Jakarta, Gizmologi – Xiaomi SkyNomad N90 dikenalkan, dan ini menjadi SUV premium setelah melihat kesuksesan Xiaomi SU7. Secara posisi, Xiaomi SkyNomad N90 ini akan diposisikan sebagai mobil besar yang siap menampung hingga 6 penumpang. Ditambah lagi, Xiaomi SkyNomad N90 ini menghadirkan kabin modular pertama yang diterapkan dalam sebuah kendaraan.
SkyNomad N90 dijadwalkan diperkenalkan secara resmi pada akhir bulan ini. Berbeda dari SUV konvensional, Xiaomi mengusung konsep “Living Space” yang menempatkan kenyamanan kabin sebagai fokus utama. Pendekatan tersebut menunjukkan ambisi Xiaomi untuk menghadirkan kendaraan yang tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga ruang aktivitas bagi seluruh penumpang.
Meski begitu, seluruh informasi yang beredar saat ini masih berasal dari dokumen registrasi dan bocoran internal perusahaan. Xiaomi sendiri belum mengungkap seluruh spesifikasi maupun harga resminya, sehingga sejumlah detail masih berpotensi berubah ketika peluncuran berlangsung.
Baca Juga: Honda Integrasikan Google Gemini, Pengalaman Berkendara Makin Mengandalkan AI
Kabin Modular Jadi Nilai Jual Utama

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah konfigurasi kabinnya. Alih-alih menggunakan format enam penumpang 2-2-2 seperti SUV premium pada umumnya, SkyNomad N90 mengusung konfigurasi 2-2-3 untuk tujuh penumpang. CEO Xiaomi, Lei Jun, menyebut konfigurasi tersebut lebih sesuai untuk kebutuhan keluarga besar maupun perjalanan lintas generasi.
Konsep modular juga diterapkan di dalam kabin. Baris depan dapat diputar hingga 180 derajat saat kendaraan berhenti sehingga menciptakan ruang duduk yang saling berhadapan. Xiaomi juga membekali kursi baris kedua dengan model zero-gravity, layar hiburan yang dapat digeser di plafon, serta dukungan docking tablet dan proyektor sebagai opsi tambahan. Pendekatan ini membuat interiornya lebih menyerupai ruang keluarga dibanding kabin mobil konvensional.
Range Extender dan Dimensi Jumbo

Dari sisi ukuran, SkyNomad N90 memiliki panjang 5.285 mm dengan wheelbase 3.080 mm. Dimensi tersebut membuatnya bersaing langsung dengan sejumlah SUV premium asal China seperti Li Auto L9 maupun Aito M9. Namun Xiaomi memilih membandingkan utilitas kabinnya dengan Buick GL8 MPV, alih-alih menempatkannya secara langsung sebagai rival SUV premium lain.
Untuk sistem penggerak, Xiaomi mengandalkan teknologi range extender. Mesin bensin 1,5 liter turbo hanya berfungsi sebagai generator listrik, sementara penggerak utama berasal dari dua motor listrik bertenaga gabungan hingga 310 kW. Sumber dayanya berasal dari baterai 76 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 370 km dalam mode listrik berdasarkan standar WLTC. Di atas kertas, kombinasi ini menawarkan kompromi menarik antara pengalaman berkendara layaknya mobil listrik dan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh. Namun, efektivitasnya dalam penggunaan sehari-hari baru dapat dinilai setelah kendaraan resmi dipasarkan dan diuji secara langsung.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

