Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Ini yang Dilakukan Telkomsel dan Samsung untuk Kurangi Plastik

Persoalan sampah di Indonesia sudah meresahkan. Bahkan negara kita tercinta ini sudah masuk dalam peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke Laut setelah Tiongkok. Hal ini rupanya juga menjadi perhatian kalangan industri teknologi dan telekomunikasi untuk mengurangi penggunaan plastik.

Setidaknya, ada dua perusahaan yang belum lama ini mengumumkan kampanye terkait plastik, yaitu Telkomsel dan Samsung. Mereka tidak melakukannya bersama-sama, namun waktunya berdekatan.

Untuk Telkomsel, perusahaan telekomunikasi ini mengajak masyarakat untuk menunjukkan komitmen dan memberikan aksi nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekaligus mengurangi sampah plastik melalui gerakan #BhayPlastik. Gerakan sosial yang diadakan sejak Desember 2018 ini bertujuan untuk menyebarkan kesadaran lingkungan, khususnya agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan plastik.

Melalui tagar #BhayPlastik di media sosial, Telkomsel mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk turut ambil bagian dengan membagikan pengalaman dalam melakukan  gerakan mengurangi pemakaian sampah. Juga mendaur ulang plastik bekas menjadi barang bermanfaat, mengganti penggunaan plastik sekali pakai seperti gelas/botol,  tas, dan  sedotan plastik dengan tumbler, tote bag, dan stainless straw, dan lain-lain.

Abdullah Fahmi, General Manager Prepaid Brand and Communications Telkomsel, mengatakan pihaknya percaya bahwa perubahan yang besar dapat dimulai dari sebuah aksi yang sederhana. “Melalui #BhayPlastik, Telkomsel ingin memberikan perubahan besar bagi lingkungan dengan mengajak semua orang untuk mulai merubah kebiasaan sehari-hari dalam penggunaan plastik,” ujar Fahmi.

Kampanye #BhayPlastik Telkomsel

Untuk mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk terlibat dalam gerakan sosial #BhayPlastik, akan diadakan juga festival di 11 kota, yaitu Medan, Pekanbaru, Lampung, Serang, Bogor, Cirebon, Semarang, Malang, Balikpapan, Makassar, dan Manado.

Pada festival tersebut, diadakan aktivitas unik yaitu Trash Run, yaitu kegiatan lari santai atau fun run yang dilakukan sembari mengambil sampah di sepanjang jalur lari. Tujuannya untuk memberikan contoh kepada masyarakat sekitar bahwa kita semua bisa berkontribusi dalam gerakan peduli lingkungan.

Selain itu ada juga Plastalk, yang merupakan kegiatan edukasi mengenai bahaya sampah plastik dan cara merubah plastic bekas menjadi karya yang berguna dan bernilai ekonomis. Festival ini kemudian akan ditutup dengan kegiatan Plastic Police, dimana peserta dapat ikut memberikan totebag gratis kepada konsumen yang datang ke convenience store untuk digunakan sebagai pengganti kantong plastik belanja.

Related Posts
1 daripada 32

Sementara itu Samsung berencana untuk meminimalkan dan mengganti kemasan dengan bahan yang ramah lingkungan. Raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut hari ini mengumumkan bahwa perusahaan akan mulai mengambil langkah-langkah pada tahun ini untuk mengganti bahan kemasan plastik dengan kertas dan elemen ramah lingkungan lainnya.

Dari pertengahan tahun 2019, kemasan yang digunakan saat ini untuk produk dan aksesori Samsung – mulai dari ponsel dan tablet hingga peralatan rumah tangga – akan diganti dengan bahan yang ramah lingkungan seperti plastik dan kertas daur ulang / bio-based.

Penggunaan kemasan produk Samsung yang eco-friendly

Untuk mengubah kemasan produk, Samsung Electronics telah membentuk satuan tugas yang melibatkan desain dan pengembangan, pembelian, pemasaran, dan kontrol kualitas untuk ide kemasan yang inovatif.

Pada ponsel, tablet, dan produk yang dapat dipakai, Samsung akan mengganti plastik yang digunakan untuk nampan dudukan dengan cetakan bubur kertas, dan aksesoris pembungkus tas dengan bahan yang ramah lingkungan. Samsung juga akan mengubah desain pengisi daya ponsel, menukar eksterior mengkilap dengan lapisan matte dan menghilangkan film pelindung plastik guna mengurangi penggunaan plastik.

Kantong plastik yang digunakan untuk melindungi permukaan peralatan rumah tangga seperti TV, lemari es, AC dan mesin cuci serta peralatan dapur lainnya juga akan diganti dengan tas yang berisi bahan daur ulang dan bioplastik, yang masing-masing terbuat dari limbah plastik dan non-plastik, bahan bakar non-fosil, seperti pati atau tebu.

Sedangkan sebagai pengganti kertas, Samsung hanya akan menggunakan bahan serat yang disertifikasi oleh organisasi lingkungan global seperti Forest Stewardship Council, Program untuk Pengesahan Skema Sertifikasi Hutan dan Prakarsa Kehutanan Berkelanjutan untuk pengemasan dan manual pada tahun 2020.

Menurut Gyeong-bin Jeon, kepala Pusat Kepuasan Pelanggan Global Samsung, pihaknya meningkatkan penanganan masalah lingkungan masyarakat seperti kelangkaan sumber daya dan limbah plastik. “Kami berkomitmen untuk mendaur ulang sumber daya dan meminimalkan polusi yang berasal dari produk kami. Kami akan mengadopsi bahan yang lebih ramah lingkungan bahkan jika itu berarti peningkatan biaya,” ujarnya.

Sebagai informasi, Samsung telah menetapkan rencana implementasi jangka menengah untuk hanya menggunakan bahan kemasan kertas yang disertifikasi oleh inisiatif kehutanan pada tahun depan. Pada 2030, Samsung bertujuan untuk menggunakan 500 ribu ton plastik daur ulang dan mengumpulkan 7,5 juta ton produk yang dibuang (keduanya kumulatif sejak 2009).