Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Vivo Z6 5G Debut di China dengan Snapdragon 765G

0 563

Selain meresmikan ponsel pintar purwarupa mereka, APEX 2020, Vivo juga merilis ponsel kelas menengah baru yaitu Vivo Z6 5G. Menjadi ponsel Vivo pertama yang menggunakan chipset Snapdragon 765G, ini merupakan penerus Vivo Z5 yang diluncurkan pada bulan Juli lalu untuk pasar China.

Vivo Z6 5G diklaim punya teknologi pendingin yang canggih, serta menggunakan setup empat kamera utama berbentuk L di belakangnya. Selain setup kamera, ada hal yang berbeda jika dilihat dari bodi belakang ponsel yang sudah menggunakan punch-hole display ini.

Keunggulan Vivo Z6 5G

Vivo Z6 5G

Ya, tak seperti Vivo Z5, Z6 5G kembali menggunakan sensor sidik jari konvensional, bukan lagi in-display fingerprint atau yang tersemat di dalam layar. Meski begitu, bentang layarnya kini lebih besar di 6,57 inci, berkat bezel yang lebih ramping dan penggunaan kamera punch-hole. Layar tersebut beresolusi full HD+ dengan panel IPS, rasio tinggi 20:9 serta rasio layar ke bodi 90,74%. Ada tiga pilihan warna ngejreng yang bisa dipilih; Ice Age, Interstellar Silver dan Aurora Black.

Menggunakan chipset Snapdragon 765G dari Qualcomm, Vivo Z6 5G mendukung konektivitas dual-mode 5G. Spesifikasi lainnya meliputi kapasitas RAM hingga 8GB (LPDDR4X), dan penyimpanan internal 128GB berjenis UFS 2.1. Ada juga dukungan dual SIM, dual Wi-Fi, konektivitas Bluetooth 5.0, jack audio 3,5mm serta face unlock untuk opsi alternatif pengamanan kunci layar ponsel.

Vivo Z6 5G sudah menggunakan FunTouch OS 10 berbasis Android 10, membawa beberapa fitur tambahan untuk meningkatkan pengalaman bermain game. Multi-Turbo 3.0 hadir untuk meningkatkan performa lewat AI, sedangkan fitur lain seperti Game Space 3.0 dan Game Box juga hadir untuk para penikmat game.

Baca juga: Review Vivo S1 Pro: Masih Bergaya Meski Kurang Tenaga

Selain itu, kapasitas baterai besar 5000 mAh juga dipadukan dengan teknologi pengecasan cepat a-la Vivo, yaitu SuperFlash Charge 44W. Vivo mengklaim teknologi tersebut sanggup mengisi daya Z6 5G hingga 70% hanya dalam waktu 35 menit, dan 100% dalam waktu 65 menit. Ponsel ini juga punya teknologi pendingin yang diklaim bisa menurunkan suhu panas sampai 10 derajat celcius, kombinasi dari penggunaan graphite heat sink multi-layer, liquid cooling tube dan gel konduktif termal.

Kamera depannya beresolusi 16MP f/2.4, sedangkan kamera belakang punya sensor utama 48MP f/1.79 dengan 6P lens. Kemudian ada kamera 8MP f/2.2 ultra-wide 112 derajat, dan dua kamera 2MP f/2.4 yang masing-masing bertugas sebagai depth sensor serta kamera makro (jarak dekat). Vivo memberikan fitur-fitur tambahan seperti Super Night Scene 2.0 untuk pengambilan foto low-light, Hyper HDR, perekaman video hingga resolusi 4K, EIS dan output berformat RAW.

Vivo Z6 5G mulai dijual di China lewat metode pre-sale, dengan harga 2298 Yuan (atau sekitar Rp4,7 jutaan) untuk RAM 6GB dan 2598 Yuan (Rp5,3 jutaan) untuk RAM 8GB, dan mulai dikirim pada tanggal 8 Maret mendatang. Belum ada informasi mengenai ketersediaannya secara global.