Gizmologi.idGizmologi.id
  • NEWS
    NEWSShow More
    nubia
    nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Gandeng nubia A77 5G
    2 November 2026 12:53
    Sam Altman
    CEO OpenAI Sam Altman Sebut RAM PC Sering Mubazir, Ini Alasan
    2 November 2026 11:02
    Binance dibobol
    Binance Dibobol USD 6,3 Miliar, Berawal dari Laptop Pegawai?
    2 November 2026 09:47
    fitur grup WhatsApp
    4 Fitur Grup WhatsApp Terbaru, Apa yang Berubah di Chat?
    2 November 2026 08:58
    LG WhiteGlove Service.jpg
    LG Perluas WhiteGlove Service, Kini Mencakup TV OLED hingga WashTower
    1 November 2026 13:46
  • REVIEW
    REVIEWShow More
    Lenovo IdeaTab Plus
    Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
    Review Dune: Awakening
    Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
    The Blood of Dawnwalker
    Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
    ASUS ROG Azoth X
    Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
    realme16ProHarryPotterEdition
    Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
  • GADGET
    GADGETShow More
    iOS 27
    Penyimpanan iPhone Berkurang 15GB Setelah Update iOS 27? Begini Cara Mengatasinya
    2 November 2026 15:00
    Xiaomi 18 Pro
    Xiaomi 18 Pro Series Siap Meluncur Global Bulan Ini, Baterai Diduga Lebih Kecil
    2 November 2026 14:00
    nubia
    nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Gandeng nubia A77 5G
    2 November 2026 12:53
    Nothing Headphone (1) Pro - V
    Nothing Headphone (1) Pro Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp6 Jutaan dengan Triple-Driver dan Desain Transparan
    31 Oktober 2026 16:57
    Unboxing iPhone Duo
    Unboxing iPhone Duo, Smartphone Lipat Pertama Apple Harga Mulai Rp46 Jutaan
    30 Oktober 2026 19:55
  • PC
    PCShow More
    GEEKOM Indocomtech 2026
    GEEKOM Ramaikan Indocomtech 2026, Pamerkan AI Mini PC A9 Mega Berperforma Andal Serta Laptop Super Ringan
    31 Oktober 2026 13:35
    MacBook Pro PROLED
    Apple Rilis MacBook Pro PROLED, Membawa Layar Sentuh dan Profil Lebih Ringan
    29 Oktober 2026 11:15
    Logitech MX Master 4
    Logitech MX Master 4 Developer Edition Hadir dengan Desain Khusus Programmer
    28 Oktober 2026 14:09
    Acer Nitro V15
    Acer Nitro V15 Bisa Jadi Pilihan Laptop untuk Kerja dan Kuliah
    28 Oktober 2026 11:40
    MacBook Pro M6
    MacBook Pro M6 Meluncur, Apple Tambah Tenaga untuk AI Lokal
    28 Oktober 2026 09:10
  • GAMES
  • AUTO
  • MORE
    • Speed Test
    • Gizmopedia
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Interview
    • Apps
    • Opini
    • Versus
    • Awards
    • PRNEWSWIRE
Mesin pencari
Quick Link
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Reading: Review Samsung Galaxy S25 Ultra: Tetap Unggulkan AI, Produktivitas & Kamera Berkualitas
Share
Font ResizerAa
Gizmologi.idGizmologi.id
Font ResizerAa
  • News
  • Review
  • Gadget
  • Gizmoplay
  • Automotive
  • Gizmotalk Podcast
Mesin pencari
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Follow US
  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire

Home » Review Samsung Galaxy S25 Ultra: Tetap Unggulkan AI, Produktivitas & Kamera Berkualitas

ReviewSmartphone

Review Samsung Galaxy S25 Ultra: Tetap Unggulkan AI, Produktivitas & Kamera Berkualitas

Prasetyo Herfianto
By
Prasetyo Herfianto - Editor | Tech Reviewer
24 Maret 2025 17:11
Share
15 Min Read
Review Samsung Galaxy S25 Ultra
SHARE

Konsisten hadir di awal tahun, Samsung meluncurkan trio Galaxy S25 Series yang kembali mengunggulkan kemampuan akal imitasi alias AI. Dan tentu Samsung Galaxy S25 Ultra kembali menjadi penawaran yang paling premium. Menggabungkan cip terbaik Qualcomm, setup kamera lengkap, hingga stylus untuk mendukung produktivitas.

Apakah perubahannya signifikan? Bisa dibilang tidak, tetapi ada cukup banyak peningkatan kecil sana-sini yang membuatnya semakin pas untuk sebuah flagship yang dapat diandalkan untuk berbagai macam kebutuhan. Kapasitas baterai masih sama, dimensi kurang lebih sama, namun bobotnya jauh menurun, dengan layar sedikit lebih besar.

Contents
  • Desain
  • Layar
  • Kamera
  • Fitur
  • Performa
  • Kesimpulan
  • Spesifikasi Samsung Galaxy S25 Ultra 5G

Terlebih ketika berbicara fitur pendukung produktivitas, Samsung Galaxy S25 Ultra seolah tidak memiliki kompetitor yang sepadan, berkat stylus kaya fitur meski sejatinya ada yang disederhanakan. Apakah flagship Rp20 jutaan ini pas untuk kebutuhan Gizmo friends? Berikut ulasan lengkapnya.

Desain

Samsung Galaxy S25 Ultra

Makin ke sini, makin nyaman dalam genggaman. Lewat generasi terbarunya, Samsung hadirkan sejumlah “refinement” pada desain Samsung Galaxy S25 Ultra. Walau masih terlihat mirip-mirip saja, ada perubahan kecil di sana-sini yang membuatnya lebih pas untuk digunakan sebagai gadget andalan harian. Salah satu yang paling saya apresiasi, adalah penurunan bobot perangkat.

More Read

Jobstreet by SEEK hadirkan fitur Basic Talent Search
Cara Mencari Lowongan Kerja Online, Makin Mudah dengan Teknologi Digital
Desain vivo Y100 5G Dirancang Tahan Kotor, Terinspirasi Bunga Anggrek
Review ASUS ROG Zephyrus G16 (GU605) 2025: Laptop Gaming Tipis Premium dengan Performa Andalan

Turun dari kisaran 230 gram, menjadi 218 gram alias lebih ringan dari iPhone 15/16 Pro Max. Walaupun seolah hanya sekian gram saja, bagi saya terasa signifikan lebih ringan, sehingga lebih nyaman membawanya dalam genggaman saat beraktivitas seharian. Bagian tepi perangkat juga sedikit berubah, sudutnya tegas tetapi masih relatif nyaman di permukaan tangan.

Kombinasi material premium seperti bingkai titanium dan kaca Gorilla Armor 2 di sisi depan dan belakang membuatnya terasa solid. Sementara sertifikasi IP68 sudah sangat cukup ketika smartphone terkena air secara tidak sengaja, asalkan bukan air laut. Oh ya, perubahan lainnya ada pada camera ring yang sekarang dibuat lebih tebal.

Samsung Galaxy S25 Ultra
Samsung Galaxy S25 Ultra
Samsung Galaxy S25 Ultra
Samsung Galaxy S25 Ultra

Menurut saya, perubahan ini cukup positif, seolah menjadi cara bagi Samsung untuk mempertegas kemampuan kamera Samsung Galaxy S25 Ultra yang ditingkatkan. Sedikit concern saya, adalah ring paling bawah yang akan selalu kontak langsung ke permukaan seperti meja, memiliki risiko cat yang terkikis. Jadi ada baiknya untuk meletakkan smartphone dengan layar menghadap ke bawah (ini preferensi pribadi saja, ya).

Selain Titanium Silverblue yang punya kontras menarik antara back cover dengan sisi bingkainya, warna yang menurut saya paling menarik, adalah Titanium Jet Black dan Titanium Pink Gold (yang lebih dominan warna emasnya dibandingkan pink). “Sayangnya”, dua warna terakhir yang saya sebut, lebih cepat habis saat periode pre-order kemarin, sebagai opsi warna eksklusif yang hanya bisa didapat ketika membeli secara daring lewat situs resmi Samsung.

Layar

Samsung Galaxy S25 Ultra

Samsung Galaxy S25 Ultra hadir dengan bezel paling tipis yang pernah dibuat, sementara dimensinya sendiri masih 11-12 dengan S24 Ultra. Artinya? Dimensi layar dibuat lebih besar, kini mencapai 6,9 inci secara diagonal. Rasanya cukup mengesankan ketika dimensi layar sebesar ini, muat dalam genggaman (meski untuk sejumlah orang baru terasa nyaman ketika dipegang dengan kedua tangan, ya).

Tetap menggunakan panel Dynamic LTPO AMOLED 2X, resolusinya tetap QHD+, dan bisa menyala cerah hingga 2600 nits—secara angka mungkin tertinggal dibandingkan flagship lain, tetapi saya bisa bilang kalau layar Samsung Galaxy S25 Ultra lebih mudah digunakan di luar ruangan, terutama di bawah terik matahari. Ya, Gizmo friends mungkin sudah bisa menebak alasannya.

Layar Samsung Galaxy S25 Ultra

Apalagi kalau bukan berkat pemanfaatan Gorilla Armor yang dirancang mengurangi pantulan cahaya secara sangat efektif. Generasi kedua yang disematkan kali ini, disebut berhasil lolos uji jatuh dari ketinggian lebih dari 2 meter. Semua poin ini membuat layar flagship Samsung satu ini jempolan. Durable, visually pleasing, dan tentunya imersif berkat dimensi lega dengan bezel super tipis.

Yang berkaitan dengan layar, adalah input stylus S Pen dari Samsung Galaxy S25 Ultra. Tahun ini, fungsinya sedikit lebih sederhana, karena tak lagi memiliki modul Bluetooth sehingga fungsi gestur termasuk mengubahnya menjadi tombol shutter menghilang. Samsung sendiri mengatakan bila fitur tersebut sangat jarang digunakan.

Well, bagi saya pribadi, S Pen sangat jarang saya gunakan untuk menulis catatan di atas layar Samsung Galaxy S25 Ultra. Justru lebih sering saya gunakan sebagai remote shutter—untuk ini, Samsung menyarankan alternatif seperti menggunakan wearables mereka, termasuk Galaxy Ring yang juga bisa difungsikan untuk shutter kamera. Penting atau tidaknya, kembali ke skenario penggunaan masing-masing.

Kamera

Evolusi kamera Samsung Galaxy S Series

Singkat saja, perubahan secara hardware, hanya ada pada sensor ultra-wide. Di mana Samsung Galaxy S25 Ultra mengusung sensor 50MP ISOCELL JN3 dengan diafragma lebih besar f/1.9. Ketiga sensor lainnya di belakang masih sama; 200MP ISOCELL HP2 untuk sensor utama, 12MP IMX754 3x optical zoom, dan 50MP IMX854 5x optical zoom. Selain ultra-wide, semua sensor di belakang mendukung OIS. Lalu bagaimana Samsung meningkatkan kualitas kameranya?

Tentu melalui algoritma pemrosesan gambar yang disempurnakan, ISP dari chipset lebih baru yang tentu lebih superior, serta teknologi seperti Spatio Temporal Filter yang bisa mereduksi noise dengan mendeteksi obyek mana saja yang bergerak atau diam. Overall, saya bisa melihat peningkatan dari generasi sebelumnya, membuat kamera Samsung Galaxy S25 Ultra lebih pas untuk menangkap beragam jenis momen.

Kamera Samsung Galaxy S25 Ultra

Reproduksi warnanya lebih baik dari sebelumnya, dalam artian lebih akurat mulai dari white balance hingga warna kulit pada obyek manusia. Peningkatan pada kualitas sensor ultra-wide juga dapat diapresiasi, serta shutter yang lebih responsif. Namun dalam beberapa kondisi, shutter speed masih perlu dioptimalkan, agar obyek yang bergerak bisa dibidik dengan sempurna demi meminimalisir blur.

Selebihnya, Samsung Galaxy S25 Ultra bisa diandalkan termasuk saat kondisi low-light, dengan menggunakan 5x zoom sekalipun. Kamu bisa eksplorasi lebih jauh mode Pro yang disematkan di dalam perangkat, atau menggunakan sebagai kamera point-and-shoot saja.

Hasil foto dari kamera Samsung Galaxy S25 Ultra, selengkapnya bisa kamu akses lewat album berikut ini.

Bagaimana dengan perekaman videonya? Baik sensor ultra-wide, sensor utama, dan telefoto 5x, sama-sama mampu merekam video dalam resolusi 8K 30fps, yang tergolong cukup impresif. Sementara untuk mode 4K 60fps, bisa di semua sensor, termasuk kamera depan Samsung Galaxy S25 Ultra yang punya sudut pandang cukup lebar dan mendukung dual pixel PDAF. Hasil tangkapan videonya stabil dan memuaskan, tanpa harus mengaktifkan Super Steady sekalipun.

Saat merekam video, terdapat opsi agar mikrofon mampu mengikuti obyek utama, termasuk ketika mengaktifkan zoom. Ini menarik, karena ketika saya mencoba untuk merekam penyanyi dalam sebuah panggung dengan 5x zoom sembari sing along, suara saya sama sekali tidak terdengar dalam video. Kalau suara bocor pun, ada bantuan AI Audio Eraser.

Plus, mode perekaman Pro Video kini lebih lengkap dengan opsi video LOG, alias kamu bisa menerapkan teknik color grading sesukanya. Samsung juga sematkan Virtual Aperture, yang secara real-time mensimulasikan diafragma yang bisa kamu ubah saat perekaman video berlangsung.

Fitur

Samsung Galaxy S25 Ultra

Hadir dengan Android 15, ditambah janji dukungan pembaruan OS sampai 7 tahun ke depan. Poin tersebut terdengar sangat atraktif, tetapi menurut saya kehadiran One UI 7 pada Samsung Galaxy S25 Ultra juga membawa daya tarik tersendiri—terutama ketika dipasangkan dengan Galaxy AI yang semakin matang dan “di mana-mana”.

Secara tampilan, masih seperti One UI pada umumnya yang terasa sangat mudah digunakan serta cukup estetik. Kini ada lebih banyak kustomisasi yang bisa kamu eksplor, dan tentunya fitur AI dikedepankan melalui Samsung Galaxy S25 Ultra. Ketika pertama kali kamu membuka kunci smartphone, setidaknya ada dua fitur baru yang bisa kamu eksplor, yakni Now Bar dan Now Brief.

Now Bar sendiri, bisa dianggap seperti Dynamic Island pada iPhone, namun terletak di layar kunci dan berada di bawah (yang justru mudah diraih). Fitur ini bakal menampilkan informasi penting yang perlu kamu tahu, atau menampilkan kendali seperti musik dan lainnya. Samsung janjikan dukungan aplikasi yang lebih banyak ke depannya. Sementara untuk Now Brief sendiri, bisa sangat berguna, namun dengan catatan.

Samsung Galaxy S25 Ultra

Fitur Now Brief pada Samsung Galaxy S25 Ultra bisa berfungsi layaknya personal assistant yang mampu berikan insight pada pagi, siang, dan malam. Mulai dari memberikan informasi cuaca, kondisi kesehatan, jadwal meeting, rekomendasi playlist Spotify untuk rileks, sampai YouTube Shorts untuk hiburan. Kunci agar fitur ini bisa berjalan maksimal, adalah dengan memanfaatkan ekosistem perangkat Samsung, dan akun pihak ketiga yang mendukung.

Singkatnya, kalau kamu tidak pakai wearables Samsung dan tidak berlangganan Spotify, misalnya, maka Now Brief bakal hanya menampilkan cuaca saja—setidaknya sampai saat ini, ya, ada baiknya kalau Samsung bakal menambahkan fitur-fitur baru atau dukungan platform lain ke depannya. Fitur AI lainnya untuk merangkum teks, transkrip dari rekaman suara, men-generate sketsa menjadi sebuah gambar, tentu bisa kamu temukan semuanya.

Cross App Action Samsung Galaxy S25 Ultra

Yang baru adalah Cross-app Action di Samsung Galaxy S25 Ultra. Memanfaatkan Google Gemini, kamu bisa memberikan perintah ringkas untuk menjalankan beberapa tugas sekaligus. Misalnya, cukup beri perintah seperti, “berikan saya rekomendasi konser musik terdekat dalam sepekan ke depan, lalu simpan daftarnya ke Samsung Notes dan kirim ke WhatsApp Prasetyo,” maka smartphone akan otomatis melakukan semuanya. Praktis, dan bakal semakin memudahkan ketika dukungannya diperluas.

Kamu juga bisa memberikan input dengan bahasa yang lebih natural, baik saat mencari fungsi spesifik di menu pengaturan, atau foto tertentu lewat galeri. Mungkin fitur serupa juga tersedia di smartphone lain, tetapi saya cukup yakin bila Samsung Galaxy S25 Ultra bisa berikan pengalaman lebih optimal. Termasuk AI Object Eraser untuk gambar, atau AI Audio Eraser yang juga bisa dimanfaatkan untuk semua video yang sudah ditangkap—bisa hapus suara keramaian di sekitar dan fokus pada sumber suara dari obyek utama.

Performa

Skor Antutu Samsung Galaxy S25 Ultra

Dari tahun ke tahun, kolaborasi Samsung dan Qualcomm selalu menghadirkan chipset edisi spesial untuk flagship Galaxy terbaru. Begitu pula untuk Samsung Galaxy S25 Ultra, yang mengusung cip Snapdragon 8 Elite for Galaxy, dengan clock speed yang sedikit lebih tinggi dibandingkan versi standar. Dipasangkan bersama RAM 12/16GB, serta penyimpanan hingga 1TB.

Samsung juga menyebutkan bila sistem pendingin berbasis hardware yang disematkan ke dalam Samsung Galaxy S25 Ultra, berukuran 40% lebih besar, untuk pendinginan lebih maksimal. Ada yang menarik terkait suhu perangkat—ketika digunakan untuk multitasking atau menjalankan beberapa game, suhu memang relatif terjaga.

Situasi hangat lebih sering terjadi ketika pengguna mengakses kamera secara intensif, atau akses fitur yang memerlukan AI—mungkin karena pemrosesannya kini lebih mengandalkan AI on-device, ya. Untuk performa Samsung Galaxy S25 Ultra sendiri tak perlu diragukan lagi. Semuanya terasa cepat dan responsif, bahkan Gizmo friends mungkin bisa merasakan peningkatannya dibandingkan generasi sebelumnya.

Rasanya, Samsung benar-benar dapat mengoptimalkan One UI 7, agar perpindahan antar menu jadi terasa lebih gegas. Bakal menjadi kabar baik bila peningkatan performa ini turut hadir ke generasi-generasi berikutnya kelak sudah mendapatkan UI satu generasi—meski saya yakin tidak bisa semuanya, mengingat peran CPU, GPU, dan NPU yang juga cukup besar.

Untuk kualitas audio dari speaker Samsung Galaxy S25 Ultra sendiri, tergolong jempolan. Setup stereo-nya tidak terasa bgitu meningkat dibandingkan sebelumnya yang memang sudah mantap. Pas untuk mengimbangi visual layarnya yang sangat memanjakan mata.

Baterai

Samsung Galaxy S25 Ultra

Cukup, tidak spesial, tidak juga begitu tertinggal. Pada aspek baterai dan pengisian daya, Samsung Galaxy S25 Ultra masih dibuat sama seperti generasi sebelumnya. Alias tidak ada penambahan kapasitas daya baterai, maupun peningkatan pada kecepatan pengisiannya. Meski begitu, saya bisa merasakan adanya peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya.

Daya tahan baterai Samsung Galaxy S25 Ultra masih sangat cukup untuk penggunaan intensif seharian penuh. Dalam kapasitas yang sama-sama 5,000 mAh, saya berekspektasi setidaknya sama, atau bahkan sedikit lebih boros mengingat dimensi layar yang sedikit lebih lega. Meski tak dapat dipungkiri, secara kapasitas, di bawah flagship Android baru lainnya yang sudah gunakan material baterai silicon-carbon.

Pengisian dayanya pun tetap dibuat maksimal sampai 45W, sehingga membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai lebih dari 50%, atau hampir satu jam agar bisa terisi penuh. Dibandingkan kompetitornya yang sesama Android, bisa selisih 10-15 menit. Meski Apple tetap jauh tertinggal.

Dukungan wireless charging juga tetap hadir, hingga 15W atau 4.5W secara reverse alias untuk mengisi daya perangkat lain seperti wearables yang mendukung. Oh ya, Samsung Galaxy S25 Ultra adalah smartphone “Qi2 Ready”, artinya bisa dipasangkan dengan aksesori yang punya standar serupa. Hanya saja tak membawa magnet built-in, sehingga perlu membeli case terpisah.

Kesimpulan

Samsung Galaxy S25 Ultra

Tetap menjadi sebuah flagship dengan fitur paling komplit. Ya, dibandingkan dengan kompetitornya, Samsung Galaxy S25 Ultra mampu menawarkan paket lengkap. Tak hanya menawarkan pengalaman kamera versatile, namun juga sangat pas mendukung produktivitas lewat kehadiran S Pen dan Galaxy AI yang semakin matang.

Nggak pakai S Pen? Masih banyak fitur lainnya yang bisa dieksplorasi. Mungkin untuk kualitas kamera atau daya tahan baterai, bukan yang terbaik, tapi tentu bisa masuk tiga besar yang terbaik saat ini. Kembali lagi, sesuaikan dengan kebutuhan Gizmo friends yang memiliki skenario penggunaan masing-masing.

Spesifikasi Samsung Galaxy S25 Ultra 5G

Samsung Galaxy S25 Ultra - APS
Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lanjut

General

Device Type smartphone
Model / Series Samsung Galaxy S24
Released 18 Januari, 2024
Status Available
Price Rp 13.999.000 (8/256GB), Rp 15.999.000 (8/512GB)

Platform

Chipset Exynos 2400 (4nm)
CPU 8-core (1x3.39GHz Cortex-X4 & 3x3.1GHz Cortex-A720 & 2x2.9GHz Cortex-A720 & 2x2.2GHz Cortex-A520)
GPU Xclipse 940
RAM (Memory) 8GB RAM
Storage 256/512GB
Operating System Android 14
User Interface Samsung One UI 6.1

Design

Dimensions 147 x 70.6 x 7.6 mm
Weight 167 g
Design Features Glass front & back (Gorilla Glass Victus 2), Armor Aluminum 2 frame, IP68
Color: Onyx Black, Marble Grey, Cobalt Violet, Amber Yellow, Jade Green, Sandstone Orange, Sapphire BlueWhite, Phantom Violet, Phantom Pink
Battery Non-removable 4,000 mAh battery
Fast charging 25W
Wireless charging 15W
Reverse wireless charging 4,5W

Display

Screen Type Dynamic LTPO AMOLED 2X
Size and Resolution 6.2-inch FHD+ (1080x2340), 19.5:9 ratio (~416 ppi density)
Touch Screen capacitive touchscreen
Features Gorilla Glass Victus 2
HDR10+
120Hz adaptive refresh rate
In-display fingerprint sensor
2600 nits peak brightness

Network

Network Frequency GSM/ HSPA/ LTE/5G SA/NSA/Sub6/mmWave
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)

Camera

Multi Camera Yes (Rear)
Rear 50 MP, f/1.8, 24mm (wide), 1/1.56-inch, 1.0µm, dual pixel PDAF, OIS; 10 MP, f/2.4, 67mm (telephoto), 1/3.94-inch, 1.0µm, PDAF, OIS, 3x optical zoom; 12 MP, f/2.2, 13mm, 120-degree (ultrawide), 1/2.55-inch, 1.4µm
Front 12 MP, f/2.2, 26mm (wide), dual pixel PDAF
Flash Yes
Video 8K @30fps, 4K @60fps
Camera Features LED flash, panorama, HDR, Night mode, Super steady video, Pro video mode, gyro-EIS+OIS, stereo sound recorder, multi-mic, Directors View,

Connectivity

Wi-fi Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6e, tri-band, Wi-Fi Direct
Bluetooth 5.3, A2DP, LE
USB USB Type-C 3.2, DisplayPort 1.2, OTG
GPS GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS
HDMI No
Wireless Charging Yes
NFC
Infrared No

Smartphone Features

Multimedia Features - Active noise cancellation with dedicated mic
- Stereo speaker
- Galaxy AI
- 7 years OS update
FM Radio Yes
Web Browser HTML5
Messaging SMS; MMS
Sensors Fingerprint (under display, ultrasonic), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer
Other Samsung Pay, Bixby Home, Bixby Reminder, Dolby Atmos, Samsung Knox Vault, Samsung DeX
Author
c19e7258ebc45ca9e52ccf377bf06a31261512d4159ef96846374aeaaf0c4b9e?s=80&d=mm&r=g

Prasetyo Herfianto

Tech reviewer & nasi goreng enthusiast. Editor at Gizmologi.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Seamless Action Across Apps di Galaxy S25 Series, Solusi Multitasking Praktis Memanfaatkan AI
iPhone 18 Pro Series Punya Dynamic Island Baru dan Kamera dengan Variable Aperture
Huawei Mate 60 Pro Punya Tiga Kamera Punch Hole, Bisa Tersambung ke Satelit
Tecno Phantom V Fold Dikabarkan Tak Masuk ke Indonesia
Samsung Galaxy A13 5G Jadi Smartphone 5G Termurah, Harga Rp3 Jutaan
TAGGED:#HeadlineGalaxy S25 UltraHarga Galaxy S25 UltraKekurangan Galaxy S25 UltrareviewReview Galaxy S25 Ultra
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Bluesky Email Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Cry0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Surprise0

Latest Stories

iOS 27
Penyimpanan iPhone Berkurang 15GB Setelah Update iOS 27? Begini Cara Mengatasinya
Smartphone Tips
Meta Style Sketch
Meta Style Sketch Rilis di Indonesia, AI Stylist untuk Racik Outfit Harian
AI Apps
Xiaomi 18 Pro
Xiaomi 18 Pro Series Siap Meluncur Global Bulan Ini, Baterai Diduga Lebih Kecil
Smartphone
nubia
nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Gandeng nubia A77 5G
Gadget News

Latest Review

Lenovo IdeaTab Plus
Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
Review Dune: Awakening
Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
The Blood of Dawnwalker
Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
ASUS ROG Azoth X
Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
realme16ProHarryPotterEdition
Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
Gizmologi.idGizmologi.id
Follow US
© 2025 Gizmologi by PT Konten Cipta Kreatif. All Rights Reserved.

Our Family: Gadgetdiva - Otodiva - Traveldiva

  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire
Memuat Komentar...
icon gizmologi icon gizmologi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?