Huawei nova 9 Rilis Global, P50 Menyusul Tahun 2022

Jakarta, Gizmologi – Huawei memang bakal mengadakan acara peluncuran virtual khusus untuk pasar Asia pada pekan depan. Namun siang ini (22/10), telah diluncurkan smartphone seri nova terbaru di Eropa. Spesifikasi Huawei nova 9 sendiri tak kalah canggih bila dibandingkan dengan sang flagship, dengan dua kekurangan utama yang juga dibawanya.

Sebelumnya, Huawei nova 9 sendiri debut pada September 2021 di negara asalnya, China. Selang satu bulan kemudian, hadir di Eropa dan menyusul ke pasar lainnya seperti Asia di akhir Oktober nanti. Seri ini hadir khusus untuk mereka yang punya bajet lebih terjangkau, serta menargetkan konsumen berjiwa muda.

Tentu berbeda kalau dibandingkan dengan seri Mate yang berikan teknologi terbaik, atau seri P yang utamakan kemampuan kamera alias fotografi. Bersamaan dengan dirilisnya spesifikasi Huawei nova 9 untuk varian global, Huawei juga sebutkan kalau P50 bakal menyusul tahun depan, alias 2022. Padahal sebelum-sebelumnya, seri P selalu hadir di awal semester.

Baca juga: HUAWEI nova 9 Siap Diluncurkan, Smartphone dengan Kualitas Kamera Flagship

Lantas apa dua kekurangan yang dimaksud? Dengan masih berlangsungnya perang dagang bersama Amerika Serikat, perangkat rilisan Huawei tak bisa gunakan layanan Google, sehingga diberikan alternatif seperti AppGallery dan Petal Search. Kemudian yang kedua adalah tak bisa gunakan jaringan 5G. Sehingga walau chipset mendukung, tetap bakal ‘ditahan’ menjadi 4G saja.

Keunggulan Spesifikasi Huawei nova 9

Huawei nova 9

Lalu apa yang ditawarkan oleh Huawei lewat seri nova terbarunya kali ini? Spesifikasi Huawei nova 9 pada bagian layar sendiri cukup oke, punya sudut lengkung 3D pada kedua sisi, gunakan panel 6,57 inci OLED 120Hz. Layar tersebut mampu tampilkan 1 milyar warna, serta memiliki touch sampling rate hingga 300Hz.

Desainnya sendiri juga dirancang tipis dan ringan, sementara modul kamera belakangnya tentu dibuat mirip seperti sang flagship terbaru Huawei. Sensor utamanya beresolusi 50MP “Ultra Vision Main Camera”, memiliki sensor besar 1/1,56 inci dan diklaim mampu tangkap 40% lebih banyak cahaya berkat sistem warna RYYB.

Sementara pada bagian bulatan kedua, disematkan tiga sensor tambahan masing-masing 8MP ultra wide-angle, 2MP makro serta 2MP depth sensor. Di depan, Huawei sematkan sensor 32MP yang mendukung stabilisasi berbasis AI. Dan pengguna bisa merekam dengan resolusi hingga 4K pada kedua sisi kamera.

Tidak banyak kamera smartphone yang bisa berpindah dari sensor kamera belakang ke depan sembari rekam video, dan ini menjadi salah satu daya tarik utama dari Huawei nova 9. Untuk keperluan editing, disiapkan aplikasi Petal Clip, bisa dibilang mirip aplikasi SoLoop pada smartphone OPPO.

Belum 5G, Harga Huawei nova 9 Tak Sampai Rp10 Juta

Huawei nova 9

Kalau biasanya pakai chipset bikinan sendiri, Huawei nova 9 jalankan cip milik Qualcomm, yaitu Snapdragon 778G yang juga sudah mulai populer untuk smartphone resmi Rp4 jutaan di Indonesia. Tanpa modem 5G, cip tersebut dipasangkan dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 128GB. Huawei sendiri tak sebutkan fitur tambahan seperti virtual RAM selayaknya Android masa kini.

Di balik chipset tersebut, disiapkan baterai dengan kapasitas yang tergolong modis, yaitu 4,300 mAh. Meski begitu, pengisian dayanya bakal berjalan sangat singkat berkat 66W SuperCharge milik Huawei, lewat kabel dan adapter khusus dalam paket penjualannya.

Mengutamakan kolaborasi antar perangkat, EMUI 12 pada Huawei nova 9 dilengkapi menu khusus yang disebut “Device+”. Fungsinya? Sebagai control panel untuk hubungkan smartphone dengan laptop dan audio nirkabel. Semisal, sentuh ikon MatePad atau MateBook untuk aktivasi fitur Multi-screen Collaboration secara langsung, atau icon FreeBuds untuk pindah output audio ke TWS.

Mulai tersedia pada awal November mendatang, Huawei nova 9 bakal dijual di regional Eropa dengan harga EUR499, atau sekitar Rp8 jutaan. Tersedia dalam dua warna (Starry Blue & Black), apakah harganya bakal lebih murah ketika dijual resmi di Indonesia? Kita tunggu saja ya.

Tinggalkan komen