Pengurus Besar Esports Indonesia atau PB ESI baru saja mengungkap lebih detail tentang program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Timnas Esports Indonesia tidak berhenti setelah Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir.
Dalam sesi bersama media di Jakarta, Selasa (15/9/2026), PB ESI menyiapkan rangkaian Pelatnas hingga Mei 2027 untuk menghadapi sejumlah kompetisi internasional berikutnya.
Asian Games menjadi target terdekat pelatnas timnas esports Indonesia, disusul Global Esports Games (GEG) Los Angeles pada akhir tahun. Setelah itu, program berlanjut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi antarnegara pada 2027. Detail turnamen yang menjadi sasaran setelah GEG sejauh ini belum diumumkan.
Baca Juga: Harga Nintendo Switch 2 di Indonesia Nyaris Rp 10 Juta, Segera Dijual Resmi
Para atlet juga tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan strategi permainan. PB ESI juga menggunakan konsep sports science mencakup kondisi fisik dan mental, nutrisi, pengelolaan beban latihan, hingga analisis performa.
Lantas, seperti apa agenda Timnas Esports Indonesia dalam beberapa bulan ke depan?
Target Terdekat Pelatnas Timnas Esports Indonesia
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober. Khusus esports, pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 23 September–2 Oktober di Aichi Sky Expo.
Indonesia akan turun di delapan nomor, yakni Mobile Legends: Bang Bang, Honor of Kings, Identity V, Naraka: Bladepoint, Pokémon Unite, eFootball, Gran Turismo 7, dan PUBG Mobile.

PB ESI memasang target satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. “E-football disebut menjadi salah satu nomor yang diharapkan bisa menyumbangkan emas untuk Indonesia,” kata Manajer Tim Nasional Esport Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo, dalam sesi di Jakarta.
Ia menambahkan, “pelatnas timnas esports Indonesia menuju Asian Games sendiri sudah berlangsung sekitar dua bulan. Menjelang keberangkatan, beberapa atlet juga menjalani international training camp dan uji tanding di luar negeri, termasuk untuk nomor Naraka: Bladepoint dan Identity V.”
Setelah Asian Games, Ada Global Esports Games
Asian Games bukan akhir dari rangkaian Pelatnas tahun ini. Pelatnas timnas esports Indonesia juga dipersiapkan menuju Global Esports Games Los Angeles 2026.
Global Esports Federation saat ini menjadwalkan GEG Los Angeles pada 1–7 Desember 2026. Beberapa game yang sudah tercantum untuk kompetisi tersebut antara lain Mobile Legends: Bang Bang, Clash Royale, Rocket League, dan iRacing.
Sayangnya, pihak PB ESI belum mengumumkan nomor apa saja yang akan diikuti Indonesia, susunan atlet, maupun target yang dipasang untuk GEG 2026.
Program Pelatnas Berlanjut hingga Mei 2027

Roadmap pelatnas timnas esports Indonesia juga tidak berhenti pada dua turnamen tersebut. PB ESI, menjelaskan program Pelatnas dijadwalkan berlanjut hingga Mei 2027 sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi-kompetisi antarnegara pada tahun depan.
Sayangnya, pihak pengurus besar belum memberikan rincian tentang turnamen yang menjadi target pada fase tersebut. PB ESI juga belum menjelaskan apakah akan ada perubahan roster, proses seleksi baru, maupun nomor pertandingan yang diprioritaskan setelah GEG Los Angeles.
Sports Science Jadi Bagian dari Persiapan Timnas

Untuk mendukung program tersebut, PB ESI menerapkan pendekatan sports science dalam Pelatnas. Selain latihan teknis dan strategi, tim memantau kesiapan fisik dan mental, nutrisi, beban latihan, hingga performa masing-masing atlet.
Tim Sports Science Timnas Esports Indonesia, Yudhi Esa Saputra, mengatakan program latihan dan evaluasi disesuaikan dengan kebutuhan atlet serta karakter kompetisi yang akan dihadapi.
“Setiap kompetisi membutuhkan persiapan yang matang dan evaluasi yang berkesinambungan. Program latihan, evaluasi performa, serta pengelolaan kondisi fisik dan mental disusun secara terukur berdasarkan kebutuhan atlet dan target kompetisi,” kata Yudhi dalam kesempatan yang sama.
Pendekatan sports science sendiri bukan sesuatu baru dimulai dari program terbaru. PB ESI sebelumnya telah menggunakannya dalam persiapan menuju Asian Games, termasuk dengan melibatkan aspek nutrisi, kesehatan, kebugaran, dan psikologi atlet.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

