Jakarta, Gizmologi – Adanya platform atau aplikasi telemedisin hadir untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Terutama di masa pandemi yang sudah memasuki tahun ketiga ini, di mana lebih banyak dari kita yang memilih untuk konsultasi secara virtual alih-alih harus ke luar rumah, atau mengunjungi klinik & rumah sakit.
Fitur yang ditawarkan oleh platform telemedisin juga terus ditambahkan. Mulai dari jasa konsultasi dengan dokter, pemesanan obat, sampai layanan isolasi mandiri saat terjangkit COVID-19. Sebagai salah satu platform yang juga termasuk rekanan resmi layanan isoman dari pemerintah, Alodokter kini baru saja umumkan sebuah teknologi baru dalam aplikasinya.
Bermaksud agar dapat mendeteksi penyakit dengan lebih akurat, kini platform telemedisin yang sudah melayani masyarakat sejak 2014 tersebut bisa lakukan proses diagnosa kondisi paru-paru penggunanya. Tak perlu menggunakan alat tambahan, hanya cukup menggunakan smartphone yang digunakan untuk akses aplikasi. Perluas layanan yang selama ini sudah dihadirkan, untuk lebih dari 30 juta pengguna aktif setiap bulannya.
Memanfaatkan Mikrofon Pada Smartphone

Memanfaatkan hardware yang ada pada smartphone, kini pengguna aplikasi Alodokter bisa melakukan proses diagnosa kondisi paru-paru. Mulai dari infeksi paru, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), ISPA, batuk rejan dan bronkitis—keenamnya bisa dideteksi hanya dengan suara batuk saja. Bagaimana caranya?
Pengguna cukup merekam suara batuk selama lima kali secara langsung ke mikrofon smartphone yang digunakan. Kemudian rekaman tersebut akan dideteksi dengan tingkat akurasi berkisar dari 87 – 97%. Tingkatan tersebut sama dengan pemeriksaan konvensional, yang berarti sudah cukup aman digunakan dalam proses diagnosa penyakit yang tergolong cukup serius tersebut.
Untuk hadirkan metode diagnosis baru ini, Alodokter bekerja sama dengan ResApp, sebuah perusahaan teknologi diagnosis kesehatan digital asal Australia. Sudah mendapat akreditasi dari dua negara, teknologinya dikembangkan dengan mencocokkan ciri-ciri dari suara batuk dengan diagnosis klinis. Di Asia, Alodokter menjadi perusahaan telemedisin pertama yang berikan akses teknologi terbaru ini kepada masyarakat umum.
Lebih lanjut, Suci Arumsari selaku Presiden Direktur Alodokter menambahkan, “yang membuat teknologi ini berbeda adalah Anda tidak memerlukan gadget tambahan, cukup gunakan smartphone yang Anda miliki. Anda tinggal batuk di dekat smartphone, kemudian dalam beberapa detik, dokter kami bisa langsung mengetahui diagnosis secara otomatis dari sistem.”
Dengan adanya teknologi baru ini, dokter lebih mudah melakukan proses diagnosis penyakit, dapat memberikan perawatan secara lebih efisien dari jarak jauh, serta bantu pasien tangani permasalahan kesehatannya lebih cepat tanpa harus keluar rumah.
Dukung PERKEDWI Tingkatkan Kualitas Dokter di Daerah Wisata

Selain hadirkan metode baru untuk diagnosa penyakit, Alodokter juga terus mendukung misi pemerintah untuk percepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di tengah pandemi—terutama di bidang pariwisata. Untuk itu, Alodokter menunjukkan dukungannya terhadap Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (PERKEDWI).
Kolaborasi kedua pihak ini diharapkan bisa berikan perkembangan signifikan para pariwisata di Indonesia, sekaligus bantu para dokter di kawasan wisata untuk lebih siap tangani ragam situasi medis. Termasuk kawasan wisata yang kini menjadi konsentrasi turis Indonesia seperti Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika, Candi Borobudur dan Likupang.
Sebagai mitra resmi, Alodokter dan Alomedika bakal berikan training untuk membantu para dokter lebih siap dalam berikan telekonsultasi. Termasuk ketika menyampaikan diagnosis, pemeriksaan, dan pemberian rencana perawatan berdasarkan wawancara dan pengecekan pasien interaktif secara jarak jauh pada para pengguna yang ada di area wisata.
Bentuk pelatihan lain juga diadakan lewat webinar, terbuka bagi tenaga medis profesional di platform Alomedika setiap bulannya. “Kerjasama ini merupakan bagian dari komitmen Alodokter dalam mendukung visi misi PERKEDWI di sektor wisata, dengan mengerahkan segenap kapasitas inovasi teknologi serta seluruh ekosistem platform digital kami untuk dapat mengakomodasi program-program PERKEDWI,” tutup Suci.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




