Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Cara Telkomsel Memberdayakan Masyarakat di Pulau Labengki

Disebut juga sebagai “Raja Ampat Sulawesi”, Pulau Labengki nampak cantik dengan gugusan pulau-pulau kecil, serta teluk cinta yang cantik karena bentuknya menyerupai lambang hati. Kendati memiliki panorama yang menawan, keberadaannya masih belum banyak dikenal orang. Padahal Pulau Labengki memiliki pontensi wisata yang tinggi.

Hal itulah yang mendorong Telkomsel menggelar program Baktiku Negeriku di Desa Labengki Kecil, Sulawesi Tenggara. Melalui program tersebut, Telkomsel membantu pembangunan Gapura Desa sebagai penanda dermaga. Serta bantuan alat kesenian daerah untuk melengkapi keahlian bermusik masyarakat sekitar guna meningkatkan daya tarik wisata Pulau Labengki dari sisi seni dan budaya lokal.

Menurut Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel, Desa Labengki Kecil sesuai dengan kategori yang disasar program Baktiku Negeriku. Seperti berlokasi di wilayah rural dengan masyarakat yang relatif berpendapatan rendah. Serta memiliki komoditas khusus atau potensi pariwisata yang belum dikembangkan dengan optimal. Sehingga Telkomsel bermaksud untuk ikut mengembangkan potensi tersebut agar taraf ekonomi masyarakat setempat dapat semakin meningkat.
Baca juga: Ini yang Dilakukan Telkomsel untuk Kurangi Plastik

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah (tengah berbaju putih), saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Baca dan Digital Center di Desa Labengki sebagai bagian dari kegiatan Corporate Social Responsility Telkomsel Baktiku Negeriku di Pulau Labengki, Kendari (28/3).

“Kami harap hubungan yang erat dengan masyarakat sekitar tidak sebatas dalam pemanfaatan layanan telekomunikasi, namun juga dengan membangun kepercayaan dan kepedulian yang kuat untuk mengembangkan potensi desa dan masyarakat di wilayah tersebut,” ujar Ririek

Program CSR Baktiku Negeriku di Desa Labengki Kecil diadakan dengan berbagai aktivitas, antara lain  kerja sukarela karyawan (employee volunteering). Karyawan Telkomsel terpilih akan melakukan sosialisasi pemanfaatan teknologi digital dan penggunaan #internetBAIK  bagi masyarakat sekitar. Program yang menyasar pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan ini  juga meliputi penyediaan fasilitas umum berupa penyediaan kapal sebagai sarana transportasi penyedia air bersih bagi warga.

Selain itu, akan dihadirkan juga taman baca dan pusat digital yang dilengkapi perangkat komputer dengan akses Wi-Fi. Agar  para warga bisa belajar lebih banyak mengenai pemanfaatan teknologi digital yang didampingi oleh agen perubahan dari masyarakat desa yang telah mendapatkan pelatihan dari Telkomsel. Agen perubahan ini akan bertindak melakukan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat yang masih membutuhkan bimbingan dalam hal pemanfaatan teknologi digital.

Related Posts
1 daripada 39

Jaringan Telkomsel di Pulau Labengi

Railway dari kayu untuk membawa pecahan rangka BTS Telkomsel ke atas bukit. (Foto: Singue/Telkomsel)

Dari sisi jaringan, saat ini Telkomsel merupakan satu-satunya operator seluler yang hadir memberikan akses komunikasi di Pulau Labengki. Termasuk layanan broadband 4G LTE. Infrastruktur telekomunikasi Telkomsel memberikan cakupan jaringan hingga 100% wilayah pemukiman dan resort, serta 95% lokasi wisata Pulau Labengki.

Telkomsel melakukan optimalisasi jaringan di kawasan wisata dilakukan dengan membangun base transceiver station (BTS) 4G baru, meng-upgrade BTS eksisting menjadi BTS 4G, menambah kapasitas transmisi jaringan, serta memperluas keterjangkauan jaringan.

Sedangkan untuk keseluruhan wilayah Sulawesi Tenggara  saat ini Telkomsel telah menghadirkan sekitar 1.700 BTS 2G, 2.900 BTS 3G,  dan 1700 BTS 4G.  Di wilayah Indonesia Timur sendiri, Telkomsel memanfaatkan fiber optic Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) milik Telkom untuk memperkuat backbone jaringan sehingga kualitas dan kestabilan layanan data lebih terjamin.

Ririek menambahkan, kehadiran infrastruktur telekomunikasi sangat penting dalam menunjang potensi wisata suatu daerah. Akses komunikasi  yang baik dapat meningkatkan pengalaman para wisatawan yang aktif menggunakan layanan komunikasi selama berada di lokasi wisata. Sekaligus meningkatkan nilai jual daerah wisata tersebut.

“Kami berharap upaya kami dalam mendigitalisasi dunia pariwisata ini mampu menarik semakin banyak wisatawan untuk berkunjung langsung ke Pulau Labengki. Sehingga turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut,” pungkas Ririek.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.