Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Sony A7S III Mirrorless Full-Frame Unggulkan Rekaman Video 4K 120P

1 6.637

Sekitar 2015 lalu, Sony telah merilis sebuah kamera mirrorless full-frame yang menjadi cukup populer di kalangan pembuat konten video. Sony A7S II menjadi salah satu kamera pertama di kelasnya yang mampu merekam video beresolusi 4K, gunakan sensor full-frame 12MP. Dengan kualitasnya yang bagus, suksesor dari produk tersebut sangat dinanti oleh para kreator konten.

Resmi diperkenalkan 28 Juli kemarin, Sony A7S III hadir untuk memenuhi antusiasme masyarakat yang mencari kamera mirrorless full-frame berkualitas. Kamera ini masih menggunakan sensor beresolusi ‘rendah’, namun kualitas sensornya telah ditingkatkan, dengan prosesor yang juga diperbarui. Sony janjikan tingkat noise reduction yang lebih baik, dynamic range yang lebih lebar serta kecepatan yang meningkat.

Baca juga: Sony ZV-1, Kamera Pocket untuk Videografi Kasual Hadir di Indonesia

Sensitivitas Lebih Tinggi dengan Prosesor Baru

Huruf “S” pada seri A7S sendiri bermakna “sensitivity”, yang berarti Sony A7S III punya keunggulan dalam perekaman video berkualitas dalam kondisi kurang cahaya, serta rentang dinamis. Maka dari itu, sensor besar EXMOR R CMOS full-frame BSI yang dimiliki punya resolusi yang pas di 12MP, agar dimensi tiap pikselnya lebih besar, membuat cahaya yang ditangkap bisa lebih banyak.

Prosesor BIONZ XR yang digunakan di Sony A7S III diklaim 8 kali lebih kencang dari generasi sebelumnya. Sony mengklaim jika kamera ini punya dynamic range hingga 15 stop lebih, dan reduksi rolling shutter hingga 3 kali. Rentang ISO-nya sangat lebar, mulai dari ISO 40 hingga 409,600. Kamera ini juga bisa menangkap foto dengan format HEIF, yang memiliki rentang dinamis lebar (HLG) dan standar gradasi 10-bit.

Untuk kemampuan perekaman video, prosesor baru yang lebih efisien membuat kamera ini dapat merekam tanpa batasan waktu. Resolusi tertingginya masih pada 4K 120p, belum sampai 8K memang. Namun kamera ini juga dapat merekam 4K 60p dalam format RAW 16-bit secara eksternal, dengan memasangkan kabel HDMI full-size di sisi sampingnya.

Bagi yang suka menggunakan preset standar sinema, Sony A7S III mendukung profil Cine color, juga standar S-Gamut & S-Gamut 3. Sistem fokus phase detection pada kamera mirrorless Sony ini mencakup 759 titik atau 92% area sensor. Kali ini hadir dengan real time tracking dan real time eye autofocus, menjadi peningkatan segar dari seri sebelumnya yang masih gunakan sistem contrast-detect autofocus.

Bodinya sendiri sudah memiliki stabilisasi 5-axis, sehingga tetap aman bila digunakan dengan lensa tanpa stabilisasi sama sekali. Layarnya juga diperbarui, kini artikulasinya lengkap dengan dimensi 3 inci dan mendukung input sentuh, pertama kali di seri kamera Sony A7. EVF-nya juga diklaim pertama di dunia dengan tipe 0.64, gunakan panel OLED dengan 9,44 juta titik.

Dukung Dua Kartu, Harga Sony A7S III Capai Rp50 Juta

Sony A7S III

Peningkatan penting yang dibawa lainnya adalah dukungan penggunaan dua kartu SDXC/SDHC atau CFexpress sekaligus. Lalu berapa harga yang dibanderol untuk sebuah Sony A7S III? Varian body only akan dijual seharga USD3,500, atau sekitar Rp51 jutaan.

Harga yang fantastis memang untuk sebuah kamera mirrorless. Namun sekali lagi, ini bukanlah kamera mirrorless biasa, melainkan miliki sensor full-frame yang unggul dalam perekaman kondisi low-light sekalipun, dalam bodi yang tetap kompak seperti mirrorless pada umumnya. Sony A7S III bakal mulai dijual September 2020 mendatang. Gizmo friends nungguin?


Cek harga produk Sony di