OpenAI resmi memperkenalkan Dots, agen AI baru dirancang untuk membantu pengguna mengelola pekerjaan secara berkelanjutan. Berbeda dari chatbot yang menunggu instruksi setiap kali dipakai, OpenAI Dots dirancang untuk mengikuti sebuah pekerjaan sampai selesai.
Diumumkan dalam acara OpenAI DevDay 2026, Dots rencananya akan diluncurkan secara bertahap lewat ChatGPT di web, desktop, dan mobile untuk seluruh pengguna ChatGPT Pro.
Karena tidak perlu menunggu instruksi setiap kali dipakai. OpenAI menjelaskan, pengguna cukup memberikan tujuan yang ingin dicapai. Setelah itu, Dots akan memantai progres, menentukan langkah berikutnya, dan menindaklanjuti saat ada perubahan, sehingga pengguna tidak perlu mengulang dari awal.
“Berikan dot sebuah tujuan dan sampaikan apa yang ingin Anda capai,” tulis OpenAI, sebagaimana dikutip dari keterangannya, Jumat (2/10/2026). “Dots kemudian dapat mengikuti perkembangan pekerjaan dan menentukan langkah berikutnya tanpa harus terus diberi instruksi.”
Apa itu Dots dari OpenAI?

Dots adalah agen AI berbasis GPT-6 Astra. Pengguna cukup menyampaikan tujuan, lalu Dots mengurus kelanjutannya. Menurut lembar fakta OpenAI untuk media, Dots dapat memantau pekerjaan, memakai aplikasi yang terhubung, dan menghubungi pengguna jika ada hal yang butuh keputusan.
Setiap agen punya komputer cloud sendiri. Untuk menjalankan tugas, Dots memakai aplikasi yang terhubung, Codex, dan ChatGPT Work, mulai dari riset, analisis data, menyiapkan dokumen, sampai membantu membuat perangkat lunak.
OpenAI juga menyebut Dots dapat bekerja secara lebih proaktif. Agen AI ini dapat meninjau informasi dari aplikasi yang telah dihubungkan untuk menemukan pembaruan yang mungkin relevan bagi pengguna.
Namun, OpenAI menegaskan terdapat sejumlah batasan, termasuk tidak dapat mengirim pesan kepada orang lain, mengubah konten di aplikasi pengguna, maupun mengendalikan komputer dan browser secara langsung.
Apa Bedanya OpenAI Dots dengan ChatGPT dan Codex?
OpenAI menempatkan Dots sebagai kategori produk tersendiri. ChatGPT dan Codex dipakai untuk berdiskusi, menggali ide, atau menyelesaikan pekerjaan selangkah demi selangkah. Dots dirancang untuk terus mengikuti satu pekerjaan sampai tuntas tanpa menunggu instruksi baru.

Ada tiga perbedaan yang disebut OpenAI:
- Dots dapat mempelajari preferensi kerja pengguna.
- Dots mengingat keputusan sebelumnya, jadi percakapan tidak mulai dari nol.
- Dots bisa menangani beberapa proyek sekaligus.
Bisa Membantu Developer hingga Kreator Konten
OpenAI menyiapkan sejumlah skenario penggunaan untuk berbagai profesi.
Bagi developer, Dots dapat membantu memindahkan aplikasi dari API lama ke API baru, membaca dokumentasi, membuat perubahan kode, hingga menyiapkan pull request untuk ditinjau.
Sementara untuk tim penjualan, agen AI ini dapat membantu memperbarui proposal sesuai kebutuhan pelanggan yang terus berubah.

Menariknya, OpenAI juga menyoroti penggunaan untuk kreator konten. Dots dapat membantu mengolah transkrip wawancara, menemukan bagian yang menarik untuk dijadikan klip, menyiapkan catatan acara, hingga membantu membuat konten media sosial.
Apa batasan Dots?
Dots bisa meninjau informasi dari aplikasi yang terhubung untuk mencari pembaruan yang relevan. Tapi OpenAI menetapkan batas. Dots tidak bisa mengirim pesan ke orang lain, tidak bisa mengubah konten di aplikasi pengguna, dan tidak bisa mengendalikan komputer maupun browser pengguna secara langsung [konfirmasi: apakah “komputer” di sini berarti perangkat pengguna, bukan komputer cloud milik agen.
Kapan OpenAI Dots Tersedia?

OpenAI mulai meluncurkan Dots secara bertahap melalui ChatGPT di web, desktop, dan perangkat seluler untuk pengguna Pro. Fitur ini juga tersedia bagi pelanggan Business Premium, sementara pengguna Enterprise dapat mengakses versi beta setelah diaktifkan oleh administrator ruang kerja.
Untuk mulai menggunakan Dots, pengguna perlu menghubungkan aplikasi yang ingin digunakan melalui ChatGPT versi desktop sebelum melanjutkan interaksi melalui perangkat lain.
PandAI untuk Keluarga, Cara OpenAI Bantu Orang Tua Dampingi Remaja

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang cepat saat ini membuat banyak orang tua merasa diri mereka tertinggal dari anak-anak mereka. Namun menurut OpenAI, mendampingi remaja atau anak menggunakan AI tidak berarti orang tua harus selalu memiliki semua jawaban.
Pesan itu yang menjadi fokus peluncuran PandAI untuk Keluarga (Panduan Praktis AI untuk Keluarga), program baru OpenAI dirancang untuk membantu keluarga membangun kebiasaan penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab.
Communications Lead OpenAI Indonesia, Cipluk Carlita, mengatakan fenomena remaja yang lebih cepat memahami teknologi kini semakin umum terjadi.
Ia mengaku kerap menemukan anak-anaknya menggunakan aplikasi yang belum pernah ia coba sebelumnya.
“Sebagai orang tua, kita sebenarnya tidak harus mengetahui semuanya. Kalau generasi milenial tumbuh bersama teknologi, sekarang kita mendampingi anak-anak untuk tumbuh bersama teknologi,” kata Cipluk dalam sesi media di Jakarta, (30/9/2026).
Menurut Cipluk, peran orang tua bukan menjadi ahli teknologi, melainkan hadir sebagai pendamping yang dapat membantu anak memahami risiko dan peluang yang muncul dari perkembangan AI.
“Yang penting adalah mengetahui kapan harus mengingatkan mereka untuk berhati-hati, kapan perlu mengajak mereka berdiskusi, dan kapan kita bisa duduk bersama untuk mengeksplorasi sesuatu yang menarik,” paparnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

