Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Mengenal Acer CloudProfessor, Platform yang Mempermudah Bikin Internet of Things

Internet of Things sudah menjadi mantra sakti yang terus didengungkan pelaku teknologi. Suatu konsep di mana semua perangkat yang ada di sekitar kita terhubung ke internet untuk memudahkan dan memanjakan kehidupan manusia. Salah satu perusahaan yang akhir-akhir ini cukup getol berbicara mengenai IoT adalah Acer. Perusahaan asal Taiwan tersebut mengembangkan sebuah starter kit bernama Acer CloudProfessor.

Saya tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang Acer CloudProfessor ini saat dipamerkan di ajang GenerAcer Day yang digelar di MKG 3, Jakarta, pekan lalu. Pemanfaatan teknologi IoT menggunakan Acer CloudProfessor pada waktu itu masih terbilang sederhana, yaitu robotika yang dikontrol melalui smartphone atau tablet. Dengan aplikasi yang terpasang di tablet, kita bisa menggerakkan robot mobil untuk berjalan. Ini hanya salah satu contoh, tentu potensi pengembangan IoT sangat luas.

Ternyata, Acer CloudProfessor ini tak main-main. Produk ini menyabet nominasi untuk Best Mobile Innovation for Education di Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona. Selain itu, belum lama ini juga memperoleh penghargaan sebagai the most interesting IoT produk di pameran edukasi di Inggris dan beberapa negara di Benelux.

Ilustrasi Acer CloudProfessor
Related Posts
1 daripada 266

Acer CloudProfessor menjadi salah satu terobosan terdepan Acer untuk teknologi IoT di dunia. Apa istimewanya? Karena ini merupakan starter kit pertama di dunia yang hanya seukuran flash disk yang menggabungkan antara hardware (notebook dan smartphone), software, dan cloud untuk perangkat IoT yang saling terkoneksi.

Menurut Dima Setyo, Product Presales Manager Acer Indonesia,  Acer CloudProfessor menjadi sebuah perangkat yang memudahkan bagi orang awam untuk belajar tentang cloud dan IoT karena mereka tidak lagi harus dipusingkan dengan bahasa coding lagi. “Ini adalah IoT learning kit untuk memudahkan coding, dengan target utama pengguna dari 9 sampai 17 tahun, atau pelajar SMP, SMA, bahkan lebih tinggi. Teknologi ini bisa memandu langkah demi langkah untuk mengembangkan IoT secara praktis dari cloud,” ujar Dimas.

Acer CloudProfessor menggunakan bahasa pemrograman yang sudah populer seperti JavaScript, LiveCode, dan juga Blockly. Sehingga para pelajar atau pengembang yang masih awam bisa dengan mudah mempelajarinya menggunakan antarmuka visual yang dibutuhkan untuk berinovasi. Dikombinasikan dengan papan pengembangan Arduino, platform pengembangan IoT ini mampu mendukung berbagai macam sensor, mulai dari cahaya sampai suhu hingga elemen lainnya.

This post is also available in: enEnglish (English)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More