Beijing, Gizmologi – vivo akhirnya resmi memperkenalkan lini flagship terbarunya, hanya selang beberapa hari saja setelah salah satu pabrikan chipset umumkan cip terbaru. Hadir sebagai penerus, vivo X200 Pro jadi opsi paling premium dengan kamera paling ciamik. Lantas apa saja beda vivo X200 Pro & X100 Pro yang beberapa bulan lalu baru hadir resmi di Tanah Air?
Ya, vivo X100 Pro memang terlambat hadir di Indonesia. Namun dengan mengajak sejumlah media termasuk Gizmologi untuk menghadiri acara peluncuran skala globalnya, ada harapan bila penerusnya bisa hadir lebih cepat. Bila Gizmo friends benar-benar inginkan kemampuan kamera terbaik, perbedaan vivo X200 Pro & X100 Pro sejatinya cukup signifikan.
Selama acara peluncuran berlangsung kemarin malam (14/10), vivo sendiri membandingkan seri vivo X200 Pro dengan X100 Ultra—varian X100 terakhir yang rilis beberapa bulan lalu, namun hanya untuk wilayah tertentu saja. Maka bisa dipastikan perbedaan dengan seri X100 Pro lebih jauh lagi. Apa saja?
Baca juga: vivo X200 Series Resmi Debut dalam Tiga Varian, Ada Opsi Pro Mini!
Eksterior vivo X200 Pro & X100 Pro Punya Banyak Perbedaan Minor

Sebelum membahas spesifikasi di atas kertas, ada baiknya kita membandingkan aspek desain vivo X200 Pro & X100 Pro. Secara sekilas, keduanya terlihat mirip-mirip saja. Di mana sisi belakang didominasi dengan modul kamera yang sangat besar, berkat setup sensor masing-masing yang tergolong superior di kelasnya.
Desain vivo X200 Pro sendiri memang tak dirancang ulang sepenuhnya. Namun ketika ditilik lebih dekat, atau diletakkan secara bersebelahan, ada banyak perubahan kecil yang terlihat. Di sisi belakang, misalnya. Aksen silver di luar modul kameranya, kini dibuat benar-benar membulat, tidak lebih tebal di salah satu sudut seperti X100 Pro.

Dan kalau dilihat lebih dekat lagi, perbedaan vivo X200 Pro & X100 Pro juga ada pada cetak teks lebih minim—tidak ada lagi tulisan “Xtreme Immagination” di belakang maupun “Professional Photography” pada sisi atas. Selain tampak belakang, sisi samping juga kini dibuat flat, tak lagi punya lengkungan yang lebih dramatis seperti pendahulunya.
Selain warna hitam dan putih, vivo X200 Pro juga memiliki dua opsi warna berbeda. Yakni Titanium dengan permukaan kaca anti-glare bebas sidik jari di belakang (permukaannya tidak licin!), serta opsi warna biru dengan aksen khusus yang sangat stylish, namun juga sulit untuk difoto secara jelas karena seolah memiliki tambahan lapisan transparan untuk efek kedalaman lebih dramatis.

Untuk bobotnya sendiri, vivo X200 Pro & X100 Pro kurang lebih masih sama. Bahkan bobot X200 Pro sedikit lebih berat, kisaran 223 – 228 gram (vs 221 – 225 gram). Namun impresi saat menggenggam saya, terasa lebih ringan. Dugaan mengacu pada distribusi bobot yang kini dibuat lebih seimbang, tak lagi terasa berat di sisi atas perangkat layaknya pada X100 Pro.
Walaupun sudah punya opsi warna Titanium, vivo X200 Pro tetap gunakan material metal standar untuk sisi bingkainya. Dan di sisi depan, lengkungan 3D pada sisi kiri dan kanan, kini diganti dengan lengkung di keempat sisi, namun dalam derajat lebih kecil. Mereka sebut dengan “micro-quad curved display”. Terlihat lebih premium, dan lebih enak untuk gestur swipe dari tepi layar.
Chipset Lebih Kencang, Baterai Lebih Besar

Beralih ke spesifikasi. Selain permukaan kaca yang berbeda, panel layar vivo X200 Pro & X100 Pro juga tak sama. Walaupun keduanya LTPO, milik flagship baru vivo sudah gunakan teknologi “full-range luminance high-frequency” LTPO, yang lebih awet masa pakainya, dan minim flickering. Ditambah dengan tingkat kecerahan maksimum sampai 4500 nits, serta dirancang lebih tahan dari goresan/jatuh.
Chipset-nya sudah tentu berbeda, Dimensity 9400 terbaru vs 9300 rilisan satu tahun lalu. Selain lebih kencang, juga lebih efisien daya, dan merupakan hasil kolaborasi antara vivo, MediaTek, serta arm, untuk pemrosesan kamera dan AI lebih optimal. Sensor kamera utamanya juga berbeda, di mana X200 Pro gunakan Sony LYT-818 1/1,28 inci. Telefoto 200MP yang disematkan, sama dengan X100 Ultra, namun arsitektur modulnya sudah diperbarui.

Dikombinasikan dengan cip vivo V3+ khusus, smartphone ini bisa hasilkan video 4K 120fps, 4K HDR portrait video, sampai foto portrait dalam pembesaran 3,7x alias 135mm yang belum ada di flagship sebelumnya. Karena rilis di negara asal, vivo X200 Pro yang hadir di China, menggunakan os OriginOS terbaru yang sudah diperkuat AI. Termasuk Atomic Island yang menjadi Dynamic Island versi vivo.
Pada sektor pengisian daya, kecepatannya memang sedikit turun, dari 100W menggunakan kabel dan 50W nirkabel, menjadi 90W dan 30W. Namun vivo X200 Pro mengusung kapasitas baterai jauh lebih besar di 6,000 mAh, vs 5,400 mAh. Berkat pengembangan teknologi baterai BlueVolt yang bisa meningkatkan kapasitas dalam dimensi lebih kecil.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




