Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Smartfren Gelar Uji Coba 5G untuk Industri, Kecepatan Tembus 8,7 GBps!

Uji coba 5G Smartfren bersama ZTE dan Kemenkominfo ini untuk menunjukkan kesiapan infrastruktur jaringan internet dengan bandwith besar, stabil, dan coverage luas.

Teknologi 5G digadang-gadang menghadirkan koneksi internet supet cepat. Oleh karena itu sejatinya memang lebih ditujukan untuk kalangan industri. Hal ini pula yang dilakukan Smartfren. Anak perusahaan Sinar Mas tersebut baru saja menggelar uji coba 5G Smartfren di kawasan Marunda.

Smartfren memilih kawasan industri yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, persisnya di  R & D Building, Marunda Refinery PT Smart, Tbk, yang masih satu keluarga besar jaringan Sinar Mas. Untuk menggelar layanan tersebut, Smartfren menggandeng penyedia jaringan telekomunikasi ZTE serta mengajak pihak Kementerian Komunikasi dan Informatikan Republik Indonesia untuk sebagai saksi.

Menurut Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren, pihaknya melihat bahwa dalam mendukung dari tercapainya Indonesia Unggul, salah satunya dapat dicapai dengan kesuksesan program peta jalan Making Indonesia 4.0. “Untuk itu peningkatan dari sisi telekomunikasi tidak dapat terpisahkan dan dapat dikatakan sebagai backbone utama untuk kesuksesannya. Mengapa demikian karena di era industri 4.0 semuanya akan berbasis digital salah satunya adalah human and machine interface,” ujar Merza.

Baca juga: Smartfren Jadi Operator Pertama Adopsi Teknologi eSIM di Indonesia, Apa itu?

Related Posts
1 daripada 30

Uji Coba 5G Smartfren

Pada uji coba 5G Smartfren ini, lokasi dipilih di kawasan industri untuk menunjukkan bagaimana teknologi jaringan generasi kelima dapat digunakan dan diterapkan pada industri manufaktur.Pemanfaatan teknologi 5G bisa meningkatkan efisiensi waktu, meminimalkan kecelakaan kerja, serta peningkatan akurasi serta kualitas produk.

Hasil pengujian kecepatan koneksi internetnya cukup mencengangkan yakni mencapai 8,7GBps. Tentu saja ini tidak bisa dijadikan patokan apakah nantinya ketika dikomersialkan bakal secepat itu. Karena pada saat uji coba, koneksi jaringan benar-benar dimaksimalkan dan diprioritaskan tanpa ada gangguan yang menghalangi.

Setidaknya, uji coba 5G Smartfren ini untuk menunjukkan kesiapan dari sisi teknologi telekomunikasi di Indonesia untuk menggelar layanan seluler generasi kelima. Teknologi 5G diharapkan bisa mendukung kesuksesan peta jalan Indonesia 4.0. Di mana salah satunya adalah dengan mempersiapkan dan menghadirkan infrastruktur jaringan internet dengan bandwith besar, stabil, dan coverage luas.

Teknologi yang ditunjukkan pada pengujian tersebut adalah dengan memasang 360 camera. Instalasi kamera di pabrik tersebutterkoneksi dengan jaringan 5G ke virtual reality headset. Pengguna bisa memantau secara real time jalur logistik pengiriman barang PT. Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk (PT. SMART, Tbk).

“Bayangkan jika skala penerapannya lebih besar dan tidak hanya di sekitar lingkungan pabrik tetapi berbeda kota, maka operator tidak perlu berada di lokasi untuk melakukan fungsi pemantauan sehingga lebih efisien,” tambah Merza.

Jika operator menemukan adanya kesalahan sistem di jalur logistik dan pengiriman tersebut, operator dapat meluncurkan drone pemantauan untuk melihat lebih jelas dimana terjadinya masalah tanpa harus berada di lokasi dan menemukan penyelesaian atas masalah tersebut. “Dengan demikian dapat meminimalisir kecelakaan kerja karena operator tidak perlu berada di lokasi tersebut,” pungkas Merza.

Sayangnya masih belum ada informasi kapan teknologi 5G ini akan diresmikan secara komersial.