iPhone 15 tampaknya menjadi kejutan besar, hal ini tak lain adanya dugaan bahwa perangkat ini baal menerapkan USB-C daripada Lightning port. Benarkah?
Sekuat-kuatnya Apple di pasar teknologi, akhirnya tersandung regulasi juga. Ya, ketika Uni Eropa berencana merilis undang-undang baru yang mengharuskan pembuat ponsel menghapus semua port charger ekslusif dari perangkat mereka dan beralih ke USB-C, mau tidak mau Apple harus tunduk demi keberlangsungan pasar.
Memang Apple belum mengumumkan secara resmi mengenai sikapnya terhadap undang-undang tersebut. Namun, sudah dipastikan vendor Cupertino ini sudah mengambil ancang-ancang meninggalkan Lightning port, paling tidak di iPhone 15.
Secara kasar memang amandemen yang dirilis Uni Eropa tersebut ditujukan untuk untuk pemain besar di industri teknologi, seperti Apple. Jika undang-undang sudah ditetapkan, maka dipastikan bakal mengganggu keputusan desain bisnis.
Kenapa harus menunggu iPhone 15? Jika dilihat dari bocoran iPhone 14 yang beredar, tampaknya Apple masih menggunakan Lightning port sebagai pengisian baterai.
Sementara jika undang-undang tersebut diberlakukan dalam waktu dekat, tentu akan menjadi hal yang mustahil juga Apple buru-buru mengubah desain dan jeroan iPhone 14 untuk meninggalkan Lightning port. Apalagi jadwal peluncurannya diyakini dalam hitungan bulan, meskipun ada rumor yang menyebutkan USB-C akan dihadirkan pada perangkat iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max.
iPhone 15 Sudah Semestinya Meninggalkan Lightning Port
Harus diakui USB-C merupakan standar emas untuk pengisian daya baterai dan transfer data. Yang mengherankan Apple tidak mengikuti tren pasar ponsel yang sudah mengadopsi teknologi ini dan masih setia dengan Lightning port.
Padahal, jika dikutip dari berbagai sumber, pengisian ulang baterai iPhone terbilang lambat. Bahkan untuk produk flagship-nya, yakni iPhone 13 Pro Max yang disebut-sebut memiliki daya tahan baterai yang paling lama di keluarga iPhone, justru pengisian baterainya sangat lama.
Pada penggunaan charger 65W, iPhone 13 Pro Max membutuhkan waktu 1 jam 45 menit untuk baterainya yang berkapasitas 4.352 mAh menjadi penuh. Sedangkan pada charger 20W sedikit lebih lama, yakni 1 jam 55 menit dan jika pengisian baterai menggunakan MagSafe 2 jam 20 menit.
Jika Gizmin membandingkan dengan fast-charging yang telah diadopsi beberapa perangkat Android, tentu seperti menampar wajah Apple. Misalnya saja, OPPO yang baru-baru ini memamerkan SuperVOOC 240W flash charge yang mampu mengisi baterai 4.500 mAh hingga 100% hanya dalam waktu sekitar 9 menit.
Beberapa ponsel flagship dari Xiaomi dan OnePlus bahkan sudah mendukung charger 45-120W yang mampu mengisi baterai hingga 100% hanya dengan waktu 15-30 menit saja. Sementara pada Samsung membutuhkan waktu satu jam.
Baca juga: iPhone 14 Bakal Mengusung Port USB-C?
Nah, dengan adanya regulasi yang bakal diberlakukan Uni Eropa, tampaknya mau tidak mau Apple harus berpikir keras untuk segera mengadopsi teknologi USB-C, paling tidak untuk iPhone 14 atau iPhone 15. Apalagi berdasarkan data Statista, pada kuartal IV 2021, Apple berhasil berhasil menguasai pangsa pasar smartphone di Eropa hingga 31%.
Jika masih keukeuh dengan Lightning port, bisa-bisa Apple tidak diizinkan menjual iPhone terbaru di daratan Eropa. Well, kita lihat saja nanti kelanjutannya seperti apa …
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

