Jakarta, Gizmologi – Akibat krisis chip di era sekarang, Apple lirik pemasok memori dari Tiongkok. Kabarnya, ini akan menjadi salah satu cara Apple untuk menanggulangi krisis chip, dan salah satu permasalahannya adalah perusahaan asal Cupertino tersebut berisiko hadapi politik AS.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News yang menyebut Apple tengah berdiskusi dengan ChangXin Memory Technologies (CXMT) dan Yangtze Memory Technologies (YMTC). Kedua perusahaan tersebut merupakan pemain besar di industri semikonduktor China yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperluas kapasitas produksinya.
Namun langkah ini bukan tanpa risiko. Pasalnya, CXMT dan YMTC saat ini masuk dalam daftar Section 1260H milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang mengidentifikasi sejumlah perusahaan sebagai entitas yang memiliki keterkaitan dengan militer China. Meski tidak ada larangan langsung untuk berbisnis dengan perusahaan dalam daftar tersebut, keputusan tersebut berpotensi memicu tekanan politik maupun pengawasan regulator yang lebih ketat terhadap Apple.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Max Dirumorkan Bakal Punya Baterai Terbesar Sepanjang Sejarah
Apple Cari Alternatif di Tengah Ketatnya Pasokan Memori

Kebutuhan memori pada perangkat modern terus meningkat, terutama seiring berkembangnya fitur berbasis AI yang membutuhkan kapasitas RAM dan penyimpanan lebih besar. Di sisi lain, industri semikonduktor global masih menghadapi tantangan pasokan yang membuat sejumlah produsen mencari sumber alternatif untuk menjaga rantai pasok tetap stabil.
Dalam konteks tersebut, CXMT dan YMTC menjadi opsi yang cukup menarik. Kedua perusahaan diketahui terus meningkatkan kemampuan produksi mereka dan mulai dilirik oleh berbagai pelaku industri teknologi. Bagi Apple, diversifikasi pemasok juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada sejumlah vendor tradisional yang saat ini menghadapi tekanan permintaan tinggi.
Risiko Politik dan Regulasi Masih Membayangi
Meski demikian, aspek geopolitik menjadi faktor yang sulit diabaikan. Hubungan Amerika Serikat dan China di sektor teknologi masih berlangsung cukup panas, terutama terkait pengembangan semikonduktor dan teknologi strategis lainnya.
Bloomberg juga melaporkan bahwa CEO Apple, Tim Cook, disebut sedang melakukan komunikasi dengan pemerintahan Presiden Donald Trump serta Departemen Perdagangan AS guna mengantisipasi potensi dampak regulasi apabila kerja sama tersebut benar-benar terealisasi.
Sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Apple terkait pembicaraan tersebut. Karena itu, masih belum jelas apakah CXMT atau YMTC akan benar-benar masuk ke dalam rantai pasok Apple. Namun kabar ini menunjukkan bahwa tekanan pasokan komponen global mulai mendorong perusahaan teknologi untuk mempertimbangkan opsi yang sebelumnya dianggap cukup sensitif dari sisi politik maupun bisnis.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

