Bagi banyak orang, olahraga sekarang bukan cuma soal menyelesaikan sesi latihan. Mencatat jarak lari, melihat perkembangan performa, sampai membagikan aktivitas ke media sosial sudah menjadi bagian dari pengalaman berolahraga. Aplikasi seperti Strava ikut mendorong kebiasaan tersebut dengan menggabungkan pencatatan aktivitas dan fitur sosial dalam satu platform.
Namun, data olahraga yang terkumpul di Strava sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih jauh. Pengguna tidak hanya bisa melihat berapa jauh mereka berlari atau bersepeda, tetapi juga mengolahnya menjadi konten visual, memantau beban aktivitas, hingga membuat tantangan bersama teman.
Beberapa fitur memang tersedia khusus untuk pengguna berlangganan. Kalau kamu sudah menggunakan Strava untuk mencatat latihan secara rutin, berikut tiga fitur yang bisa dicoba untuk membuat progres olahraga lebih mudah dipantau sekaligus lebih seru untuk dibagikan.
Baca Juga: Strava Tambah Integrasi AI Claude hingga Fitur Komunitas Baru untuk Pengguna Aktif
1. Jadikan Data Latihan sebagai Konten dengan Sticker Stats

Sticker Stats memungkinkan data aktivitas seperti jarak, waktu, elevasi, dan peta rute diubah menjadi elemen visual yang bisa dibagikan. Pengguna gratis mendapatkan sejumlah template standar, sementara pelanggan Strava memperoleh pilihan desain yang lebih banyak.
Cara menggunakannya cukup sederhana. Buka aktivitas yang ingin dibagikan, pilih Share, lalu tentukan template Sticker Stats. Hasilnya bisa langsung dibagikan ke media sosial atau disimpan ke galeri untuk dikombinasikan dengan foto lain, misalnya melalui Instagram Story.
2. Pantau Seberapa Berat Latihan dengan Relative Effort

Kalau tujuan kamu memang bukan sekadar mengoleksi postingan olahraga, Relative Effort bisa digunakan untuk melihat seberapa berat sebuah aktivitas berdasarkan detak jantung dan aktivitas kardiovaskular. Fitur ini dapat membantu memberikan konteks terhadap progres latihan, terutama ketika jarak atau durasi saja tidak cukup menggambarkan tingkat usaha yang dikeluarkan.
Untuk melihatnya, buka menu You, masuk ke tab Progress, lalu cari widget Relative Effort. Skor aktivitas juga bisa ditemukan melalui bagian analitik setelah sebuah latihan diunggah. Perlu dicatat, fitur ini membutuhkan langganan Strava dan hasilnya tetap sebaiknya dilihat sebagai salah satu indikator latihan, bukan satu-satunya acuan.
3. Bikin Tantangan Bareng Teman lewat Group Challenges

Buat yang lebih termotivasi ketika olahraga bersama orang lain, Group Challenges bisa menjadi opsi. Fitur ini memungkinkan pengguna berlangganan membuat tantangan bersama teman, baik dengan sistem leaderboard maupun target kelompok.
Untuk membuatnya, masuk ke Groups, pilih Challenges, lalu Create a Group Challenge. Kamu bisa memilih jenis tantangan seperti Most Activity, Group Goal, Fastest Effort, atau Longest Single Activity, kemudian menentukan metrik yang digunakan, mulai dari jarak, waktu, elevasi, hingga langkah. Setelah itu, tinggal tentukan durasi dan undang teman untuk bergabung.
Dengan kombinasi ketiga fitur tersebut, Strava tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan catatan latihan. Data olahraga bisa diubah menjadi konten yang lebih personal, digunakan untuk memahami pola latihan, sekaligus menjadi cara untuk membangun motivasi bersama komunitas.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

