alexa

Perbedaan Spesifikasi Poco X3 Pro vs X3 NFC, Ada yang Lebih & Kurang

Setelah Poco Indonesia secara resmi memperkenalkan sang jawara smartphone mid-range terbarunya, tentu bakal timbul banyak pertanyaan dari para konsumen maupun pengguna smartphone Poco saat ini. Yaitu membedakan antara Poco X3 Pro vs X3 NFC, di mana keduanya tampil sama persis dengan perbedaan harga yang tak terpaut jauh.

Ketika ditanya terkait Poco X3 Pro vs X3 NFC, Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia menjawab bila keduanya tidak bersaing pada kelas yang sama. Melainkan saling melengkapi satu sama lain, di mana Poco X3 NFC hadir sebagai opsi standar, dan Poco X3 Pro untuk opsi yang lebih kencang.

Perbedaan internalnya cukup signifikan, lantas mengapa harganya tak terpaut jauh? Jika diperhatikan baik-baik, spesifikasi di atas kertas antara Poco X3 Pro vs X3 NFC sejatinya cukup menarik. Pasalnya, tak semuanya sama atau lebih baik, ada beberapa bagian pada Poco X3 Pro yang terpaksa dipangkas, demi harganya yang tetap terjangkau.

Baca juga: Poco X3 Pro & Poco F3 Masuk Indonesia, Bawa Performa Terkencang di Kelasnya

Hal yang Sama Dari Poco X3 Pro vs X3 NFC

Poco X3 Pro
Poco X3 Pro

Perbedaan tersebut bisa membuat pengguna Poco X3 NFC merasa tak perlu mengganti smartphone mereka. Apakah perbedaan tersebut? Sebelum kita bahas, ada baiknya untuk mengetahui apa saja yang sama antara Poco X3 Pro vs X3 NFC.

Keduanya punya desain yang sama persis, mulai dari bentuk kamera hingga peletakkan sensor sidik jarinya. Ukuran dan bobotnya pun sama, dengan ketebalan 9,4mm dan bobot mencapai 215 gram. Bingkainya terbuat dari aluminium, sementara bodi belakang gunakan lapisan plastik.

Poco X3 NFC
Poco X3 NFC

Baik Poco X3 Pro vs X3 NFC juga sama-sama punya konfigurasi slot SIM hybrid, ditambah setup speaker stereo, NFC, IR blaster plus vibration motor yang prima. Sensor sidik jari sama-sama diletakkan di samping, karena layar 6,67 inci di depan masih gunakan panel IPS. Dengan refresh rate 120Hz (dinamis) dan touch sampling rate 240Hz.

Di dalam layarnya, terdapat kamera selfie 20MP f/2.2. Sementara setup empat sensor kamera di belakang dilengkapi dua sensor 2MP, masing-masing untuk depth dan macro. Kapasitas baterai juga sama-sama 5,160 mAh dengan dukungan fast charging 33W. Plus sistem pendingin berbasis hardware, Liquid Cool 1.0 Plus.

Perbedaan Poco X3 Pro vs X3 NFC

Desain Poco X3 NFC
Poco X3 NFC

Yang menjadi pembeda utama di antara keduanya, tentu ada pada performanya. Meski sama-sama gunakan RAM berjenis LPDDR4x, peningkatan signifikan pada skor Antutu berhasil diraih berkat penggunaan cip Snapdragon 860, yang notabene sama persis dengan Snapdragon 855 Plus, alias cip flagship di tahun 2019. Dipadukan dengan jenis penyimpanan internal UFS 3.1, tentunya jauh lebih ngebut dari Snapdragon 732G dengan UFS 2.1 di Poco X3 NFC.

Sementara dalam segi desain, terdapat sedikit perbedaan minor. Pada bodi belakang, warna yang dimiliki Poco X3 Pro sedikit berbeda. Permukaan di samping kiri dan kanannya dibuat dengan tekstur doff, dan Poco mengatakan telah berikan lapisan tahan sidik jari ekstra supaya tak mudah kotor. Di depan, proteksi ditingkatkan dengan Gorilla Glass 6 (vs Gorilla Glass 5 di Poco X3 NFC).

Kamera Poco X3 NFC

Tak semuanya positif, dua sensor kamera belakang terpaksa diturunkan, mungkin agar banderol harga bisa tetap dibuat murah. Bila Poco X3 NFC gunakan sensor utama Sony IMX682 dengan resolusi 64MP, Poco X3 Pro justru turun ke 48MP, dengan Sony IMX582. Meski, memang, kualitasnya masih cukup baik, dan sama-sama bisa rekam video hingga resolusi 4K 30fps.

Selain itu, sensor kamera ultra-wide juga turun resolusinya, dari 13MP ke 8MP f/2.2. Sudut pandangnya memang sama-sama 119 derajat, namun resolusi lebih rendah bisa menurunkan tingkat ketajaman foto. Sehingga hasil foto bakal jadi lebih soft atau halus nantiinya.

Perbedaan terakhir, tentunya adalah harga. Poco X3 Pro varian termurah dibanderol mulai dari Rp3,499 juta. Harga tersebut terpaut sekitar Rp400 ribu lebih mahal dari Poco X3 NFC. Bila Gizmo friends memiliki budget pas-pasan, tak ada salahnya untuk tetap meminang varian standarnya. Namun kalau ada budget ekstra, rasanya perbedaan sensor utama tak mengubah kualitas foto terlalu jauh.

Tinggalkan komen