SK Hynix dikabarkan tengah melakukan pembicaraan dengan Intel terkait kemungkinan memproduksi chip memori di Amerika Serikat. Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi pertama kalinya SK Hynix menjalankan produksi chip memori di AS. Informasi ini berasal dari laporan Reuters yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Ada dua opsi yang disebut sedang dipertimbangkan. SK Hynix dapat menyewa sebagian fasilitas manufaktur Intel yang sedang dibangun di Ohio, atau membentuk perusahaan patungan bersama Intel dan sejumlah perusahaan cloud besar yang ingin mengamankan pasokan chip memori. Namun, pembicaraan tersebut masih bersifat eksploratif dan belum menghasilkan kesepakatan.
Kabar ini muncul ketika permintaan terhadap memori meningkat seiring perkembangan AI dan kebutuhan pusat data. Di sisi lain, produksi chip di AS memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan Korea Selatan. SK Hynix sendiri sudah membangun fasilitas packaging HBM di Indiana, tetapi produksi wafer memori di AS akan menjadi langkah yang berbeda.
Baca Juga: SK hynix Prediksi Krisis Memori Berlanjut hingga 2030, Harga Tetap Tinggi
Fasilitas Intel Ohio Jadi Salah Satu Opsi

Fasilitas Intel di Ohio menjadi salah satu bagian penting dari pembicaraan tersebut. Intel sebelumnya merencanakan investasi besar untuk kompleks manufaktur di negara bagian itu, tetapi jadwal produksinya mengalami penundaan hingga sekitar 2030. Jika sebagian fasilitas dapat digunakan Hynix, kerja sama tersebut berpotensi memberikan pemanfaatan tambahan terhadap proyek yang pembangunannya berjalan lebih lambat dari rencana awal.
Bagi SK Hynix, produksi lokal di AS juga dapat membantu menjawab tekanan dari pelanggan dan pemerintah untuk memperluas kapasitas manufaktur di luar Korea Selatan. Meski begitu, belum diketahui chip apa yang akan diproduksi jika kesepakatan tercapai. Reuters menyebut DRAM dan HBM sebagai kemungkinan yang sensitif, sementara NAND juga belum dikesampingkan.
Teknologi Memori Bisa Jadi Kendala
Rencana tersebut juga berpotensi menghadapi pemeriksaan dari pemerintah Korea Selatan apabila melibatkan teknologi yang masuk kategori sensitif. Kementerian perdagangan Korea Selatan menyatakan keputusan investasi pada dasarnya berada di tangan SK Hynix, tetapi teknologi yang dikategorikan sebagai teknologi inti nasional dapat memerlukan peninjauan berdasarkan aturan perlindungan teknologi.
SK Hynix sendiri mengatakan sedang mempertimbangkan berbagai langkah, termasuk membangun basis produksi tambahan, tetapi belum ada keputusan yang ditetapkan. Intel juga tidak mengonfirmasi pembicaraan tersebut dan hanya menyatakan bahwa perusahaan tetap melanjutkan investasi di Ohio. Artinya, untuk saat ini belum ada kepastian mengenai bentuk kerja sama, jenis memori, maupun kapan produksi SK Hynix di AS dapat dimulai.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

