Kolaborasi di industri telekomunikasi tidak hanya berlangsung dalam urusan jaringan, layanan, maupun transformasi digital. Asosiasi dan pelaku industri juga membangun kolaborasi melalui kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan donor darah yang digelar Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) bersama komunitas industri ICT dan digital di Kantor Pusat Telkomsel, Gedung Telkomsel Smart Office (TSO), Jakarta Selatan, Senin (15/9/2026).
Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan 228 kantong darah. Seluruh darah yang terkumpul akan diserahkan kepada PMI DKI Jakarta untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Jumlah tersebut memang masih di bawah target awal penyelenggara sebanyak 300 kantong. Menurut Sekretaris Jenderal ATSI, Merza Fachys, sebagian calon pendonor tidak dapat mendonorkan darah karena tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan PMI. Namun, kegiatan tersebut tetap memperlihatkan keterlibatan berbagai elemen dalam ekosistem telekomunikasi dan digital, mulai dari asosiasi, operator, vendor, regulator hingga komunitas ICT.
Kontribusi ekosistem telekomunikasi
Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Arief Tri Hardiyanto, menilai kolaborasi antara regulator dan pelaku industri perlu terus dijaga. Menurutnya, kepercayaan terhadap industri dibangun dalam waktu panjang sehingga perlu dipertahankan melalui hubungan dan kolaborasi yang baik antara seluruh pihak dalam ekosistem. “Membangun trust take years, but menghancurkan trust take second,” ujar Arief.
Ia juga mendukung kegiatan donor darah sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjadi bentuk kegiatan bersama lintas elemen industri. Komposisi pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut memperlihatkan luasnya ekosistem telekomunikasi Indonesia. Selain ATSI dan Telkomsel, hadir pula pejabat Komdigi, Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL), PMI DKI Jakarta, serta perwakilan asosiasi, operator telekomunikasi, vendor dan komunitas ICT dan digital.
Sementara Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan, melihat donor darah memiliki keterkaitan dengan fungsi dasar industri telekomunikasi: menghubungkan pihak yang berada di tempat berbeda. Menurutnya, kegiatan tersebut mempertemukan orang-orang yang memiliki keinginan untuk mendonorkan darah dengan masyarakat yang membutuhkan. “Tugas kita adalah menghubungkan pihak-pihak yang berada di tempat yang jauh menjadi terasa lebih dekat.”
Dalam konteks industri, analogi tersebut menarik karena fungsi konektivitas memang menjadi salah satu fondasi telekomunikasi. Namun, kegiatan sosial seperti donor darah menunjukkan bahwa hubungan antarpelaku ekosistem juga dapat diarahkan untuk kebutuhan di luar layanan teknologi. Daru juga menilai donor darah dapat menjadi bentuk kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan sederhana dengan dampak yang besar bagi penerimanya.
Dari sisi penerima manfaat, kegiatan tersebut memiliki dampak yang lebih konkret. Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI Provinsi DKI Jakarta, Isac Kharis Tahtawira, mengatakan rumah sakit di Jakarta membutuhkan sekitar 1.000–1.200 kantong darah setiap hari. Dengan 228 kantong yang terkumpul, kegiatan donor darah tersebut secara matematis setara dengan sekitar 19–23 persen dari kebutuhan harian yang disebutkan PMI DKI.
Kolaborasi ekosistem telekomunikasi dalam rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81

Merza Fachys mengatakan kegiatan donor darah yang dilakukan dalam rangka Hari Bhakti Postel menjadi salah satu bentuk komitmen komunitas telekomunikasi dan digital untuk membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Ia juga melihat keterlibatan semakin banyak pihak dalam berbagai kegiatan Hari Bhakti Postel sebagai bagian dari konsolidasi industri. “Konsolidasi dari industri ini, kerja sama dari tiap-tiap pelaku industri akan membentuk sebuah kekuatan yang betul-betul besar.”
Pernyataan tersebut menggambarkan sisi lain dari ekosistem telekomunikasi. Industri ini tidak hanya terdiri dari operator yang menyediakan layanan kepada pelanggan, tetapi juga melibatkan perusahaan infrastruktur, vendor, regulator, asosiasi, serta berbagai komunitas pendukung.
Kegiatan donor darah menjadi salah satu agenda terakhir sebelum puncak peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 yang akan berlangsung pada 27 September 2026 di Bandung. Ketua Umum Panitia Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan rangkaian tahun ini mencakup berbagai bentuk kegiatan, mulai dari forum bisnis dan kolaborasi, olahraga, esports, hingga kegiatan sosial.
Sebelum donor darah, rangkaian HBP ke-81 telah diisi antara lain Konferensi dan Pameran Transformasi Digital Indonesia (DTI-CX), Fun Walk APJATEL, serta turnamen esports Mobile Legends oleh ASPIMTEL.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

