Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Sony A7C, Kamera Mirrorless Full-Frame Terkecil Harga Rp26 Jutaan

1 4.273

Beberapa bulan belakangan ini, Sony telah merilis beragam produk baru dengan jenis yang berbeda-beda. Setelah resmikan seri kamera pocket ZV-1 di Indonesia pada akhir Juli lalu,  kali ini mereka merilis kameraSony A7C secara global.

Meski tergolong mirrorless full-frame, kamera ini diklaim yang paling kecil dan ringan dibandingkan kamera lain yang ada di pasaran saat ini. Sony A7C adalah sebuah mirrorless full-frame yang dari luar lebih terlihat menyerupai seri APS-C seperti Sony A6400, dengan viewfinder elektronik yang diletakkan di sisi kiri atas bodi belakang.

Bersamaan dengan kamera baru, Sony juga rilis lensa baru FE 28-60mm F4-5.6 standard zoom lens yang juga diklaim punya dimensi terkecil untuk range pembesaran yang sama. Dua produk ini hadir untuk berikan kombinasi terbaik, memaksimalkan portabilitas dan versatilitas yang belum dimiliki kamera lain sebelumnya.

Baca juga: Sony A7S III Mirrorless Full-Frame Unggulkan Rekaman Video 4K 120P

Keunggulan Sony A7C

Sony A7C

Seringkas apa dimensi bodi dari Sony A7C? Bodi kamera ini tepatnya memiliki dimensi 124 x 71,1 x 59,7mm, dengan berat 509 gram. Dalam artian, dimensinya tak jauh berbeda dengan Sony A6600. Sensor yang digunakan punya resolusi 24,2 Megapiksel full-frame 35mm, dilengkapi dengan in-body image stabilization (IBIS) serta ISO maksimum capai 51,200 (atau 204,800 dalam extended model).

Meski dimensinya kecil, baterai NP-FZ100 pada Sony A7C mampu digunakan untuk menangkap ratusan foto dalam sekali charge—740 jepretan dengan menggunakan monitor LCD atau 680 saat gunakan electronic viewfinder. Kamera ini juga tentunya sudah dilengkapi dengan Wi-Fi 802.11ac dan punya port USB-C untuk transfer data cepat, capai standar 5Gbps (USB 3.2).

Selain mampu jepret foto hingga 10 frame per detik dengan auto-exposure, Sony A7C mampu merekam video dengan resolusi maksimum 4K 30fps & 1080p 120fps, masing-masing dengan bitrate mencapai 100Mbps. Selain EvF, kamera ini juga punya layar LCD vari-angle 3 inci dengan 921 ribu titik.

Dilengkapi dengan AI, Sony A7C juga punya fitur real-time tracking autofocus, juga Real-time Eye AF baik untuk subyek mata manusia maupun hewan untuk fokus yang akurat. Dibawa juga saat merekam video, hanya saja untuk ini mata manusia saja yang didukung. Pengguna bisa mengkustomisasi kecepatan transisi fokus hingga tujuh tingkatan sesuai keinginan.

Harga Sony A7C & Lensa FE 20-60mm

Sony A7C

Punya kemampuan yang tinggi sebagai mirrorless full-frame, namun hadir dalam bodi setara kamera APS-C. Sony A7C akan mulai tersedia secara global pada bulan Oktober 2020 mendatang. Harga resmi yang diperkenalkan adalah USD1,799 atau sekitar Rp26 jutaan, body only.

Sementara untuk lensa baru yang punya dimensi kecil, Sony FE 28-60mm F4-5.6 bakal mulai tersedia awal 2021 mendatang, seharga USD499,99 (Rp7,3 jutaan). Dalam kesempatan yang sama, Sony juga luncurkan flash eksternal HVL-F28RM, dijual USD249,99 (Rp4,4 jutaan).