Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

HTC U Ultra, Smartphone Dual Screen dengan Kecerdasan Buatan

HTC U Ultra telah dibekali teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence). Teknologi AI tersebut merupakan bagian dari fitur di versi terbaru Sense UI.

0 1.860

Di saat merek smartphone asal China seperti Oppo, Huawei dan Vivo sedang menikmati masa panen raya, tak demikian halnya dengan vendor asal Taiwan yang seolah stagnan. Kecuali Asus yang moncer, Acer mengalami nasib buruk bahkan menutup penjualan ponsel di India (termasuk rumornya di Indonesia). Begitupun dengan HTC yang masih berdarah-darah. Mencoba untuk membalikkan nasib, di awal tahun ini HTC meluncurkan dua produk terbarunya yaitu HTC U Ultra dan HTC U Play sebagai penanda siap berkompetisi di kancah smartphone yang panas.

Dari kedua smartphone tersebut, HTC U Ultra adalah versi flagship sedangkan U Play merupakan versi terjangkau. Di sini, kami akan lebih banyak mengulas HTC U Ultra yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi dan fitur canggih. Nah, apa yang menarik dari ponsel ini? Yuk kita cari tahu.

Teknologi Artificial Intelligence di HTC U Ultra

Terobosan yang menurut kami istimewa di HTC U Ultra adalah karena telah dibekali teknologi kecerdasan buatan atau lebih dikenal dengan sebutan artificial intelligence. Teknologi AI tersebut merupakan bagian dari fitur di versi terbaru Sense UI. HTC menyebut aplikasi baru bernama “Sense Companion”. Meggunakan teknologi AI, aplikasi ini bertindak sebagai pendamping pribadi yang selalu belajar dari pengguna, dan hal-hal yang anda lakukan setiap hari. Seperti telepon, kontak, pemberitahuan, aplikasi dan manajemen baterai.

Sense Companion dapat menunjukkan kita untuk berpakaian hangat dan meninggalkan pekerjaan sedikit lebih awal jika muncul ramalan cuaca salju. Kemudian mengingatkan untuk mengambil power bank saat perjalanan panjang, dan bahkan merekomendasikan restoran ketika pergi untuk akhir pekan, kemudian memesan kursi.

Intinya, setelah belajar dari kebiasaan pengguna, ponsel ini akan dengan cerdas membuat rekomendasi, mengelola apa yang Anda lihat, mengingatkan informasi dari kontak tertentu, mengelola aplikasi yang tidak terpakai, memberikan tips dan kontrol untuk baterai berdasarkan kebiasaan menggunakan ponsel. Yang terpenting, fitur ini dibuat untuk terus berkembang dan mengetahui penggunanya secara lebih baik dari waktu ke waktu.

HTC U Ultra dilengkapi dengan voice recognition built-in. Sehingga mampu mengenali suara dan merespon, bahkan jika kita tertidur. Tinggal mengatakan saja untuk mengambil atau menolak panggilan masuk, menunda atau mematikan alarm, mengirim pesan, dan bahkan mulai melakukan navigasi.

Namun yang perlu diketahui pula, pendekatan teknologi AI di Sense Companion bukan pada asisten virtual, tapi lebih pada memahami kebiasaan pengguna dan bagaimana memaksimalkan perangkatnya. Untuk fungsi-fungsi canggih lainnya, HTC masih bersandar pada API Google untuk kontrol suara termasuk Google Now.

Desain

HTC U Ultra yang merupakan seri high-end memakai layar besar dengan diagonal 5,7 inci QHD display resolusi 1080p. Yang menarik dari HTC U Ultra adalah memiliki layar sekunder di bagian atas ponsel, memberikan Anda sedikit sensasi baru. Layar berukuran 2-inch inchi dengan penempatan yang hampir identik seperti LG V20.

Fungsi layar sekunder tersebut adalah menunjukkan informasi penting seperti janji yang akan datang atau dapat dikonfigurasi untuk menampilkan notifikasi, aplikasi yang sering digunakan dan banyak lagi. Konsep ini pada dasarnya bukan hal baru, karena Samsung telah mempeloporinya lewat Samsung Galaxy S6 Edge yang dilanjutkan dengan Samsung Galaxy S7 Edge.

Ponsel ini memiliki bahasa desain baru HTC, yang didominasi oleh kaca penuh melengkung “liquid surface” dengan beraksen logam. Ponsel mempertahankan sensor sidik jari di bagian depan yang sekaligus berfungsi sebagai tombol home, diapit oleh menu kapasitif back dan recents.

Mengikuti gaya iPhone 7, tidak ada jack headphone pada ponsel ini. HTC mengadopsi port USB-C untuk audio berkualitas tinggi yang juga berfungsi untuk mengecas ponsel dan juga transfer data.

HTC U Ultra diperkuat prosesor Snapdragon 821, RAM 4GB dan memori internal 64GB dan slot kartu SD. Kameranya sangat mirip dengan yang ditemukan pada HTC 10 yaitu sensor 12MP UltraPixel dengan 1.55-micron pixels dan aperture f/1.8. Ada penambahan baru yaitu telah mengadopsi PDAF (Phase Detection Auto Focus) untuk menambah kecepatan laser saat penataan fokus. Sementara itu di sektor audio, BoomSound yang menjadi andalan HTC ditemukan juga di sini.

Ponsel ini sayangnya hanya dibekali dengan baterai yang kapasitasnya relatif kecil untuk saat ini, yaitu hanya 3000 mAh saja. Tentu di sini kita lebih banyak berharap pada pengoptimalan software sehingga baterai bisa lebih awet. Untungnya, HTC U Ultra juga dibekali dengan Quick Charge 3.0 untuk pengisian cepat.