Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Inilah 4 Skenario Huawei untuk Pemanfaatan Teknologi 5G

Kendati layanan 4G masih belum sepenuhnmya merata dan operator seluler (mungkin) belum balik modal, namun kehadiran teknologi 5G sudah kian nyaring didengungkan. Salah satu perusahaan yang cukup concern agar pemanfaatan teknologi 5G segera dinikmati oleh publik adalah Huawei.

Pada November yang lalu, di ajang Global Mobile Broadband Forum (MBBF) yang berlangsung di London, Huawei menegaskan komitmennya untuk mendukung komersialisasi teknologi 5G dengan mengumumkan 22 kontrak kerja sama implementasi 5G bersama berbagai operator di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang diwakili Telkomsel.

Menurut Mohamad Rosidi, Senior Expert ICT Strategy & Business Huawei Indonesia, berdasarkan laporan Global Industry Vision, Huawei memprediksi bahwa akan ada lonjakan konektivitas dari 16 miliar koneksi pada hari ini menjadi 100 miliar koneksi internet pada tahun 2025 mendatang.

“Untuk itu diperlukan sebuah infrastruktur yang memadai dalam mendukung berbagai skenario dalam pemanfaatan teknologi 5G yang serba cerdas tersebut,” ujar Rosidi saat sesi media di bilangan Ubud, Bali (19/11/2018).

Mohamad Rosidi, Senior Expert ICT Strategy & Business Huawei Indonesia

Skenario Pemanfaatan Teknologi 5G

Dijelaskan lebih lanjut, Huawei telah menyiapkan empat skenario utama pemanfaatan teknologi 5G yang akan bergulir secara komersil dalam waktu dekat. Empat skenario ideal tersebut adalah alat transportasi swakendara, pemanfaatan realitas virtual (VR) dan realitas buatan (AR), konsep rumah digital, dan industri 4.0 berbasis IoT (internet of things).

Untuk skenario alat transportasi swakendara misalnya, Rosidi mencontohkan pemanfaatan shuttle bus intra kompleks di tempat umum seperti kampus, tempat wisata, bandar udara, serta pelabuhan.

Skenario selanjutnya adalah pemanfaatan realitas virtual (VR) dan realitas buatan (AR) yang sudah mulai diadopsi dalam perhelatan Piala Dunia 2018. Pada waktu itu, sejumlah media pemegang hak siar ajang bergengsi tersebut menggelar siaran multi-kamera yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton di beberapa negara seperti Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Australia, Argentina, Chile, Colombia, Ecuador, Peru, Uruguay, Venezuela, dan Yunani.

Untuk realitas buatan (AR), pemanfaatan kacamata AR dapat digunakan dalam skenario seorang petugas polisi yang bisa mengenali wajah, kendaraan, kartu identitas secara langsung ketika bertugas di lokasi. Selain itu, dengan kapasitas data yang lebih

Pemanfaatan teknologi 5G selanjutnya adalah untuk konsep rumah digital yang menghadirkan siaran televisi berbasis internet protocol (IPTV) beresolusi 4K, game berbasis realitas virtual, serta integrasi sistem keamanan dan utilitas rumah berbasis IoT.

Terakhir, skenario keempat dari pemanfaatan teknologi 5G adalah digitalisasi industri atau yang dikenal dengan istilah Industry 4.0 yang mengedepankan manufacturing berbasis otomasi robotik yang terintegrasi.

Related Posts
1 daripada 15
Foto: Gizchina

Solusi inovatif  Huawei 5G bagi operator

Ryan Ding, Executive Director dan President Grup Bisnis Jaringan Huawei, dalam gelaran Global Mobile Broadband Forum (MBBF) di London, Inggris (23/11) mengatakan Huawei telah mendapat pengakuan terhadap kemampuan solusi 5G yang bersifat end-to-end.

Ding menekankan bahwa teknologi 5G akan meningkatkan kapasitas koneksi hingga sepuluh kali lipat. Pemanfaatan teknologi 5G disebut akan menghadirkan peluang bisnis baru dalam industri selular. Rilis 15– spesifikasi pertama untuk 5G– berfokus pada enhanced mobile broadband (eMBB) yang akan memungkinkan setiap individu mengonsumsi lebih banyak lagi lewat koneksi yang dihadirkan.

“5G memungkinkan setiap rumah memiliki bandwith berkecepatan tinggi, sekaligus menjadikan koneksi berbasis WTTx sebagai pilihan utama. Teknologi tersebut juga memungkinkan berbagai skenario seperti koneksi massal, kecepatan supercepat, dan latensi ultra-rendah yang akan menciptakan bisnis model baru serta menghadirkan nilai bisnis tambahan bagi operator,” kata Ding.

Menurutnya, saat ini sejumlah operator telah mengambil langkah terdepan dalam implementasi 5G, karena early adopter lah akan merasakan manfaat terlebih dulu.

Lebih lanjut, dia mengatakan perkembangan teknologi 5G begitu cepat karena dua faktor. Pertama, early adopter 5G adalah Negara maju yang mewakili sepertiga populasi dunia. Sehingga skala adopsinya lebih besar daripada era gelombang komersialisasi 3G dan 4G.

Kedua, pelopor 5G adalah industri perangkat. Ponsel pintar 5G yang pertama akan segera hadir pada 2019, termasuk ponsel lipat 5G yang akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengguna. Para pemimpin industri ponsel diprediksi akan meluncurkan ponsel budget (dengan harga sekitar 100 dolar AS) segera setelah jaringan 5G resmi bergulir secara komersial.

Kendati demikian, Ding tak menampik bahwa setiap generasi jaringan memiliki tantangannya sendiri, termasuk komersialisasi 5G. “Kami menganalisis kompleksitasnya dan menghadirkan dengan cara yg mudah. Kolaborasi yang erat dengan operator akan memungkinkan kami untuk menghadirkan kemudahan tersebut,” kata Ding.

Dalam hal ini, Huawei menawarkan sejumlah solusi inovatif yang memudahkan implementasi 5G bagi operator. Teknologi kompak Massive MIMO adalah unit antena aktif (AAU) terkecil dan teringan di dunia, namun kuat dan dapat diandalkan bahkan dalam skenario bencana topan level-15.

Solusi tersebut sekaligus dapat mengurangi biaya operasional sewa yang dikeluarkan operator. Selain itu, Huawei juga menyediakan solusi decoupling yang memungkinkan tersedianya jaringan 4G dan 5G C-band secara bersamaan. Sehingga pengguna semakin nyaman dalam berselancar.

Sementara solusi 5G power dan microwave membantu operator dalam membangun jaringan 5G dengan lebih cepat dan mudah, serta biaya yang lebih murah. Huawei juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam membantu operator menyederhanakan operasi dan pemeliharaan jaringan serta memangkas biaya operasional.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More