Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Tips Ampuh Lindungi Perangkat dari Serangan Cryptojacking

Aneka rupa kejahatan dunia maya terus mengintai pesatnya teknologi internet yang telah mempermudah keseharian kita. Salah satunya adalah serangan cryptojacking, yang layak kita waspadai mengingat kasus pelaporannya yang terus meningkat.

Serangan cryptojacking berarti penyelundupan malware ke komputer dan perangkat media lainnya kemudian membajak daya pemrosesan komputer untuk melakukan penambangan kripto. Pelaku serangan cryptojacking ini  menargetkan perangkat media dan perangkat Internet of Things yang tidak aman untuk cryptomining.

Pelaku serangan cryptojacking menggunakan GPU yang kuat untuk memecahkan kode dan mentranskode konten dalam format resolusi tinggi.

Mereka banyak menargetkan perangkat media sebab meski memakai GPU yang kuat, perangkat ini kurang aman. Terlebih karena perangkat ini cenderung selalu dihidupkan, ada banyak downtime yang dapat dieksploitasi tanpa deteksi.

Cryptojacking telah menjadi kekhawatiran yang berkembang. Penjahat dunia maya tidak puas dengan ketersediaan server rentan dan PC untuk membajak untuk menambang cryptocurrency favorit mereka. Jadi, mereka telah menambahkan sumber horisepower komputasional yang lain ke gudang senjata mereka — perangkat IoT, ” kata David Maciejak, Direktur Riset Keamanan, Fortinet.

Serangan cryptojacking kian perlu diperhatikan sebab diprediksi akan terjadi ledakan dalam Internet of Things (IoT) yang bakal menghubungkan hingga 20,4 miliar perangkat secara global pada 2020. Hal ini berarti semakin banyak perangkat elektronik di rumah yang terhubung ke jaringan atau internet, yang bisa membuka ruang bagi terjadinya kejahatan cryptojacking.

Serangan cryptojacking semakin meningkat seiring dengan pesatnya pemakaian internet untuk keperluan sehari-hari. Foto oleh digitaleconomyjournal.com

Baca juga: Sepele Tapi Berisiko, Ini 5 Kesalahan Umum di Media Sosial

Fortinet baru-baru ini berbagi tiga tips yang bisa kita terapkan agar terhindar dari serangan cryptojacking atau kejatahan dunia maya lainnya. Mari disimak yuk, Gizmo lovers!

1. Pelajari & Temukan Jaringan Rumah

Related Posts
1 daripada 3

Dengan semakin banyaknya IoT portabel dan perangkat lain yang dipasang atau digunakan oleh anggota keluarga dan teman yang mengunjungi rumah kita, mungkin sulit untuk mengetahui dengan tepat apa yang ada di jaringan rumah kita pada waktu tertentu. Lebih sulit lagi mengontrol apa yang diizinkan untuk mereka lakukan.

Ada sejumlah alat keamanan di pasaran saat ini yang dirancang untuk rumah yang dapat mengidentifikasi perangkat yang ingin terhubung ke internet melalui jaringan Wi-Fi kita. Banyak dari alat tersebut yang dapat dengan mudah dikonfigurasi untuk memberi mereka akses ke jaringan tamu kita.

Di lain pihak, kita bisa membatasi dan memantau jenis lalu lintas yang mereka hasilkan, aplikasi dan sumber daya rumah yang dapat mereka akses, jumlah waktu mereka dapat terhubung secara online dan tempat di internet yang diizinkan untuk terhubung.

2. Menerapkan Jaringan Tersegmentasi

Pastikan bahwa pengunjung dan perangkat yang tidak sah terhubung ke jaringan tamu sementara sumber daya penting, seperti data keuangan, harus diisolasi dari seluruh jaringan. Untuk lebih khususnya, bisa dilakukan hal seperti ini:

  • Beli titik akses nirkabel terpisah untuk memisahkan hal-hal seperti sistem permainan dan perangkat IoT dari PC dan laptop.
  • Atur jaringan tamu nirkabel untuk pengunjung atau perangkat baru. Sebagian besar jalur akses memungkinkan kita membatasi akses, mengatur hal-hal, seperti firewall dan memantau perilaku pengunjung.
  • Untuk melindungi sumber daya penting kita, pertimbangkan membeli perangkat khusus yang terpisah yang hanya digunakan untuk hal-hal, seperti perbankan online. Kita juga dapat mengatur perangkat virtual terpisah di laptop atau PC untuk online banking.
  • Sebisa mungkin, jagalah pekerjaan dan perangkat pribadi kita agar tetap terpisah. Siapkan koneksi terpisah untuk bekerja, hanya sambungkan melalui terowongan VPN, dan pertimbangkan enkripsi data sensitif yang berjalan bolak-balik antara jaringan rumah dan perusahaan kita.

3. Lindungi Semua Perangkat Kritis & Lakukan Pembaruan Reguler

Simpan daftar semua perangkat dan aplikasi penting di jaringan kita, termasuk pabrikan. Siapkan waktu rutin mingguan untuk memeriksa pembaruan untuk perangkat fisik dan virtual, sistem operasi, aplikasi dan browser.

Hidupkan firewall, gunakan kata sandi yang baik dan ubahlah setiap tiga hingga enam bulan sekali, dan jangan samakan semua kata sandi untuk berbagai keperluan, terutama untuk kebutuhan kerja kita.

Selamat mencoba!

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: