Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Ngeri! Kini Semua Orang Bisa Bikin Hoax Dengan Memanipulasi Screenshoot Situs Berita

Penyebaran berita bohong, hoax, dan fitnah di Indonesi kian mengerikan. Bahkan judul situs berita bisa diubah sedemikian gampangnya.

Sebelum lanjut ke pembahasan yang lebih serius, Gizmin coba sodorkan kamu screenshoot berita ini. Menurut kamu kira-kira bener nggak sih beritanya?

hoax

Ya, tentu saja screenshoot di atas adalah hasil editan netizen. Faktanya, di Indonesia belum ada wajib militer. Kecuali jika memang Reino Barack dan Syahrini punya kewarganegaraan Korea Selatan.

Sebenarnya Gizmin agak sedikit khawatir menuliskan artikel ini. Alih-alih menyampaikan informasi mengenai hoax yang makin gampang dibuat, bisa jadi justru bakal menambah jumlah pembuat hoax, entah itu iseng atau memang berniat jahat untuk membunuh karakter orang lain.

Namun, sebagai konsekuensi informasi yang bisa jadi pisau bermata ganda, akhirnya mau tidak mau harus disampaikan juga kepada Gizmolovers semuanya. Semoga bisa diambil yang baik-baiknya saja ya!

Jadi begini, akun Twitter @ecek2 kemarin siang, Kamis (16/5/2019) nge-tweet cara memanipulasi judul dari sebuah situs berita dengan medium screenshoot. Sebenarnya niat akun ini sih baik, yakni menginformasikan supaya kita jangan gampang percaya sama hoax berbasis screenshoot situs berita.

https://twitter.com/ecek2/status/1128913209107181568

 

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Banyak netizen yang mempraktikkan tutorial yang disampaikan akun tersebut untuk memanipulasi judul situs berita. Akhirnya, reply bertaburan dengan screenshoot judul berita yang ngawur dari kreasi netizen.

Related Posts
1 daripada 262

 

Memang sih, kreasi tersebut kebanyakan lucu-lucuan. Tapi apa jadinya jika mengedit web dengan memanfaatkan celah javascript ini dimanfaatkan pihak lain yang memang ingin menjatuhkan reputasi orang lain?

Awas Kena UU ITE!

Sekedar informasi saja, penyebaran hoax di media sosial entah itu Facebook, Instagram, Twitter hingga WhatsApp memang sangat memprihatinkan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru-baru ini bahkan menyatakan sepanjang bulan Maret 2019 ada sebanyak 453 hoax yang berhasil terindentifikasi.

Kecenderungan penyebaran hoax memang memperlihatkan kenaikan, terutama menjelang Pilpres 2019 di mana hoax menjadi informasi yang menyesatkan untuk menggoyahkan pemilih. Tak heran dari data tersebut, sebanyak 130 hoax berisi konten politik.

Kominfo juga menyatakan, jika dihitung secara total dari Agustus 2018, ada sebanyak 1.224 hoax yang berhasil teridentifikasi. Penyebarannya bisa melalui konten apa pun baik itu video maupun teks, di mana screenshoot situs berita menjadi salah satu penguatnya.

Nah, sebelum kamu iseng mempraktikkan cara mengedit judul situs berita, pastikan pahami konsekuensi hukumnya. Karena bagi penyebar dan pembuat hoax akan dikenai pasal KUHP tentang fitnah dan hasut, serta UU ITE Pasal 28 tentang penyebar berita bohong yang menyesatkan.

“Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar,” demikian bunyi pasal UU ITE tersebut.

Jadi, pastikan kamu jaga jarinya ya. Daripada berakhir di balik jeruji penjara kan?

Get real time updates directly on you device, subscribe now.