Hembusan angin dingin langsung terasa menusuk kulit saat keluar dari pintu Hotel Vilotel di Oberkochen, Jerman. Suhu berkisar 12 derajat Celsius menandai awal musim gugur di kota yang berjarak sekitar 200 km dari Munich tersebut.
Oberkochen adalah kota kecil yang nyaman dan sepi, yang menjadi rumah bagi kantor pusat Zeiss. Tampak tenang, namun menyimpan sejarah dan inovasi besar di bidang optik. Gizmologi, yang diundang oleh Vivo Indonesia, bergegas menaiki bus yang telah disiapkan untuk mengantar ke tujuan utama kami: kantor pusat dan museum Zeiss.
Baca juga: Kolaborasi dengan ZEISS, Terobosan Baru Vivo Perkuat Kemampuan Kamera Smartphone

Setelah menempuh perjalanan singkat, kami tiba di gedung Zeiss yang megah namun elegan. Di sinilah, perusahaan yang didirikan oleh Carl Zeiss berkembang menjadi salah satu pionir di dunia optik dan optoelektronik.
Kami disambut oleh tim dari Zeiss yang memandu tur. Di mana sejarah perusahaan dipamerkan dalam berbagai bentuk, mulai dari alat-alat optik pertama yang diciptakan, hingga teknologi mutakhir yang kini digunakan di seluruh dunia.
Zeiss, Sejarah Panjang dari Sebuah Lensa

Di dalam museum, kami diajak menyusuri perjalanan panjang Zeiss sejak awal mula berdirinya. Dr. Kurt Becker, fisikiawan dan pensiunan Zeiss menjadi pemandu tur museum kami. Ia menjelaskan bahwa tujuan dari didirikannya museum adalah untuk memperkenalkan kepada semua pengunjung tentang semua lini produk optik Zeiss.
Carl Zeiss memulai usahanya di Jena, Jerman, sebagai bengkel kecil yang memproduksi alat-alat presisi dan instrumen optik. Sejak awal, visi perusahaan adalah menciptakan teknologi optik yang revolusioner. Pada tahun 1876, Ernst Abbe, seorang ilmuwan muda, bergabung dengan Carl Zeiss dan menjadi mitra strategis.
Keduanya meletakkan fondasi bagi perusahaan multinasional ke arah yang lebih inovatif. Bersama-sama, mereka menciptakan sistem optik yang membantu mempercepat berbagai kemajuan ilmiah, termasuk pengembangan mikroskop yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri tuberkulosis.
Perusahaan ini pada mulanya mendirikan di Jena kawasan Jerman Timur. Kantor pusat Carl Zeiss pindah ke Oberkochen tak lepas dari sejarah masa lampau saat berkecamuk Perang Dunia II. Di mana pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat merelokasi fasilitas dan karyawan senior ke Jerman Barat.
Kurt Becker memaparkan bagaimana teknologi lensa berkembang dari masa ke masa. Salah satu momen yang membanggakan bagi Zeiss adalah kontribusi mereka dalam dunia medis dan ilmiah. Misalnya, mikroskop buatan Zeiss membantu ilmuwan peraih Nobel, Robert Koch, menemukan bakteri tuberkulosis, salah satu penemuan penting dalam dunia medis yang menyelamatkan jutaan nyawa.
Perusahaan ini juga menjadi pelopor dalam produksi lensa untuk kamera sinema, di mana banyak film besar Hollywood difilmkan dengan menggunakan lensa Zeiss. Beberapa di antaranya bahkan memenangkan penghargaan Oscar seperti Barry Lyndon, trilogi Lord of the Rings, dan James Bond: Skyfall.
Teknologi dan Kualitas dalam Setiap Detail

Setelah berkeliling museum, kami dibawa menuju area yang sangat penting bagi perkembangan teknologi optik, yaitu lini produksi lensa kamera sinema. Josef Kohnle, Senior Director of Operations at ZEISS yang sudah bekerja di perusahaan ini sejak 1986 menjadi pemandu untuk tur ini.
“Zeiss lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Kami lebih fokus pada menciptakan produk premium, sehingga tidak memproduksi lensa secara massal,” ujarnya.
Ia mengklaim lensa sinema Zeiss sangat andal mengabadikan berbagai situasi yang berbeda untuk memberi pengguna keyakinan agar tidak gagal dalam menghasilkan sebuah karya. Lensa yang dibuatnya bisa tahan belasan bahkan bisa ratusan tahun.
Kami diajak melihat langsung bagaimana lensa diproduksi dengan presisi tinggi, sebagian besar prosesnya masih memerlukan sentuhan tangan manusia untuk memastikan kualitas yang sempurna. Teknisi-teknisi berpengalaman bekerja dengan ketelitian, memastikan setiap lensa memenuhi standar kualitas tinggi yang telah lama menjadi ciri khas Zeiss.
Lensa-lensa sinema buatan Zeiss telah digunakan dalam banyak film blockbuster, memberikan gambar yang tajam dan detail yang memukau. Penghargaan yang diterima Zeiss dalam industri film, termasuk beberapa penghargaan teknis Oscar, adalah bukti kualitas produk mereka. Di lini produksi ini, kami juga melihat bagaimana setiap komponen lensa diuji dengan ketat sebelum dipasang, memastikan bahwa produk yang dihasilkan siap untuk digunakan dalam skenario pengambilan gambar paling menantang di dunia film.
Pengujian Kamera Vivo

Agenda berikutnya adalah bagian yang paling kami nanti-nantikan: kunjungan ke bagian pengujian modul kamera yang dirancang khusus untuk smartphone Vivo. Dalam beberapa tahun terakhir, kolaborasi antara Vivo dan Zeiss telah melahirkan sejumlah teknologi kamera smartphone yang sangat canggih. Di ruangan yang steril dan dipenuhi dengan peralatan berteknologi tinggi, kami diperlihatkan bagaimana setiap modul kamera diuji dengan skenario penggunaan yang sangat beragam.
Mulai dari pengujian dalam kondisi pencahayaan rendah, simulasi pengambilan gambar dengan gerakan cepat, hingga pengujian daya tahan terhadap cuaca ekstrem, setiap modul kamera harus melewati serangkaian uji yang panjang dan ketat sebelum dinyatakan layak untuk diproduksi massal.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kamera di smartphone Vivo tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga memberikan kualitas gambar yang terbaik dalam berbagai situasi,” ujar Oliver Schindelbeck, Senior Smartphone Technology Manager Zeiss Consumer Products.
Kolaborasi yang Mendorong Batas Inovasi
Zeiss dan Vivo telah bekerja sama sejak beberapa tahun terakhir, dan kolaborasi ini membawa dampak signifikan dalam dunia mobile photography. Bukan sekadar memberikan teknologi lensa, Zeiss juga terlibat dalam desain modul kamera secara keseluruhan, memastikan bahwa setiap smartphone Vivo yang dilengkapi dengan teknologi Zeiss mampu menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi.
Dalam tur ini, kami melihat langsung bagaimana teknologi Zeiss diterapkan di setiap tahap produksi kamera smartphone Vivo. Dari proses desain hingga pengujian akhir, setiap langkah dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang tidak hanya memenuhi ekspektasi konsumen, tetapi juga mendorong batasan inovasi teknologi kamera smartphone. Pengujian yang kami lihat hari itu hanyalah salah satu contoh kecil dari dedikasi yang diberikan oleh Zeiss dan Vivo untuk memastikan bahwa produk mereka tetap berada di garis depan inovasi.
Kinerja yang Solid
Meski tantangan global terus meningkat, kinerja Zeiss tetap solid. Pada tahun fiskal 2022/2023, Zeiss mencatatkan pendapatan sebesar 10,1 miliar euro, meningkat 15% dari tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang mendorong kinerja ini adalah fokus Zeiss pada riset dan pengembangan (R&D), dengan total investasi R&D mencapai 1,545 miliar euro atau sekitar 15% dari total pendapatan. Investasi berkelanjutan ini memungkinkan Zeiss untuk terus berinovasi dan memimpin pasar dalam berbagai segmen teknologi optik, termasuk semikonduktor, kesehatan, dan konsumsi.
Kesuksesan Zeiss juga didorong oleh kemitraan strategis seperti yang mereka lakukan dengan Vivo. Kolaborasi ini membuka pasar baru dan memungkinkan Zeiss untuk memperkenalkan teknologi canggih mereka ke lebih banyak konsumen di seluruh dunia. Dengan fondasi yang kuat, perusahaan ini siap menghadapi tantangan masa depan dan terus berinovasi di bidang optik dan digitalisasi.
Perjalanan singkat ke Jerman, dengan agenda utama kunjungan ke kantor pusat Zeiss di Oberkochen ini memberikan wawasan mendalam, tentang bagaimana sejarah panjang dan inovasi terus berjalan beriringan. Sejak awal berdirinya hingga sekarang, Zeiss telah menjadi saksi dan aktor utama dalam banyak revolusi teknologi optik di berbagai industri, mulai dari medis hingga perfilman. Sekarang, di ranah smartphone mereka berkolaborasi dengan Vivo, setelah sebelumnya selama belasan tahun bersama Nokia. Perusahaan yang sudah berusia ratusan tahun ini bertahan hingga sekarang dengan terus membawa inovasi dan kualitasnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




