Mengintip Ekosistem Blockchain TokoVerse Besutan Tokocrypto

4 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Tokocrypto memperkokoh posisi sebagai platform teknologi terdepan di Indonesia melalui inisiatif ekosistem blockchain, TokoVerse. Memanfaatkan ekosistem blockchain yang terintegrasi, Tokocrypto ingin menciptakan jaringan industri aset kripto agar lebih terlegitimasi di Indonesia.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai menjelaskan sejak awal berdiri pada 2018, Tokocrypto terus berkomitmen menciptakan industri aset kripto lebih legitimate dan mainstream di Indonesia, melalui pengembangan inovasi teknologi dan upaya-upaya edukasi dengan membawa manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Tanah Air.

“TokoVerse merupakan ekosistem blockchain pertama di Indonesia yang dibangun oleh Tokocrypto, di mana TKO, proyek kripto dengan token hybrid berkonsep CeDeFi menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem tersebut. TokoVerse menjadi bukti komitmen dari Tokocrypto untuk membangun ekosistem berbasis blockchain yang berkelanjutan,” tutur Kai, saat jumpa pers di Jakarta (22/4/2022).

Beberapa platform yang dihadirkan di ekosistem TokoVerse

Adapun pengembangan platform TokoVerse memanfaatkan kombinasi sinergis mulai dari domain Decentralized Finance (DeFi), GameFi dan Non-fungible token (NFT). Ekosistem itu didirikan dengan dorongan adopsi dari perkembangan industri aset kripto di Indonesia.

“Pencapaian Tokocrypto sejak aplikasi kami diluncurkan empat tahun tahun lalu merupakan bukti kepercayaan nasabah, partner bisnis dan investor terhadap visi dan model bisnis yang kami kembangkan. Pertumbuhan Tokocrypto sangatlah pesat. Dari 2020 hingga 2021, jumlah transaksi harian yang diproses dalam platform kami melesat 754 persen dan telah mencapai lebih dari 191 juta dolar AS yang setara Rp2,7 triliun,” ungkap Kai.

Berikut ini adalah beragam platform yang dihadirkan di ekosistem TokoVerse dari Tokocrypto:

  • TKO (Toko Token), token aset kripto utilitas native dari Tokocrypto. TKO merupakan proyek kripto lokal Indonesia pertama yang beroperasi berdasarkan model token hybrid unik yang menggabungkan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi). Saat ini, harga TKO di kisaran Rp10 ribu dan berada di peringkat 441 coinmarketcap. Setahun yang lalu, TKO pernah mencapai posisi Rp64 ribu;
  • Tokomall, marketplace NFT yang diluncurkan pada Agustus 2021. Platform ini hadir untuk pemberdayaan potensi kreator lokal Indonesia dalam berbagai bidang kreatif untuk mengakses pasar global melalui pemanfaatan NFT.
  • Tokocare, platform inisiatif perusahaan dalam sektor corporate social responsibility (CSR). Melalui TokoCare, Tokocrypto menjalankan berbagai program CSR bersama dengan mitra untuk menanggulangi isu sosial melalui pemanfaatan teknologi blockchain.
  • Tokoscholars, platform edukasi terkait dengan kripto dan blockchain untuk meningkatkan literasi teknologi;
  • Kriptoversity, aplikasi edukasi yang berisi materi pembelajaran tentang aset kripto dan blockchain;
  • Tokolabs, program inkubator untuk mendukung proyek startup berbasis blockchain di Indonesia;
  • T-Launchpad, platform IDO multi-chain yang terdesentralisasi. Melalui T-Launchpad, berbagai proyek blockchain dapat meluncurkan tokennya ke investor di seluruh dunia dengan metode aman dan terpercaya. Meski sayangnya, sampai saat ini fitur T-Launchpad belum bisa diakses melalui aplikasi Tokocrypto;
  • T-Hub, sarana dedicated space bagi masyarakat untuk belajar, berinteraksi, dan berkolaborasi antarkomunitas blockchain; serta
  • Tokonews, platform portal berita aggregator seputar perkembangan ekosistem kripto dan blockchain.

Sebagai informasi, Tokocrypto saat ini memiliki 2,5 juta pengguna per Maret 2022. Angka tersebut naik sekitar 35 persen dari posisi akhir 2021 yaitu sekitar 2 juta pengguna. Sementara, itu dari sisi transaksi atau volume trading aset kripto selama kuartal I 2022 telah mencapai 47,9 juta dolar AS.

“Kripto dan seluruh ekosistem blockchain sedang mencoba untuk membuat internet baru, yang oleh banyak orang disebut Web3, seperti halnya Google dan Microsoft yang membantu menciptakan Web1. Teknologi blockchain akan mendominasi dunia selama 10-20 tahun ke depan dan dapat membantu memecahkan beberapa masalah ekonomi atau menguranginya,” pungkas Kai.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version