alexa

Google Beberkan Tampilan Pixel 6 Series, Pakai Cip “Tensor” Bikinan Sendiri

California, Gizmologi – Bocoran terkait tampilan dari smartphone flagship yang bakal dirilis tahun ini memang sudah santer beredar di dunia maya. Dari gambar render yang ada, tampilan Google Pixel 6 Series terlihat futuristik dan jauh berbeda. Nyatanya, desain tersebut ternyata akurat.

Fakta tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh pihak Google. Melalui sebuah rilis pada lama blog resminya, Google secara resmi menampilkan flagship 2021 dalam dua varian; Google Pixel 6 & Pixel 6 Pro. Namun pengumuman kali ini baru sekadar teaser—peluncuran penuhnya baru diadakan pada musim gugur mendatang, dirumorkan sekitar Oktober 2021.

Baca juga: Google Sumbang Rp14,5 M Buat Penanganan COVID-19 di Indonesia

Lantas apa saja yang ingin dibocorkan oleh Google kali ini? Secara umum, pesan yang disampaikan adalah pada akhirnya mereka bakal berkompetisi secara langsung dengan Samsung, Apple dan lainnya dengan hadirkan flagship benar-benar flagship. Karena seperti yang kita ketahui, beberapa tahun belakangan perusahaan raksasa ini lebih memilih untuk main aman.

Google Pixel 5, misalnya, hadir tak gunakan chipset terbaik dari Qualcomm. Atau Google Pixel 4 yang juga memiliki desain tergolong standar, justru dikritik berkat bagian bezel atas tebal yang membawa sensor face unlock. Lewat Google Pixel 6 Series, semua bakal diubah luar dalam. Termasuk chipset yang digunakan, diberi nama “Tensor”.

Cip Tensor Bawa Peningkatan Kamera di Pixel 6 Series

Google Pixel 6

Meski tampak luarnya sangat menarik, yang menjadi pusat bahasan utama dalam teaser resmi Google kali ini adalah SoC (system-on-a-chip) bikinan mereka sendiri, yang pertama kali dibuat dan hadir khusus Pixel 6 Series. Tak lagi bersama Qualcomm, Tensor bakal dipercaya untuk jalankan semua pemrosesan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML) jauh lebih instan.

Rick Osterloh, Senior VP, Devices & Services pada Google mengatakan bila batasan mereka adalah limitasi komputasi yang ada di perangkat sebelumnya. Sementara seperti yang kita tahu, Google benar-benar ‘menggantungkan’ kemampuan fitur utama Pixel lewat pemrosesan software. Menjadi salah satu kunci kamera Pixel yang spesial, meski gunakan sensor jadul.

Google Pixel 6 - Tensor

Lantas apa benefit yang dibawa dari SoC Tensor? Peningkatan fitur yang sudah ada, serta penambahan fitur baru. Untuk kamera, Google Pixel 6 bakal bisa tangkap detail jauh lebih tinggi seperti wajah anak-anak yang sedang berlari. Serta menerapkan algoritma seperti HDR dan lainnya yang awalnya hanya tersedia dalam mode foto, diteruskan ke perekaman video.

Dieter Bohn dari The Verge yang secara ekslusif mendapatkan kesempatan untuk jajal Pixel 6 Series juga menegaskan bila kemampuan pengenalan suara jauh lebih instan berkat cip khusus (selain cip hemat daya yang bisa tingkatkan daya baterai). Pengguna bakal bisa gunakan fitur speech-to-text sembari mengoreksi input suara dalam waktu bersamaan.

Spesifikasi Pixel 6 Series Sedikit Dibocorkan

Google Pixel 6

Lantas bagaimana spesifikasi kamera dari Pixel 6 Series? Seluruh sensornya baru, dan diletakkan secara sejajar dalam model bar, lengkap dengan lis metal di bagian atas dan bawahnya untuk melindungi baret dan benturan.

Google Pixel 6 bakal punya kamera wide dan ultra-wide, sementara Pixel 6 Pro dilengkapi satu sensor periskop tambahan dengan 4x optical zoom. Saat ambil foto, sensor ultra-wide bakal tangkap foto dengan shutter cepat untuk ambil informasi yang diperlukan, perjelas detail subyek dan obyek dengan bantuan AI dari cip Tensor.

Untuk bagian layar, Pixel 6 bakal mengusung panel 6,4 inci full HD+ 90Hz dengan desain flat. Versi Pro sedikit lebih besar di 6,7 inci QHD 120Hz, punya sudut lengkung pada kedua sisi kiri dan kanan. Meski sama-sama gunakan bingkai metal dan kaca depan belakang, finishing serta opsi warnanya dibuat berbeda.

Google Pixel 6

Google Pixel 6 memiliki bezel warna hitam, sementara bodi belakangnya gunakan permukaan matte dengan opsi warna lebih cerah dan personal. Sementara versi Pro punya bezel cerah dan warna yang cenderung standar; hitam, silver dan emas. Keduanya sama-sama dilengkapi in-display fingerprint sensor.

Bakal jalankan Android 12, tentunya perangkat ini hadir dengan tampilan antarmuka Material You. Seperti yang telah dibocorkan pada Google I/O, sistem operasi bakal secara otomatis sesuaikan tombol, widget dan lainnya dengan skema warna serupa mengikuti wallpaper, membuatnya lebih senada dan personal.

Lewat teaser ini, Google seolah ingin membocorkan keunggulan apa saja yang bakal dibawanya demi membangun hype, agar lebih penasaran hingga peluncuran resminya nanti. Apakah bakal se-revolusioner perangkat Apple yang akhirnya gunakan cip Apple M1 bikinan sendiri?

Tinggalkan komen