Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review Lenovo Yoga Slim 7i Carbon: Partner Mobilitas Tinggi Terbaik

0 6.915

Bila berkata ketang konsep laptop idaman, mungkin poin-poinnya bakal seperti ini; desain tipis, ringan, performa kencang, baterai tahan lama, dan tentunya harga terjangkau. Ada sih ada, tapi umumnya harganya bakal cukup tinggi, bisa sampai Rp20 jutaan, misalnya. Tapi tidak dengan Lenovo Yoga Slim 7i Carbon.

Sejak awal, ketika saya melihat namanya, saya mengira kalau laptop ini bakal punya banderol harga premium. “Yoga” dulunya hadir sebagai lini premium dengan layar putar 360 derajat, sementara kata “carbon” mengindikasikan material yang mahal juga. Namun ternyata saya salah, karena banderol harganya mulai Rp15 jutaan.

Mengantongi sertifikasi Intel Evo, laptop ini juga hadir dengan fitur keamanan yang menarik. Sebuah gimmick yang cukup useful bagi mereka yang concern dengan privasi, dihadirkan lewat setup kamera canggih di atas layarnya. Mendekati sempurna, dengan 1 – 2 kekurangan minor. Berikut ulasan saya setelah dua minggu menggunakan Lenovo Yoga Slim 7i Carbon.

Desain

Desain Lenovo Yoga Slim 7i Carbon, Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Berbeda dari laptop kebanyakan dan persepsi material carbon pada umumnya, Lenovo Yoga Slim 7i Carbon justru tampil dengan seluruh permukaan berwarna putih “Moon White” (kecuali bezel layar di dalam). Tak mudah untuk ciptakan warna ini, karena dibutuhkan proses 3-layer high heat dan proses pengecatan yang memakan waktu sampai 9 jam di atas material karbon hitam.

Serat karbon di bagian balik layar punya kekuatan aero-grade, terasa lembut dan halus di tangan. Nggak perlu takut cepat kotor atau terkena noda, karena materialnya dibuat anti sidik jari dan mudah dibersihkan. Meski jarang saya bersihkan pun, tidak pernah kusam atau menggelap sama sekali.

Ketebalan Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Nggak cuma itu aja, Lenovo Yoga Slim 7i Carbon juga sudah mengantongi standar militer MIL-STD 810G, mampu melalui 9 tahap pengetesan seperti suhu, kelembapan, pasir dan debu sampai uji jatuh dari ketinggian 76cm. Meski sebenarnya, ketika benar-benar diputar atau twist, laptop ini tak sekokoh material aluminum. Namun material karbon membuat bobotnya ringan.

Seberapa ringan? Hanya 996 gram saja, cocok banget buat yang males bawa laptop berat di tas punggung atau Gizmo friends yang punya mobilitas tinggi. Layarnya pun bisa dibuka dengan satu tangan, dan bisa terbuka sampai 180 derajat—belum bisa sampai 360 derajat, meski mengantongi nama “Yoga”.

Layar

Layar Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Keunggulannya masih berlanjut sampai ke bagian dalam. Layar dari laptop premium nan ringan ini punya dimensi 13,3 inci dengan rasio 16:10. Tergolong besar dengan dimensi bodi kompak, karena bezel dari Lenovo Yoga Slim 7i Carbon dibuat sangat tipis mulai dari 3mm, termasuk bezel bawah dan atas relatif tipis meski ada kamera canggih.

Resolusinya panel IPS-nya mencapai Quad HD 1600p, hasilkan kerapatan piksel 227 ppi. Sudah mendukung 100% sRGB dan tersertifikasi Dolby Vision, layar Lenovo Yoga Slim 7i Carbon ini sudah cocok untuk kreator konten dan mereka yang ingin menikmati konten multimedia.

Bezel layar Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Tingkat kecerahannya pun sudah cukup di 300 nits, masih oke ketika dipakai ketik-ketik di sebuah kafe luar ruangan. Permukaannya juga sudah anti sidik jari (anti-glare), dan tak perlu khawatir melelahkan mata karena sudah tersertifikasi dari TUV Rheinland. Hanya saja, memang, belum mendukung input sentuh.

Port & Konektivitas

Dongle Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Karena dimensinya tipis, laptop ini tak dilengkapi dengan port ‘besar’ seperti HDMI, VGA ataupun USB-A. Namun jangan khawatir, dalam pembeliannya disertakan sebuah dongle kecil yang punya tiga port tersebut. Setidaknya nggak perlu beli lagi, karena harganya pun lumayan. Sayangnya tidak ada slot kartu SD baik di laptop dan dongle.

Total ada tiga port USB-C di sekeliling bodinya. Di sebelah kanan, ada satu port USB-C 3.0 Gen 1 di sebelah tombol power, bersebelahan juga dengan jack audio combo 3,5mm. Sementara di bodi kiri, ada dua port USB-C yang sudah mendukung standar Thunderbolt 4—satu di antaranya bisa DisplayPort serta Power Delivery.

Dengan begitu, pengguna bisa menggunakan adaptor pengisi daya 65W, ataupun menyambungkannya dengan monitor sampai GPU eksternal. Di bagian tengah, terdapat keyboard yang punya desain serupa laptop Lenovo pada umumnya. Key travel-nya memang ‘tipis’ di 1mm, tapi masih sangat nyaman digunakan.

Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Tombol spasi dibuat sejajar dengan touchpad-nya yang luas, halus serta sudah gunakan Windows Precision Driver. Bagian menarik ada pada bagian lampu atau backlit dari Lenovo Yoga Slim 7i Carbon. Karena selain mendukung dua tingkat kecerahan, ada mode auto yang memanfaatkan sensor cahaya. Bakal menyala otomatis bila digunakan dalam kondisi gelap.

Saya suka dengan tombol page up & page down yang dibuat menyatu dengan tombol up & down, sehingga tombol arah kiri & kanan bisa dibuat full-size. Tombol power-nya juga ada di samping, sehingga tidak mungkin salah pencet saat hendak menekan tombol delete.

Performa

Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Varian yang saya ulas adalah versi paling terjangkaunya, menjalankan chipset terbaru Intel Core i5-1135G7 generasi ke-11 dengan CPU octa-core. Kapasitas RAM-nya 8GB LPDDR4x dual-channel dan tak bisa di-upgrade, sementara penyimpanannya 512GB M.2 PCIe SSD.

Yang ingin saya highlight lebih jauh adalah sertifikasi Intel Evo yang dimiliki Lenovo Yoga Slim 7i Carbon ini. Kalau ada sebuah laptop yang punya sertifikasi platform ini, artinya sudah memenuhi beberapa prasyarat wajib yang harusnya dimiliki sebuah laptop premium. Anggaplah seperti jaminan standar laptop berkualitas.

Skor benchmark Lenovo Yoga Slim 7i Carbon
Skor PCMark (kiri) & CrystalDiskMark Lenovo Yoga Slim 7i Carbon.

Beberapa prasyarat intinya yaitu harus responsif, punya masa pakai lebih dari 9 jam dalam resolusi layar full HD, bisa nyala dari sleep kurang dari satu detik, punya teknologi fast charging (setidaknya empat jam penggunaan dalam waktu charge 30 menit) dan konektivitas mumpuni seperti Wi-Fi 6 Gig+ serta port yang sudah mendukung Thunderbolt 4. Otomatis, Lenovo Yoga Slim 7i Carbon mengantongi semuanya.

Laptop ini sudah sangat mumpuni untuk sekadar kebutuhan kantor sehari-hari. Sementara untuk kreator konten, kartu grafis Intel Iris Xe-nya juga sudah comparable dengan GPU diskrit kelas entri. Hanya saja mungkin RAM 8GB bakal dirasa kurang, sehingga lebih baik pilih varian Core-i7 dengan RAM 16GB.

Saat sedang digunakan tanpa charger, laptop ini cenderung memiliki suhu yang terjaga. Namun ketika sambil diisi daya, bakal terasa sangat panas di bagian bawah kiri bodi, sekitar di bawah tombol F12. Dugaan saya sih, karena fitur Rapid Charge aktif, sampai kipas pun ikut berputar secara intensif.

Lewat aplikasi khusus, kita juga dapat mengatur aktifitas kipas, ingin fokus ke performa atau dibuat senyap yang cocok di ruangan tenang. Dengan dukungan Bluetooth 5, sambungan ke perangkat seperti earphone TWS pun tak ada masalah.

Fitur Lain

Kamera Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Lenovo Yoga Slim 7i Carbon hadir tanpa sensor sidik jari. Sebagai gantinya, di sebelah webcam 720p pada bagian atas layar, disematkan beberapa sensor tambahan yang berfungsi sebagai kamera inframerah. Sensor tersebut dimanfaatkan untuk login secara otomatis melalui Windows Hello, kini sudah mulai umum hadir di laptop tipis premium.

Namun tak berhenti di situ saja, Lenovo berikan beberapa gimmick terkait privasi dan keamanan tambahan yang menarik. Saat laptop dibuka, Lenovo Yoga Slim 7i Carbon bisa menyala otomatis, aktifkan kamera, deteksi wajah dan otomatis login tanpa pengguna perlu menyentuh tombol apa pun.

Fitur keamanan Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Ketika pengguna sedang pergi, kamera secara otomatis mendeteksi ketiadaan penggunanya, meredupkan layar kemudian masuk ke mode “Modern Standby”—seperti sleep biasa, tapi tetap sinkronisasi email. Saat pengguna datang ke depan laptop, perangkat otomatis nyala dan mengizinkan login. Lagi-lagi, tanpa perlu disentuh.

Saat sedang memutar video (dari pemutar yang didukung), konten otomatis terhenti ketika pengguna menoleh ke arah selain kamera. Dan dengan software tambahan dari MiraMatrix, layar juga bisa dibuat otomatis blur saat kamera mendeteksi wajah lain di belakang atau samping pengguna.

Webcam dari Lenovo Yoga Slim 7i Carbon sendiri punya kualitas yang sangat standar, bahkan masih ada yang lebih baik di rentang harga lebih murah. Dua mikrofonnya sangat jelas untuk penggunaan Zoom call. Sementara speakernya tergolong berkualitas untuk setup down-firing. Ada dua di kiri dan kanan, punya daya 2W, hasil kolaborasi Harman Kardon serta ditingkatkan lewat Dolby Atmos. Bakal sangat menyesuaikan permukaan laptop.

Baterai

Baterai Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Dimensinya tipis, ramping, performanya pun kencang. Meski begitu, daya tahan baterainya tergolong prima, apalagi sudah mengantongi sertifikasi Intel Evo. Dengan kapasitas 50Wh, Lenovo Yoga Slim 7i Carbon punya klaim 13 jam untuk pekerjaan kantor. Nyatanya? Di saya sih nggak sampai segitu, tapi masih tergolong irit.

Untuk pemakaian ala saya, dengan resolusi saya turunkan ke 1200p dan kecerahan 80 – 100%, rata-rata tiap harinya bisa bertahan minimal 10 jam penggunaan. Tentunya bisa dibuat lebih irit lagi kalau tanpa Bluetooth aktif, mode hemat daya atau menurunkan brightness.

Menggunakan port USB-C, pengisi daya bawaannya tergolong kompak dan punya arus 65W. Lenovo hadirkan fitur Rapid Charge yang bisa diaktifkan secara manual, terisi cepat sampai hampir 50% dalam waktu 30 menit saja. Untuk masa pakai yang lama, tersedia juga Conservation Mode yang beri limit pengisian sampai 50 – 60% saja, supaya baterai lebih awet.

Kesimpulan

Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Sebuah paket komplit laptop berkualitas di segala lini, ternyata bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp15 jutaan. Lenovo Yoga Slim 7i Carbon hadir berikan value yang sangat tinggi. Belum lagi ditambah dengan bonus Microsoft Office 2019 Home & Student Edition dan Lenovo Accidental Damage Protection.

Dengan begitu, konsumen tak perlu khawatir bila selama pakaian jatuh tidak sengaja, ketumpahan kopi atau lainnya, karena biaya servis bakal tidak dipungut biaya sama sekali, layaknya asuransi tambahan. Performa tinggi, baterai awet, dalam bodi yang ringan dan kompak.

Hanya saja, mungkin di harga serupa bakal banyak dibandingkan dengan MacBook Air M1, yang juga punya nilai prestis sendiri serta daya tahan baterai fenomenal. Kalau dirasa ekosistem Windows lebih cocok dengan kebutuhan sehari-hari, tentunya opsi dari Lenovo satu ini bakal lebih pas untuk dipilih bagi Gizmo friends.

Review Lenovo Yoga Slim 7i Carbon
9 / 10 Reviewer
{{ reviewsOverall }} / 10 Users (0 votes)
Design9
Display9
Performance9
Features9
Battery9
Pros
- Desain tipis, ringan, material premium
- Layar beresolusi tinggi
- Keyboard nyaman
- Teknologi privasi kamera canggih
- Baterai tahan lama
Cons
- Tidak ada port USB-A
- Tidak ada slot kartu SD/microSD termasuk pada dongle
- Belum mendukung input sentuh
Summary
Laptop ini mampu berikan seluruh fitur yang ada dengan nilai yang baik, jadikan Lenovo Yoga Slim 7i Carbon sangat layak untuk harga yang ditawarkan.
User review Kirim review kamu
Order by:

Be the first to leave a review.

User AvatarUser Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

This review has no replies yet.

Avatar
Show more
Show more
{{ pageNumber+1 }}
Kirim review kamu

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one


Spesifikasi Lenovo Yoga Slim 7i Carbon

Lenovo Yoga Slim 7i Carbon
Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lanjut.

General

Device Type Laptop
Model / Series Lenovo Yoga Slim 7i Carbon
Released 13 November, 2020
Status Available
Price Rp15.999.000 (i5-1135G7), Rp19.499.000 (i7-1165G7)

Platform

Processor Up to 11th Gen Intel® Core™ i7-1165G7 Processor
VGA (Graphic Card) Intel Iris Xe
RAM (Memory) 8/16GB LPDDR4x dual-channel (onboard)
Storage 512GB/1TB M.2 PCIe SSD
Operating System Windows 10 Home

Body

Dimensions 14,9mm x 296,9mm x 208,55mm
Display 13,3" QHD (2560 x 1600) dengan Dolby Vision 300 nits, 72% NTSC, 100% sRGB, sertifikasi TUV Rheinland untuk proteksi mata
Battery 3-cell, 50Wh
All day battery life
65W AC adapter
Support USB-C charging

Connectivity

Webcam HD IR Camera
Bluetooth 5.0
Wi-fi 802.11 ax
NFC
I/O Interface USB 3.0 Gen 1 (Type-C)
2 x USB-C Thunderbolt 4 (1 x DisplayPort / power delivery)
Headphone / mic combo

Other

Audio Speaker 2 x 2W Harman Kardon®yang dioptimalkan dengan Dolby Atmos®, 2 x digital mics
Features Backlight Keyboard (Single-Color, White, auto levelling)
Glance by Mirametrix
Color: Moon White
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.