Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Tak Mau Drone Kesayangan Rusak Karena Jatuh? 3 Tipe Parasut Drone ini Bisa Jadi Solusi

Drone yang jatuh dari langit tidak hanya berpotensi mencederai manusia tetapi juga “melukai” dompet dikarenakan harganya yang tidak murah. Oleh karena itu, perusahaan asal Austria memperkenalkan tiga jenis parasut drone yang berguna melindungi drone agar tidak rusak.

Perusahaan bernama Drone Rescue merilis tiga parasut drone baru untuk drone multicopter saat berlangsungnya Intergeo 2018 di Frankfurt, Jerman, kemarin, tulis dronedj.com. Integeo 2018 merupakan tempat bertemunya para ahli dan pengambil kebijakan di bidang politik, ilmu pengetahuan dan kalangan industri.

Drone Rescue DRS-5 dan DRS-10

Parasut drone DRS-5 dan DRS-10 didemonstrasikan oleh Drone Rescue pada Selasa pekan ini. Kedua model tersebut mempunyai desain yang sangat mirip tetapi berbeda dalam hal bobot maksimum drone.

Parasut drone DRS-5 sanggup mendukung drone yang berbobot 8 kilogram sedangkan DRS-10 dibuat bagi drone yang mempunyai berat antara 5 dan 20 kilogram.

Model parasut drone tersebut dibekali dengan sangkar karbon plus sensor dan kontrol yang bekerja secara mandiri. Segera setelah sistem parasut Drone Rescue mendeteksi bahwa drone berada dalam masalah, pihaknya akan mengerahkan parasut drone secara elektronik dalam rentang milidetik saja.

Tak hanya berfungsi mengerahkan parasut drone, sistem tersebut juga memangkas daya ke bagian atas drone guna menghentikan putaran baling-baling untuk mencegah garis parasut menjadi kusut atau agar tidak seorang pun terluka di tanah.

Related Posts
1 daripada 11

parasut drone DJI Matrice 600. Foto oleh unmannedsystemssource.com

Drone Rescue DRS-M600 untuk Drone DJI Matrice 600

Parasut drone berikutnya yakni DRS-M600 yang merupakan versi berbeda dari modul parasut DRS-10. Seri DRS-M600 ini secara khusus dibuat untuk melindungi drone DJI Matrice 600 (M600).

Modul parasut buatan Drone Rescue turut mencakup perekam data penerbangan dalam kotak hitam yang memonitor data GPS berikut ketinggian dan percepatan dari drone. Menurut perusahaan tersebut, klaim asuransi merupakan alasan utama kotak hitam dimasukkan ke dalam modul.

Baca juga: Firma Kanada Kembangkan Drone Penyedia Keperluan untuk Daerah Terpencil

“Sistem kami mempunyai keuntungan dimana ia sangat bisa menangani tanpa menyebabkan solusi eksplosif,” kata Andreas Ploier dari Drone Rescue dalam sebuah rilis pers. “Walhasil, kami mempunyai sistem yang dianggap lebih ringan, dan berfungsi bahkan saat skenario terburuk sekali pun,” tambah Andreas.

Bersamaan dengan Joanneum Aeronautics dari Graz, Austria, Drone Rescue telah mengetes DRS-5 lebih dari 100 kali yang secara sukses dengan melindungi drone berbobot kurang dari 4 kg. Setiap kali parasut tersebut dikerahkan, drone bisa mendarat dengan aman. Drone Rescue diperkirakan akan mulai mengirimkan parasut tersebut pertamanya ke pembeli beberapa tahun jelang akhir 2018 ini.

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: