alexa

Kolaborasi dengan ZEISS, Terobosan Baru Vivo Perkuat Kemampuan Kamera Smartphone

Menjelang akhir tahun 2020 ini, Vivo membuat tonggak baru yang mungkin bakal memperkuat bisnis mereka di tahun-tahun mendatang. Produsen smartphone milik BBK Electronics China tersebut mengumumkan kemitraan strategis jangka panjang dengan ZEISS.

Bagi kalian pembaca baru yang masih belum terlalu tahu, ZEISS adalah perusahaan teknologi terkemuka asal Jerman di bidang optik dan optoelektronik. Nama ZEISS juga identik dengan optik litografi terkemuka di dunia, yang digunakan oleh industri chip untuk memproduksi komponen semikonduktor. Ada permintaan global untuk produk merek ZEISS yang sedang tren seperti lensa kacamata, lensa kamera dan teropong.

Nah, dari kerja sama tersebut mereka akan mengembangkan terobosan inovasi dalam teknologi mobile imaging atau pencitraan gambar seluler. Sistem mobile imaging terbaru, vivo ZEISS Co-engineered Imaging System akan ditampilkan secara perdana dalam seri premium atau flagship terbaru vivo.

Sayonara Nokia, ZEISS Pindah ke Lain Hati

vivo ZEISS Global Imaging Team 1Jika menengok ke belakang, sebelumnya sudah belasan tahun ZEISS bekerja sama dengan Nokia. Namun, HMD Global yang sekarang menjadi pemegang lisensi smartphone Nokia nampaknya kurang memperhatikan aset kolaborasi tersebut. Pengembangan produknya sangat lambat dalam mengikuti tren pasar.

Terlihat dari sejumlah produk baru yang dirilisnya pun tidak ada yang impresif di sektor kamera. Padahal saat masih berjaya, produun mereka juga lebih pede berjualan di kelas menengah ke bawah. Sehingga tak heran jika kemudian ZEISS pindah ke lain hati, jatuh ke pelukan Vivo.

Langkah yang logis juga bagi ZEISS menerima pinangan dari brand yang sedang naik daun. Perusahaan dari China yang tumbuh pesat tentu lebih “cuan” dibanding HMD Global yang masih tertatih untuk bangkit. Juga menjadi langkah cerdas bagi vivo menggandeng perusahaan yang memang sudah ahli di bidangnya.

Kerja sama yang dilakukan Vivo ini seperti meneruskan jejak pendahulunya, Huawei yang juga berkolaborasi dengan perusahaan asal Jerman Leica. Huawei menjelma dari produsen ponsel kelas entry menjadi pionir smartphone kamera. Meski langkah tersebut sekarang terganjal dengan kebijakan Trump saat menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.

Membangun vivo ZEISS Imaging Lab

Vivo Zeiss LabSebagai bagian dari kemitraan ini, vivo dan ZEISS rencananya akan membangun vivo ZEISS Imaging Lab. Ini adalah sebuah program R&D bersama demi mendorong inovasi teknologi mobile imaging bagi smartphone flagship vivo. Hal ini pula yang dilakukan Huawei saat bermitra dengan Leica yang membangun laboratorium riset Max Berek Innovation Lab.

Kerja sama strategis dan multi-aspek ini disebut membuka kesempatan bagi vivo bersama ZEISS dalam memperkuat serta memajukan teknologi mobile photography atau fotografi seluler. Hal ini diungkapkan oleh  Spark Ni, Wakil Presiden Senior dan CMO vivo yang mengatakan melalui kemitraan ini, teknologi mobile imaging ZEISS  akan dapat dinikmati oleh lebih banyak konsumen.

“Berdasarkan sinergi yang saling melengkapi dalam spesialisasi optik dan teknologi digital terbaru, vivo dan ZEISS ingin menjadikan kemitraan strategis ini sebagai titik awal untuk menciptakan peluang baru dalam mobile imaging yang memungkinkan eksplorasi kreatif, yang lebih luas, sekaligus mendukung pengembangan jangka panjang di berbagai industri,” kata Spark Ni.

Sementara itu Joerg Schmitz, Head of ZEISS Consumer Products, mengatakan fokus kemitraan antara vivo dan ZEISS adalah mobile imaging. “Pengalaman profesional ZEISS selama puluhan tahun dalam aspek teknologi optik dan pencitraan akan memungkinkan vivo meningkatkan performa penciptaan gambar pada seri premiumnya,” imbuhnya.

Tentu saja, hasil karya kolaborasi vivo dan Zeiss ini sangat ditunggu oleh para pencinta gawai. Karena keduanya sama-sama memiliki pengalaman yang kuat di bidangnya masing-masing. Kedua pihak juga akan bekerja sama untuk saling memfasilitasi dalam pengembangan aspek pelengkap mobile imaging. Di satu sisi, teknologi optik ZEISS akan secara signifikan meningkatkan performa mobile imaging vivo pada tingkat yang lebih profesional. Di sisi lain, vivo dengan lebih 380 juta pengguna di seluruh dunia, memiliki wawasan yang mendalam akan preferensi konsumen dalam mobile imaging.

Apakah dengan kerja sama ini Vivo akan menjadi besar seperti Huawei yang sampai diblokir oleh Amerika Serikat atau bernasib lain? Kita tunggu saja.

Tunjukkan Komen (1)