Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Leica SL2, Kamera Sultan Fitur Jagoan

Ibarat mobil, maka Leica adalah termasuk kategori sport car yang merupakan kasta tertinggi di industri. Lebih gampangnya, mari kita sebut saja sebagai kamera sultan. Karena levelnya yang tak bisa dijangkau oleh pengguna kebanyakan. Hari ini, mereka meluncurkan kamera terbarunya Leica SL2.

Kamera sultan besutan produsen legendaris asal Jerman ini termasuk dalam jajaran kamera full-frame sensor 35mm. Leica SL 2 merupakan penerus dari seri Leica SL yang pertama kali diluncurkan pada 2015 lalu. Kamera generasi baru ini akan mulai dipasarkan serentak di seluruh dunia pada 21 November 2019.

Menurut Bernard Suwanto, Director of Leica Store Jakarta, kamera baru Leica SL2 ini mengusung nuansa baru untuk mirrorless berkat saran dari para fotografer dan pemilik Leica SL. “Leica melakukan beberapa upaya untuk mendorong teknologi dan inovasi yang tetap mengedepankan desain serta warisan yang telah ada,” kata Suwanto saat peluncuran di Leica Store, Plaza Senayan, Jakarta (20/11).

Baca juga: Leica M10-P: Kamera Layar Sentuh dengan Shutter Senyap

Fitur dan Spesifikasi Leica SL2

Spesifikasi Leica SL2Dibanding seri sebelumnya, kamera Leica SL2 memiliki resolusi yang dua kali lebih besar, yakni dengan sensor CMOS 47 megapiksel. Tapi jangan bandingkan dengan sensor kamera smartphone yang sekarang resolusinya sudah 64MP di pasaran, bahkan di luar sana sudah ada yang 108MP. Tetap saja kualitasnya berbeda jauh.

Tambahan fitur lainnya adalah sekarang Leica SL2 sudah memiliki 5-axis body-stabilization untuk mengatasi guncangan kamera. Sebenarnya ini bukan hal baru di ranah fotografi. Bahkan Leica tergolong belakangan karena selama ini mereka memang lebih fokus pada ketajaman hasil foto still image.

Fitur 5-axis body sendiri telah dimiliki oleh produsen kamera seperti Sony, Olympus, Panasonic Lumix, Fujifilm, Nikon, dan Canon. Ini membuat penggunanya lebih “pede” saat dipakai untuk merekam video secara handheld karena bisa meredam goncangan. Pembaruan lainnya terdapat pada Electronic ViewFinder beresolusi 5,76 megapixels dan sistem deteksi fokus otomatis Leica Object Detention AF.

Leica mengklaim sensor gambar full-frame CMOS pada SL2 dapat menghasilkan tingkat kualitas dan ketajaman gambar yang tak tertandingi. Dynamic range yang luar biasa, ketajaman warna hingga 14 bit per saluran RGB dan sensitivitas hingga ISO 50.000 memungkinkan kualitas gambar yang luar biasa di semua kondisi pencahayaan. Didukung dengan Maestro III dan mode Smart AF baru, fitur autofocus bekerja lebih cepat secara signifikan serta memungkinkan untuk mengambil gambar dengan bebas gangguan dalam berbagai situasi pemotretan.

Tak mau kalah dengan kompetitornya di pasaran, Leica juga menyematkan fitur perekaman video 4K 60fps yang disebut CIne4K mode untuk menarik calon pembeli dari kalangan sinematografer. Otomatis fitur jack headphone dan mic juga disematkan dalam Leica SL2 terbaru, sekaligus konektor HDMI untuk monitor eksternal.

Related Posts
1 daripada 31

Leica SL2 disebut sebagai satu-satunya kamera yang sepenuhnya didesain dan diproduksi di Jerman, dengan material konstruksi logam berbalut lapisan kulit nan elegan yang dirancang untuk penggunaan selama bertahun-tahun. Kompensasi dari hal tersebut tentunya ada pada bobot Leica SL2 yang mencapai 928gram, jauh lebih berat daripada kamera mirrorless kekinian (sekitar 400-600 gram).

Namun ketika digenggam dan digunakan, Leica SL2 terasa mantap dan nyaman saat digunakan untuk memotret.  Leica SL2 juga kompatibel dengan aplikasi Leica FOTOS yang memudahkan transfer gambar lewat ponsel pintar Android dan iOS.

Gandeng Nicholas Saputra

Nicholas Saputra Leica SL2Dalam acara peluncuran Leica SL2 di Jakarta, aktor Nicholas Saputra didaulat sebagai Leica Friends of the Brand turut menceritakan pengalamannya selama menggunakan kamera ini. “Desain kamera serta antara muka pengguna menjamin kemudahan pengoperasian kamera, terutama pada click wheel, joystick dan tiga tombol yang ditempatkan strategis,” kata aktor yang populer berkat peran sebagai Rangga di film Ada Apa Dengan Cinta ini.

Selain itu Nico juga memuji performa kecepatan Leica SL2 yang menurutnya menguntungkan bagi penyuka fotografi spontan yang sering mengabadikan momen berharga saat melakukan perjalanan. Ketika mendapat kesempatan mencoba Leica SL2, Gizmologi mendapatkan impresi yang sama terhadap kamera ini.

Hal itu tentunya wajar, mengingat Leica SL2 diklaim sebagai mitra sempurna bagi semua penggemar fotografi. Penyelarasan sistem mounting lensa M dan Q yang telah dilakukan sebelumnya juga menjadi faktor yang memudahkan para pengguna .

Leica SL2 mengusung sistem mount L bayonet yang membuat kamera ini tidak hanya cocok menggunakan lensa bermounting SL terbaru ala Leica, namun juga mewarisi kompatibilitas dengan sistem TL serta lensa bermounting M, S dan R dengan menggunakan adapter. Secara keseluruhan, ada lebih dari 170 pilihan lensa yang ditawarkan Leica guna memenuhi segala kebutuhan fotografi di berbagai skenario.

Harga Leica SL2

Harga Leica SL2Dalam rangka menyambut kehadiran Leica SL2, selama periode 17 November – 2 Desember Leica Store Jakarta mengundang para penggemar fotografi untuk menyambangi Leica Playground di Plaza Senayan Jakarta yang tengah memamerkan hasil foto Nicholas Saputra. Lewat 17 karya foto yang dipamerkan, para pengunjung dapat menikmati suguhan kehidupan sehari-hari warga Sumba sekaligus keindahan alam yang terekam lewat kamera Leica SL2.

Sayangnya, pihak Leica Store Jakarta belum mengumumkan harga ritel Leica SL2 pada saat acara peluncuran hari ini. Namun berdasarkan penelusuran Gizmologi di sebuah toko online kamera di Jakarta, kamu harus menyiapkan dana sekitar Rp105 juta (body only) jika berminat dengan kamera ini. Ingat, itu baru body saja ya. Jika ingin memotret, tentu butuh lensa, di mana harganya juga kurang lebih sama dengan bodinya. Benar-benar harus punya bujet sultan. (PNJ)