3 SuperZoom jauh dari kata jelek, tapi juga tidak spesial. Tingkat kecerahan ketika digunakan di luar ruangan juga sekadar cukup saja.

Kamera

kamera realme X3 SuperZoom

Menjadi bintang yang bisa menangkap bintang, realme X3 SuperZoom hadirkan setup empat kamera yang cukup spesial. Dibandingkan dengan realme X2 Pro, seri penerusnya punya dua lensa yang sama dan dua lensa lain yang berbeda. Lensa utamanya sama-sama gunakan sensor Samsung GW1, beresolusi 64MP dengan bukaan f/1.8. Dimensi sensornya 1/1,72 inci, gunakan teknologi quad-bayer yang mampu kombinasikan empat piksel individu menjadi satu, hasilkan foto beresolusi 16MP dengan piksel besar 1,6μm.

Selanjutnya ada lensa ultra wide-angle 8MP f/2.3 yang punya sudut pandang lebar 119 derajat. Kalau seri sebelumnya berfungsi ganda sebagai kamera makro, kali ini realme memilih untuk berikan lensa makro 2MP f/2.4 secara terpisah, menggantikan lensa potret. Hal ini juga membuat lensa ultra wide-nya tak memiliki autofocus, sehingga tidak bisa digunakan untuk foto objek jarak dekat.

Lalu lensa yang paling spesial diletakkan di urutan paling atas, berjenis periskop dengan resolusi 8MP f/3.4. Kalau yang sebelumnya punya kemampuan 20X hybrid zoom, lensa periskop ini miliki pembesaran optikal 5x dengan total kombinasi 60x zoom. Jika biasanya lensa disusun secara vertikal, lensa periskop disusun secara menyamping, dengan tangkapan cahaya dibelokkan 90 derajat menggunakan serangkaian cermin. Maka dari itu, bentuknya terlihat lebih besar dari lensa jenis lainnya.

Karena jarak pembesaran lebih jauh dengan bukaan lebih sempit, realme memberikan teknologi OIS khusus untuk lensa yang satu ini, agar lebih stabil ketika sedang zoom sampai maksimal sekalipun, ditambah dengan penyempurnaan berbasis AI. Rasanya belum ada smartphone lain di rentang harga kurang dari Rp10 juta yang bisa bawa lensa periskop seperti realme X3 SuperZoom.

Saat digunakan dalam kondisi malam sekalipun, pembesaran 5x dari lensa periskop ini masih cukup bisa diandalkan. Yah jangan harap kualitasnya bisa setara lensa utama, tetapi objek masih terlihat jelas, bahkan 10x sekalipun. 60x zoom hanya berguna ketika cahaya cukup atau outdoor, sementara pada kondisi malam hari, 30x zoom saja sudah terlihat buram. Dan sama seperti pada smartphone lain, lensa ini tidak bisa fokus untuk objek berjarak dekat. Setidaknya lebih dari 30cm, deh, baru bisa fokus.

Tentu ada segambreng fitur lain yang dibawa untuk mode kameranya. Yang paling terlihat, mode Chroma Boost pada X2 Pro digantikan dengan “AI Dazzle Color” di X3 SuperZoom. Fungsinya serupa, meningkatkan saturasi dan kecerahan supaya foto terlihat lebh menarik. Bedanya, efek langsung terlihat berubah signifikan secara langsung tanpa perlu mengambil foto. Kamu juga bisa mematikan saran efeknya dalam satu waktu, jika memang peningkatan saturasi yang diberikan kurang cocok.

Starry Mode

Nggak Cuma itu, smartphone ini punya mode khusus yang tersimpan di menu mode malamnya, yaitu “Starry Mode”. Sesuai namanya, mode ini membuat pengguna X3 SuperZoom bisa menangkap bintang-bintang di langit dengan mudah dalam sekali jepret, tanpa perlu gunakan aplikasi pihak ketiga dengan image stacking. Dalam mode ini, smartphone akan menangkap foto dengan total waktu 4,5 menit, sehingga diperlukan tripod dan juga kondisi langit bersih, tidak terkena polusi cahaya dari gedung tinggi atau awan.

Berkali-kali mencoba mode ini, saya mengambil kesimpulan bahwa agak susah menggunakannya di kondisi perkotaan yang terdapat banyak gedung tinggi. Mungkin bisa dengan catatan kondisi langit sedang bening-beningnya tanpa polusi atau kondisi berawan.

Berikut saya lampirkan dua hasil foto dengan Starry Mode, foto pertama diambil di area sekitaran Rasuna Said, Jakarta. Sementara foto kedua diambil dari lapangan luas di Surabaya, oleh teman saya Alvien yang juga mengulas smartphone ini untuk realme Community. Dari dua foto tersebut, saya simpulkan kalau mode ini bukan mode tipuan yang gunakan AI atau post-processing berlebih yang menambahkan efek bintang atau langit.

Sementara hasil foto dari lensa utamanya masih terlihat setara dengan X2 Pro. Secara keseluruhan, masih belum bisa dibilang setara flagship lainnya, termasuk jika dibandingkan dengan Mi Note 10 yang berada di rentang harga tak jauh berbeda (meski prosesornya berbeda ya). Tanpa OIS, hasil foto pada malam hari terkadang terlihat agak buram, serta halus seperti cat air. Mode ultra nightscape bisa berikan kecerahan yang signifikan, namun tidak dengan detil fotonya.

Untuk perekaman video, X3 SuperZoom mendukung hingga resolusi 4K 60fps. Terdapat mode khusus video seperti Ultra Steady, HDR dan video bokeh. Saat melakukan perekaman video, kita bisa berpindah dari lensa ultra-wide ke periskop dengan lancar dan halus. Hal tersebut tidak berlaku untuk kamera depannya. Ya, smartphone ini punya setup dua kamera depan, dengan lensa utama 32MP f/2.5 Sony IMX616, dan lensa 8MP f/2.2 ultra-wide.

Untuk hasil foto lengkapnya dapat kamu akses pada album berikut ini.

Hasil foto kamera ultra wide-angle, menggunakan mode malam.
Mode malam, tanpa zoom.
Menggunakan lensa periskop, 5x zoom.
10x zoom.
30x zoom.
60x zoom.

Fitur

Smartphone ini menjalankan realme UI 1.0 berbasis Android 10. Kalau kamu familiar dengan ColorOS terbaru, pasti akan merasakan hal yang sama dengan tampilan antarmuka yang ada di realme X3 SuperZoom. Ada banyak sekali fitur yang bisa kamu temukan di dalamnya, termasuk pintasan untuk akses Google Assistant dengan menahan tombol power selama kurang dari satu detik. Cukup praktis ketika sedang menggunakan mode navigasi layar penuh, agar tak perlu menanggil dengan suara.

Kamu juga bisa merekam layar secara langsung tanpa perlu gunakan aplikasi pihak ketiga, lengkap dengan fitur seperti menyalakan kamera depan selagi merekam layar. Ambil tangkapan layar (screenshot) juga bisa dilakukan dengan mudah dengan gestur tiga jari ke bawah. Dan berbeda dari UI lainnya, realme UI punya kemampuan untuk mengubah aplikasi apapun menjadi gelap dengan dark mode, sebut saja Gojek dan Grab. Namun fitur ini masih dalam tahap beta, jadi masih belum seutuhnya optimal ya.

Untuk multimedia, sayangnya smartphone ini tak dilengkapi dengan setup speaker stereo layaknya X2 Pro. Mono speaker yang diletakkan di bawah cukup keras, memang. Namun tetap saja tidak se-imersif keluaran suara dari dua speaker. Meski begitu, fitur Dolby Atmos masih tersedia, termasuk untuk perangkat audio nirkabel. Dan tentunya, sensor NFC untuk mengisi saldo langsung ke kartu e-money.

Performa

realme X3 SuperZoom masih menggunakan chipset yang sama, yaitu Qualcomm Snapdragon 855 Plus yang umumnya digunakan flagship tahun lalu. Walaupun begitu, performanya masih sangat ngebut, kok. Dengan CPU octa-core hingga 2,96GHz dan GPU Adreno 640, kamu bisa menjalankan gim dengan grafis tinggi tanpa masalah. Namun yang perlu diingat, belum semua gim mendukung refresh rate tinggi. Jadi jangan salahkan smartphone-nya kalau framerate masih jalan di 60Hz ya.

Chipset tersebut dipasangkan dengan RAM 12GB LPDDR4x dan penyimpanan internal 256GB berjenis UFS 3.0. Ini mampu tingkatkan kecepatan baca atau copy data, sangat membantu ketika kamu baru saja memindah data lokal WhatsApp, misalnya. Tak perlu menunggu waktu lama walaupun ada belasan ribu file foto yang harus dipindah. Sistem pendinginnya juga sudah ditingkatkan, gunakan kombinasi dari banyak layer grafit berlapis, silikon dan vapor cooling tube dengan diameter 8mm. Sistem ini bisa menyebarkan panas secara penuh, serta diklaim dapat menurunkan suhu hingga 12,5%.

Baterai

Kapasitasnya sedikit meningkat dari seri sebelumnya. realme X3 SuperZoom dibekali baterai berkapasitas 4200 mAh, yang sangat cukup untuk penggunaan sehari-hari. Saya mencatat pemakaian dengan screen-on time sekitar 5-6 jam, dengan Bluetooth selalu aktif dan mode layar berada di 120Hz. Wajar jika tak jauh beda, karena walaupun refresh rate lebih tinggi, layarnya tak memiliki fungsi always-on display. realme juga berikan fitur seperti Screen Battery Optimization, yang diklaim dapat tingkatkan masa pakai hingga 10%.

Hal lain yang dipangkas adalah kecepatan isi dayanya. Kalau X2 Pro hanya perlu isi daya 30 menit saja lewat 50W SuperVOOC Flash Charge, pengguna realme X3 SuperZoom harus sedikit lebih sabar. 30W Dart Charge bisa isi daya sekitar 1 jam lewat port USB-C. Tak lagi yang tercepat, walaupun 1 jam sudah sangat cepat atau setidaknya setara dengan flagship lain, bahkan yang lebih mahal sekalipun.

Kesimpulan

Kelengkapan realme X3 SuperZoom

Untuk harga kurang dari Rp8 juta, realme sekali lagi mampu hadirkan teknologi yang awalnya hanya bisa ditemukan di smartphone yang harganya mencapai dua kali lipat lebih tinggi, yaitu teknologi layar dengan refresh rate 120Hz serta lensa periskop dengan kemampuan zoom yang sangat jauh melalui realme X3 SuperZoom. Fitur kameranya juga sangat lengkap, cocok bagi kamu yang menginginkan sebuah flagship untuk mendukung kegiatan astrophotography. Secara keseluruhan, smartphone ini mampu berikan value yang baik.

Nah, bagi kamu yang sudah menggunakan realme X2 Pro dan bingung apakah perlu untuk upgrade atau tidak, jawabannya bisa iya dan tidak. Kalau kamu memang menginginkan kamera yang lebih fleksibel dengan lensa periskop dan dua kamera depan, serta layar dengan pergerakan lebih halus, bisa upgrade ke X3 SuperZoom. Kalau dirasa tidak perlu, X2 Pro masih lebih unggul dengan panel AMOLED, speaker stereo dan pengecasan yang jauh lebih cepat. Sesuaikan dengan kebutuhanmu masing-masing ya.

Beli smartphone realme di:

Shopee.co.id Lazada.co.id Bli bli.com ERASPACE JD.ID Tokopedia.com

Spesifikasi realme X3 SuperZoom

realme X3 SuperZoom

General

Device Type Smartphone
Model / Series realme X3 SuperZoom
Released 16 Juni, 2020
Status Available
Price 7999000

Platform

Chipset 7nm Qualcomm Snapdragon 855 Plus
CPU 7nm CPU technology CPU up to 2.96GHzfrequency
GPU Adreno 640
RAM (Memory) 12 GB(LPDDR4X)
Storage 256GB UFS 3.0
Operating System Android 10
User Interface realme Ui 1.0

Design

Dimensions 163.8×75.8mm × 8.9 mm
Weight 202 gram
Design Features Warna: Arctic White, Glacier Blue
Anti-glare fingerprint-proof
Battery 4200 mAh
30W Dart Charge

Network

Network Frequency GSM, WCDMA, TD-LTE, FDD-LTE
GSM: 850/900/1800/1900MHz WCDMA: Bands 1/5/8 FDD-LTE: Bands 1/3/5/8 TD-LTE: Bands 38/40/41
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Data Speed 4G LTE

Display

Screen Type IPS capacitive touchscreen, 16M colors, 120Hz Ultra Smooth Display
Size and Resolution 6.6 inch, 2400×1080, 450 nit
Touch Screen Yes
Features 402 PPI
Corning Gorilla Glass 5

Camera

Multi Camera Yes (Rear)
Rear 64MP f/1.8 Samsung GW1 main lens + 8MP f/2.3 ultra wide-angle + 8MP f/3.4 periscope (5x optical, 60x digital zoom) + 2MP f/2.4 macro camera (4cm)
Front 32MP f/2.5 Sony IMX616 main lens + 8MP f/2.2 ultra-wide angle
Flash Yes
Video 4K, 30fps 1080P, 30/60fps 720P, 30/60fps 1080P Slow-mo, 120fps 720P Slow-mo, 960fps EIS,
Camera Features Dual Pixel Fast Focusing
Flash/Soft Light: Back LED Flash
Ultra Nightscape
Ultra HD
AI Dazzle Color
Portrait Mode
Pro Mode
HDR
Starry Mode

Connectivity

Wi-fi Wi-Fi is a popular wireless networking technology using radio waves to provide high-speed network connections that allows devices to communicate without cords or cables, Wi-Fi is increasingly becoming the preferred mode of internet connectivity all over the world. 802.11b/g/n, 2.4GHz
Bluetooth Bluetooth is a wireless communications technology for exchanging data between mobile phones, headsets, computers and other network devices over short distances without wires, Bluetooth technology was primarily designed to support simple wireless networking of personal consumer devices. v5,0, A2DP, LE, Supports aptX, aptX HD and LDAC
USB USB Type C
GPS GPS The Global Positioning System is a satellite-based radio navigation system, GPS permits users to determine their position, velocity and the time 24 hours a day, in all weather, anywhere in the world, In order to locate your position, your device or GPS receiver must have a clear view of the sky. GPS, aGPS, GLONASS, sistem navigasi Beidou
HDMI HDMI (High-Definition Multimedia Interface) is a compact audio/video interface for transferring uncompressed video data and compressed or uncompressed digital audio data from a HDMI-compliant source device to a compatible computer monitor, video projector, digital television, or digital audio device. No
Wireless Charging Wireless Charging (Inductive Charging) uses an electromagnetic field to transfer energy between two objects. This is usually done with a charging station. Energy is sent through an inductive coupling to an electrical device, which can then use that energy to charge batteries or run the device. No
NFC NFC (Near field communication) is a set of standards for smartphones and similar devices to establish peer-to-peer radio communications with each other by touching them together or bringing them into proximity, usually no more than a few inches.
Infrared Infrared connectivity is an old wireless technology used to connect two electronic devices. It uses a beam of infrared light to transmit information and so requires direct line of sight and operates only at close range. No

Smartphone Features

Multimedia Features - MP4/H.264/FLAC player
- MP3/eAAC+/WAV player
- Document viewer
- Photo viewer/editor
FM Radio Yes
Web Browser Web Browser => a web browser is a software application used to locate, retrieve and display content on the World Wide Web, including Web pages, images, video and other files, The primary function of a web browser is to render HTML, the code used to design or markup webpages. HTML5
Messaging SMS(threaded view), MMS, Email, Push Email, IM
Sensors Sensors are electronic components that detects and responds to some type of input from the physical environment. The specific input could be light, heat, motion, moisture, pressure and location, The output is generally a signal that is converted to use in computing systems, a location sensor, such as a GPS receiver is able to detect current location of your electronic device. Light sensor, distance sensor, geomagnetic sensor, gyroscope, acceleration sensor
Other realme X3 SuperZoom, pengisi daya, kabel USB type-C untuk mengisi daya, sinkronisasi dan transfer file, pelontar kartu SIM, panduan pengguna, jelly case
83%
Awesome

Review realme X3 SuperZoom

Dengan layar 120Hz Ultra Smooth Display dan lensa periskop 60x zoom, realme X3 SuperZoom hadirkan fitur yang lebih lengkap dari versi sebelumnya.

  • Design
  • Display
  • Camera
  • Performance
  • Features
  • Battery