Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

1800 Truk Pengangkut BBM Pertamina Dibekali Teknologi IoT FleetSight

Distribusi BBM (bahan bakar minyak) memiliki peran vital untuk mendukung transportasi dan ekonomi. Pertamina Patra Niaga yang berperan mendistribusikan BBM ke SPBU tergerak melakukan transformasi digital. Mereka menggandeng Telkomsel untuk mengadopsi teknologi IoT FleetSight.

Terdapat setidaknya 1.800 unit kendaraan tangki BBM milik Pertamina Patra Niaga yang akan dibekali dengan teknologi IoT Telkomsel.  Emma Sri Martini, Direktur Utama Telkomsel mengatakan solusi inovatif berbasis Internet of Things bisa diterapkan di berbagai sektor industri, termasuk yang terbaru dengan Pertamina dan sebelum ini bersama Blue Bird.
Baca juga: 25 Ribu Taksi Bluebird Pakai Teknologi IoT dari Telkomsel

“Di era Industri 4.0, perusahaan dituntut untuk dapat mengadopsi inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan, dan  layanan Iot Fleetsight Telkomsel akan mendukung Pertamina Patra Niaga untuk terus bergerak maju mengakselerasikan efektivitas dan efisiensi dalam operasional bisnis dengan tetap menjaga tingkat keselamatan operasionalnya,” ujar Emma, saat penandatanganan  Memorandum of Understanding (MoU) di Telkomsel Smart Office, Jakarta (2/9/2019).

Sementara itu Nina Sulistyowati, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, mengatakan sinergi untuk digitalisasi armada BBM tidak hanya berkontribusi positif terhadap operasional Pertamina, namun juga berdampak positif bagi akselerasi efisiensi distribusi BBM. “Agar persediaan BBM dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia hingga ke pelosok Tanah Air,” imbuhnya.

Teknologi IoT FleetSight di Truk BBM Pertamina Patra Niaga

telkomsel fleetsight pertamina patra niaga

Related Posts
1 daripada 30

Telkomsel FleetSight menghadirkan solusi IoT terkini untuk aset-aset bergerak termasuk memonitor dan mengontrol armada kendaraan. Solusi ini menyematkan perangkat telematika berbasis satelit yang diintegrasikan dengan berbagai jenis sensor atau peralatan tambahan pada kendaraan.

Teknologi ini mampu merekam semua paramater mobilitas aset dan sekaligus menyediakan informasi ini kepada pengguna baik dalam bentuk insight maupun data,  seperti pilihan rute, jam operasional kendaraan, perilaku mengemudi, hingga mengukur batas kecepatan.

Data-data tersebut juga dikombinasikan dengan rule dan alert yang mampu memberikan peringatan secara real-time ketika terjadi pelanggaran standard operasional. Misalnya jika supir mengemudi melebihi kecepatan, beroperasi di luar jadwal, melintasi rute yg bukan seharusnya, temperatur kerja komponen-komponen kritikal melebihi standard, dan lain-lain.

Melalui perjalanan kendaraan yang lebih efisien, Telkomsel FleetSight juga berkontribusi membuat kendaraan dapat lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi emisi hasil pembakaran (carbon footprint).

Dengan diimplementasikannya Telkomsel FleetSight pada kendaraan operasional truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), Pertamina akan mendapatkan manfaat terkait kemudahan  dalam memonitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, sekaligus menjaga  keselamatan karyawan dalam bekerja.

Dijelaskan lebih lanjut, penjajakan kerjasama PT Pertamina Patra Niaga dengan Telkomsel  diawali dengan penadantanganan MoU ini akan meliputi tiga fase. Tahap pertama merupakan pemasangan Telkomsel FleetSight yang siap beroperasi pada September  hingga Oktober 2019.  Sedangkan tahap kedua dan ketiga merupakan peningkatan fitur Telkomsel Fleetsight dengan mengintegrasikan beberapa sensor tambahan yang dirancang untuk mampu mengidentifikasi parameter tambahan seperti temperatur rem kendaraan, kekentalan oli mesin, dan tekanan pada ban.

Nina menambahkan, sekarang ini perusahaan memang dituntut  mengadopsi inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. “Tujuannya agar memudahkan manajemen PT Pertamina Patra Niaga dalam meningkatkan keselamatan pengendara, keselamatan kendaraan, melakukan monitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional dan juga akurasi jumlah produk yang dikirimkan,” pungkasnya.