Microsoft Surface Laptop SE, Laptop Khusus Pelajar dengan Baterai Hingga 16 Jam!

Jakarta, Gizmologi – Setelah resmi perkenalkan sistem operasi yang dirancang khusus perangkat edukasi, Microsoft juga perkenalkan Surface Laptop SE. Perangkat ini hadir sebagai senjata utama Microsoft agar dapat bersaing dengan seri Chromebook yang dinilai sukses di pasaran. Banyak digunakan untuk keperluan edukasi secara global.

Google memang lebih dulu berikan alternatif sistem operasi sederhana yakni Chrome OS untuk dijalankan pada laptop berspesifikasi rendah murah meriah. Meski laris, OS tersebut tidak cocok untuk semua wilayah—berkat cara kerjanya yang hampir sepenuhnya membutuhkan koneksi internet, bakal jadi penghalang untuk para pelajar yang belum bisa terus-terusan tersambung ke jaringan.

Surface Laptop SE adalah lini seri yang paling murah, masih lebih murah dari Surface Laptop Go yang rilis pertama kali akhir tahun 2020. Karena peruntukannya hanya untuk edukasi, spesifikasinya pun dirancang minimalis, dengan aplikasi yang dibuat web-based. Meski begitu, perangkat ini bakal tetap berfungsi baik saat digunakan tanpa koneksi internet sekalipun.

Baca juga: ASUS Vivobook 13 Slate, Tablet Windows Layar OLED Pesaing Microsoft Surface

Bakal Jalankan Windows 11 SE

Surface Laptop SE

Secara desain memang terlihat sangat minimalis, sepenuhnya gunakan material plastik dengan cover luar hanya menampilkan logo sederhana. Tersedia dalam satu opsi warna saja, bagian dalam seperti keyboard dan touchpad dibuat senada. Ketebalannya kurang dari 18mm, dengan bobot sangat ringan hanya 1,1 kilogram saja, mengingat materialnya yang memang ringan.

Dari kedua sisi perangkat, pengguna bakal bisa temukan pilihan konektivitas yang cukup lengkap meski jumlahnya terbatas. Disediakan port DC-in untuk isi daya, 1 port USB-A, 1 port USB-C (yang tak disebutkan apakah mendukung isi daya), serta audio combo jack. Untuk kemudahan pengoperasian, touchpad-nya sudah mendukung standar Windows Precision.

Bagian yang dibuat standar adalah panel layarnya. Berdimensi 11,6 inci, resolusinya hanya 768p dan gunakan panel TFT “Liquid Crystal Display”, serta pakai rasio 16:9 alih-alih 3:2 seperti perangkat Surface lainnya. Mungkin ditujukan agar pelajar bisa jalankan dua aplikasi bersebelahan, mengingat fitur Snap pada Windows 11 SE dibuat lebih sederhana.

Ya, Surface Laptop SE bakal jalankan sistem operasi khusus edukasi tersebut. Selain fitur yang lebih terbatas, perangkat juga tak dilengkapi Microsoft Store, namun masih bisa dipasangkan aplikasi tambahan seperti Zoom untuk kebutuhan sesi kelas virtual. Disematkan sebuah kamera 720p, mikrofon digital serta speaker stereo untuk dukung keperluan tersebut.

Spesifikasi Microsoft Surface Laptop SE

Surface Laptop SE

Surface Laptop SE hadir dalam opsi prosesor Intel Celeron N4020 maupun N4120, pilihan RAM 4GB/8GB DDR4, serta penyimpanan internal 64GB/128GB berbasis eMMC. Ketika tak tersambung ke internet, dokumen bisa disimpan secara luring dan bakal otomatis tersinkron ke OneDrive saat sudah tersambung. OS yang dijalankan juga dirancang inklusif untuk pengguna yang berkebutuhan khusus.

Karena spesifikasinya yang sangat sederhana, Surface Laptop SE diklaim bisa digunakan seharian penuh, bahkan hingga 16 jam. Perangkat ini juga dirancang mudah untuk diservis, bahkan langsung oleh pengguna atau admin IT dalam organisasi. Bodi bawahnya gunakan baut standar dengan hardware seperti RAM, baterai hingga motherboard yang mudah dilepas dan diganti apabila ada kerusakan.

Sebelumnya, Microsoft telah menghabiskan waktu selama 18 bulan berbincang ke admin IT dan lainnya untuk ciptakan laptop yang cocok dalam penuhi kebutuhan edukasi, dan hal tersebut menjadi salah satu konsiderasi yang krusial. Ke depannya, Microsoft bakal buat semua produknya mudah diperbaiki, setidaknya pada akhir 2022.

Diluncurkan pertama kali untuk pasar Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Jepang, Microsoft Surface Laptop SE bakal hadir awal tahun depan. Varian termurah dengan opsi memori 4/64GB dibanderol USD249 (Rp3,5 jutaan), sementara untuk versi 8/128GB sedikit lebih mahal di USD329 (Rp4,6 jutaan). Vendor lain seperti Acer, HP dan lainnya

Tinggalkan komen