Persaingan di pasar audio nirkabel atau True Wireless Stereo (TWS) kelas pemula semakin panas. Biasanya, konsumen dihadapkan pada dilema klise: memilih produk dari merek audio budget dengan spesifikasi di atas kertas yang mentereng, atau memilih produk dari jenama global tier satu namun dengan fitur yang minim. Namun, kehadiran Samsung Galaxy Buds Core tampaknya mengubah narasi tersebut, terutama setelah melihat dinamika harganya di pasaran saat ini.
Diluncurkan secara resmi pada bulan September lalu dengan banderol Rp799.000, TWS besutan Samsung ini sebenarnya sudah menawarkan proposisi nilai yang solid sebagai gerbang masuk ekosistem Galaxy. Namun, pantauan redaksi Gizmologi di berbagai e-commerce terkemuka saat ini menunjukkan fenomena menarik: harga pasaran Galaxy Buds Core kini banyak ditemukan di kisaran Rp500.000.
Penurunan harga ini tentu mengubah cara kita memandang perangkat tersebut. Dari sekadar โTWS murah Samsungโ menjadi salah satu kandidat best buy atau opsi paling logis di kelas setengah jutaan. Dengan harga yang kini bersinggungan langsung dengan merek-merek TWS asal Tiongkok yang selama ini mendominasi segmen budget, Samsung Galaxy Buds Core membawa senjata yang mematikan.
Baca juga: Galaxy Buds3 FE, TWS Gemini AI Harga Sejutaan!
TWS entry-level ini menawarkan fitur premium seperti Active Noise Cancelling (ANC), durabilitas baterai tinggi, dan jaminan kualitas build khas Samsung. Artikel ini akan mengulas secara mendalam pengalaman penggunaan Samsung Galaxy Buds Core, dan apakah penurunan harga ini menjadikannya pilihan mutlak bagi Anda yang sedang mencari TWS baru.
Desain Ergonomis dengan Sentuhan Nostalgia

Secara visual, Samsung Galaxy Buds Core tidak berusaha tampil futuristis dengan tangkai memanjang yang kini menjamur. Samsung justru kembali ke akar desainnya dengan mengadopsi bentuk bud bulat tanpa batang (stem-less), mengingatkan kita pada seri Galaxy Buds generasi awal yang ikonik. Pilihan desain ini memberikan profil yang sangat ringkas dan low-profile saat terpasang di telinga, membuatnya terlihat rapi dan tidak mencolok.
Kenyamanan pemakaian menjadi sorotan utama dalam pengujian kami. Desainnya yang bulat dilengkapi dengan wingtip minimalis yang berfungsi menjaga earbud tetap โmengunciโ di daun telinga tanpa memberikan tekanan berlebih. Ini adalah kabar baik bagi pengguna yang aktif; TWS ini tidak mudah lepas saat dipakai mengejar bus atau jogging ringan, namun tetap nyaman dipakai maraton streaming drama Korea berjam-jam. Bobotnya yang ringan membuat telinga tidak cepat lelah, sebuah aspek ergonomi yang sering kali luput di TWS kelas budget.
Tak hanya nyaman, ketangguhan fisik perangkat ini juga patut diapresiasi. Dengan sertifikasi IP54, Galaxy Buds Core memiliki ketahanan terhadap debu dan cipratan air. Anda tidak perlu panik saat perangkat terkena keringat saat berolahraga atau cipratan air hujan ringan saat commuting. Tersedia dalam warna Black dan White, material plastiknya terasa solid dan tidak murahan, memberikan kesan bahwa perangkat ini dirancang untuk pemakaian jangka panjang, bukan sekadar barang elektronik sekali pakai.
Kualitas Audio dan ANC

Bergeser ke sektor performa suara, penurunan harga pasar ke angka Rp500 ribuan membuat kualitas audio Galaxy Buds Core terasa โmelebihi harganyaโ. Karakter suaranya dirancang fun dengan bass yang cukup bertenaga namun tetap menjaga vokal agar tidak tenggelam. Sebuah racikan suara yang sangat pas untuk selera telinga mayoritas konsumen Indonesia yang gemar musik pop, R&B, atau elektronik. Meski dukungan codec-nya terbatas pada SBC dan AAC, kualitas streaming dari Spotify atau YouTube Music terdengar sangat memadai dan jernih.
Namun, fitur yang benar-benar menjadi game changer di titik harga barunya adalah Active Noise Cancelling (ANC). Menemukan TWS merek global dengan fitur ANC yang fungsional di harga Rp500 ribuan adalah hal yang langka. Kemampuan ANC di Galaxy Buds Core cukup efektif untuk meredam dengung mesin AC kantor atau suara bising di transportasi umum. Memang, kedapnya tidak seabsolut seri Pro, tetapi kehadirannya sudah sangat membantu pengguna untuk fokus menikmati musik atau podcast dengan volume yang lebih aman bagi telinga.
Untuk urusan komunikasi, Samsung tidak main-main. Disematkannya sistem tiga mikrofon pada perangkat ini memastikan kualitas panggilan suara tetap jernih. Dalam pengujian panggilan telepon dan meeting online, suara pengguna dapat terisolasi dengan baik dari kebisingan latar belakang. Ini menjadi nilai tambah signifikan bagi pekerja hybrid atau pelajar, mengingat banyak TWS kompetitor di harga yang sama sering kali memiliki kualitas mikrofon yang โcemprengโ atau bergema.
Konektivitas dan Pengalaman Penggunaan

Sebagai pintu masuk ke ekosistem Samsung, Galaxy Buds Core menawarkan pengalaman pengguna yang mulus. Berbekal Bluetooth 5.3, koneksi yang dihasilkan sangat stabil dengan latensi yang minim. Proses pairing ke smartphone, khususnya lini Samsung Galaxy, berjalan instan begitu case dibuka. Fitur perpindahan koneksi otomatis (Auto Switch) antar perangkat Samsung yang terdaftar di akun yang sama juga hadir, fitur yang biasanya menjadi privilese perangkat kelas atas.
Pengoperasian sehari-hari mengandalkan kontrol sentuh (touch control) pada permukaan earbud. Responsivitasnya cukup baik untuk melakukan perintah dasar seperti play/pause, menjawab telepon, atau berpindah mode ANC ke Ambient Sound. Meskipun kustomisasi kontrolnya tidak sekompleks seri flagship, antarmuka yang ditawarkan sudah sangat cukup dan intuitif untuk penggunaan kasual.
Membawa Pengalaman Esensial Galaxy AI

Meski harganya hanya Rp500 ribuan tapi fiturnya sudah cukup lengkap untuk bisa diandalkan menjadi teman sehari-hari. TWS murah Samsung ini bisa terhubung ke Galaxy AI khususnya Interpreter. Jadi kita bisa menikmati fitur ala flagship di kelas entry level.
Dengan Interpreter Mode, kita bisa ngobrol dengan orang yang berbahasa asing. Syaratnya tentu saja adalah memakai smartphone yang telah mendukung Galaxy AI seperti S Series dan Z Foldable terbaru. Hasil terjemahannya langsung muncul di layar HP, sementara suaranya terdengar di Buds Core. Rasanya seperti punya asisten pribadi yang membisikkan terjemahan ke telinga.
Selain itu, ada fitur Find My Buds. Fitur ini berguna jika eearbuds terselip di tas atau jatuh di kasur, tinggal cari lewat aplikasi Samsung Find. Fitur ini bakal mengeluarkan suara beep kecil biar gampang ditemukan.
Baterai 35 Jam Temani Aktivitas Seharian
Salah satu aspek yang paling mengesankan dari Galaxy Buds Core, terutama jika dibandingkan dengan kompetitornya, adalah daya tahan baterai. Dengan kapasitas 65 mAh per earbud, Samsung menjanjikan total waktu pemutaran hingga 35 jam (dengan casing). Dalam penggunaan nyata, angka ini terbukti bukan sekadar klaim pemasaran.
Ketahanan baterai ini sangat bisa diandalkan. Pengguna bisa leluasa menggunakan TWS ini dari pagi buta hingga malam hari tanpa didera kecemasan kehabisan daya (battery anxiety). Untuk segmen harga Rp500 ribuan yang biasanya diisi oleh TWS dengan baterai pas-pasan (sekitar 20-24 jam total), performa baterai Galaxy Buds Core terasa superior. Pengisian dayanya pun sudah menggunakan USB-C, memastikan kompatibilitas dengan kabel charger ponsel Anda pada umumnya.
Kesimpulan Samsung Galaxy Buds Core
Samsung Galaxy Buds Core pada awalnya adalah produk yang โbagusโ di harga Rp799.000. Namun, dengan harga pasar yang kini menyentuh kisaran Rp500.000, statusnya berubah menjadi produk yang โluar biasaโ. Ia menawarkan kombinasi maut yang sulit ditolak: kualitas audio solid, fitur ANC yang berguna, baterai super awet, dan kenyamanan desain ergonomis, semuanya dibalut dalam jaminan mutu dan layanan purna jual Samsung yang luas.
Di rentang harga barunya, ia sukses mengungguli banyak kompetitor dari segi fitur dan peace of mind. Bagi konsumen yang mencari TWS dengan performa all-rounder tanpa ingin berjudi dengan kualitas, Samsung Galaxy Buds Core kini adalah rekomendasi utama yang sulit untuk tidak dilirik. Ini adalah bukti bahwa teknologi bagus dan fungsional tidak harus selalu mahal.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



