Persaingan pasar ponsel pintar kelas menengah di Indonesia kembali memanas pada awal tahun 2026. Dua raksasa teknologi, Infinix dan Vivo, meluncurkan jagoan terbarunya yang menyasar segmen harga Rp3 jutaan, yakni Infinix NOTE Edge dan Vivo Y400. Keduanya hadir dengan proposisi nilai yang berbeda, mencoba memikat hati konsumen muda yang semakin kritis terhadap spesifikasi dan estetika.
Di satu sisi, Infinix NOTE Edge mencoba mendobrak batasan dengan menawarkan performa tinggi dan desain ultra-tipis yang elegan. Di sisi lain, Vivo Y400 tetap setia dengan DNA-nya yang mengedepankan durabilitas dan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Fenomena ini menciptakan dilema menarik bagi calon pembeli yang menginginkan perangkat serba bisa namun tetap ramah di kantong.
Menurut Adit Prawira, Senior Analyst Tech-Reviewer dari Gadget-Insight, “Pertarungan di segmen 3 jutaan saat ini bukan lagi soal siapa yang paling murah, melainkan siapa yang mampu memberikan value-for-money terbaik dari sisi pengalaman pengguna, baik itu untuk gaming maupun pembuatan konten.” Lantas, di antara Infinix NOTE Edge dan Vivo Y400, manakah yang lebih layak menghuni saku Anda? Mari kita bedah secara mendalam.
Desain

Infinix NOTE Edge tampil sangat mencolok dengan ketebalan yang hanya mencapai 7,2 mm. Dimensi ini menjadikannya salah satu ponsel tertipis di kelasnya, dipadukan dengan material bodi belakang Matte Nano-Glass yang memberikan kesan premium dan bebas bekas sidik jari. Dengan berat 190 gram, perangkat ini terasa solid namun tetap ringan saat digenggam untuk durasi yang lama.
Sementara itu, Vivo Y400 hadir dengan pendekatan yang lebih konservatif namun sangat fungsional. Perangkat ini memiliki ketebalan 7,9 mm dengan bobot sedikit lebih berat, yakni 197 gram. Meski menggunakan material plastik pada bagian belakang dan bingkainya, Vivo Y400 unggul dalam hal sertifikasi ketahanan. Perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 yang berarti tahan terhadap debu dan air hingga kedalaman tertentu.

Perbedaan mencolok terlihat pada filosofi desain kedua produk ini. Infinix NOTE Edge lebih mengejar aspek gaya dan futuristik dengan profil yang sangat ramping. Sedangkan Vivo Y400 lebih mengutamakan rasa aman bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan melalui durabilitas bodinya yang sudah teruji. Keduanya sama-sama telah mengadopsi teknologi In-Display Fingerprint untuk keamanan biometrik yang modern.
Layar

Sektor visual menjadi arena di mana Infinix NOTE Edge tampak mendominasi secara teknis. Ponsel ini mengusung layar AMOLED berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1.5K (1208 x 2644 px). Penggunaan resolusi 1.5K memberikan kerapatan piksel yang lebih tinggi dibandingkan standar FHD+ pada umumnya, sehingga teks dan gambar terlihat jauh lebih tajam. Tak hanya itu, tingkat kecerahan puncaknya mampu mencapai 4500 nits, menjamin visibilitas sempurna di bawah terik matahari.
Vivo Y400 menggunakan panel AMOLED 6,67 inci dengan resolusi FHD+ (1080 x 2400 px). Meskipun resolusinya berada di bawah Infinix, layar ini tetap menawarkan kualitas warna yang kontras dan hitam yang pekat khas panel organik. Refresh rate 120Hz yang disematkan membuat transisi menu dan pergerakan objek saat bermain game terasa mulus. Tingkat kecerahan puncaknya berada di angka 3200 nits, yang sebenarnya sudah sangat tinggi untuk penggunaan harian.
Bagi pengguna yang memprioritaskan konsumsi konten multimedia berkualitas tinggi atau sering melakukan editing video di ponsel, layar Infinix NOTE Edge menawarkan keunggulan yang sulit diabaikan berkat resolusi 1.5K dan kecerahan ekstremnya. Namun, bagi pengguna kasual, layar Vivo Y400 sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hiburan sehari-hari dengan efisiensi daya yang mungkin sedikit lebih baik karena resolusi yang lebih rendah.
Performa

Jika kita berbicara mengenai “jantung” perangkat, terdapat perbedaan performa yang sangat signifikan. Infinix NOTE Edge ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7100 yang berhasil mencatatkan skor AnTuTu di kisaran 700 ribu poin. Kekuatan pacu ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan aplikasi berat dan game populer dengan pengaturan grafis tinggi tanpa hambatan berarti. Dukungan konektivitas 5G juga memastikan perangkat ini siap untuk masa depan.
Di sisi lain, Vivo Y400 masih mengandalkan Qualcomm Snapdragon 685, sebuah chipset yang dikenal efisien namun secara performa tertinggal cukup jauh dengan skor AnTuTu sekitar 350 ribu poin. Selain itu, chipset ini hanya mendukung konektivitas hingga jaringan LTE (4G), yang mungkin menjadi pertimbangan bagi mereka yang tinggal di area dengan cakupan 5G yang luas. Vivo tampaknya lebih fokus pada stabilitas suhu dan daya tahan baterai daripada performa murni.
Konfigurasi memori kedua perangkat ini sebenarnya cukup bersaing, dengan varian tertinggi mencapai RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB. Namun, dengan basis performa chipset yang jauh berbeda, Infinix NOTE Edge jelas lebih unggul dalam hal multitasking dan pengalaman bermain game yang kompetitif. Infinix juga sudah melangkah lebih jauh dengan sistem operasi XOS 16 berbasis Android 16, sementara Vivo masih berada di Funtouch OS 15 dengan Android 15.
Kamera dan Fitur Pendukung

Pada departemen fotografi, Infinix NOTE Edge menggunakan kamera utama 50MP yang dipadukan dengan kamera depan 13MP. Fokus Infinix di sini adalah pada pengolahan gambar yang natural dan kecepatan fokus. Fitur tambahan seperti Action Button memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna untuk mengakses fungsi tertentu secara cepat, mirip dengan fitur pada ponsel kelas flagship. Keberadaan IR Blaster juga menambah nilai guna ponsel ini sebagai pengendali perangkat elektronik di rumah.
Vivo Y400 juga mengusung kamera utama 50MP, namun ditambah dengan sensor kedalaman (depth) 2MP untuk membantu menghasilkan efek bokeh yang lebih rapi pada foto portrait. Di bagian depan, terdapat kamera 8MP yang meski secara angka lebih kecil dari kompetitornya, namun didukung oleh algoritma kecantikan ala Vivo yang sudah sangat populer di kalangan pencinta swafoto. Sayangnya, Vivo tidak menyertakan IR Blaster pada model ini.
Untuk urusan audio, keduanya sudah dibekali dengan stereo speakers. Namun, Infinix NOTE Edge memiliki nilai tambah berkat tuning langsung dari JBL yang menjanjikan kualitas suara lebih jernih dan berbobot. Sementara Vivo tetap memberikan kualitas suara yang lantang dan imersif untuk kelas harganya. Secara keseluruhan, Infinix menawarkan paket fitur yang lebih lengkap dan variatif untuk menunjang gaya hidup digital penggunanya.
Daya Tahan Baterai
Satu hal yang sangat mengejutkan adalah bagaimana Infinix berhasil menyematkan baterai berkapasitas raksasa 6500mAh ke dalam bodi yang hanya setebal 7,2 mm. Kapasitas ini jauh melampaui standar ponsel menengah saat ini, yang biasanya hanya mentok di 5000mAh. Dengan pengisian daya cepat 45W FastCharge, pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengisi ulang daya baterai jumbo tersebut.
Vivo Y400 juga tidak kalah menarik dengan baterai 6000mAh yang didukung pengisian daya 44W. Meskipun kapasitasnya sedikit di bawah Infinix, namun dipadukan dengan chipset Snapdragon 685 yang lebih hemat daya, daya tahan baterainya bisa jadi sangat impresif untuk penggunaan normal hingga dua hari. Vivo secara konsisten memberikan manajemen daya yang baik melalui perangkat lunak Funtouch OS mereka.
Keduanya menunjukkan kemajuan luar biasa dalam teknologi baterai, di mana bodi tipis tidak lagi menjadi alasan untuk memiliki kapasitas baterai kecil. Pilihan di sektor ini bergantung pada kebutuhan Anda; jika Anda adalah pengguna berat yang sering bermain game dan membutuhkan kapasitas murni yang besar, Infinix NOTE Edge adalah pemenangnya. Namun, jika Anda mencari keseimbangan antara kapasitas besar dan efisiensi sistem, Vivo Y400 tetap menjadi pilihan yang sangat solid.
Kesimpulan: Mana yang Harus Anda Pilih?
Berdasarkan perbandingan di atas, Infinix NOTE Edge (8/256 GB seharga Rp3,5 juta) menawarkan spesifikasi yang hampir menyentuh kelas atas di kategori harga menengah. Dengan performa Dimensity 7100 yang kencang, layar 1.5K yang memukau, dan baterai 6500mAh, ponsel ini sangat cocok untuk pengguna yang haus akan performa dan teknologi terbaru. Ditambah lagi dengan desain yang sangat tipis, ia memberikan nilai gengsi tersendiri.
Di sisi lain, Vivo Y400 (8/256 GB seharga Rp3,5 juta) lebih menonjolkan sisi durabilitas dengan sertifikasi IP68 dan keandalan merek yang sudah mapan. Walaupun performa chipset dan resolusi layarnya tertinggal, ponsel ini menawarkan kenyamanan penggunaan jangka panjang bagi mereka yang tidak terlalu mementingkan spesifikasi di atas kertas, melainkan ketahanan perangkat terhadap lingkungan yang ekstrem.
Pada akhirnya, keputusan ada di tangan Anda. Apakah Anda lebih memilih kecepatan dan visual yang tajam dari Infinix, atau ketangguhan dan rasa aman dari Vivo? Keduanya merupakan representasi terbaik dari inovasi di kelas harga Rp3 jutaan saat ini.
Tabel Spesifikasi: Infinix NOTE Edge vs Vivo Y400
| Fitur | Infinix NOTE Edge | Vivo Y400 |
| Konektivitas | GSM/HSPA/LTE/5G | GSM/HSPA/LTE (4G) |
| Dimensi | 163.1 x 74 x 7,2 mm | 162.3 x 75.3 x 7.9 mm |
| Bobot | 190 gram | 197 gram |
| Layar | 6.78″ 1.5K AMOLED, 120Hz | 6.67″ FHD+ AMOLED, 120Hz |
| Resolusi | 1208 x 2644 px | 1080 x 2400 px |
| Kecerahan Layar | 1200 nits (HBM) / 4500 nits (Peak) | 1525 nits (HBM) / 3200 nits (Peak) |
| Chipset | MediaTek Dimensity 7100 (~700k AnTuTu) | Qualcomm Snapdragon 685 (~350k AnTuTu) |
| RAM/Internal | 8/128 GB, 8/256 GB | 8/128 GB, 8/256 GB |
| Kamera Belakang | 50 MP Main Camera | 50 MP Main + 2 MP Depth |
| Kamera Depan | 13 MP | 8 MP |
| Baterai | 6500 mAh | 6000 mAh |
| Kecepatan Isi Daya | 45W FastCharge | 44W Wired Charging |
| Sistem Operasi | XOS 16 (Android 16) | Funtouch OS 15 (Android 15) |
| Keamanan | In-Display Fingerprint | In-Display Fingerprint |
| Sertifikasi | IP65 | IP68 (Tahan Air & Debu) |
| Fitur Lain | Dual Speaker JBL, IR Blaster, NFC, Action Button | Stereo Speaker, NFC |
| Harga (8/256 GB) | IDR 3,5 Juta | IDR 3,5 Juta |
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



