Jakarta, Gizmologi – Terus mencoba hadirkan sebuah gadget inovatif selepas merilis kacamata pintar pertamanya 2016 silam, Snap Inc. melalui Specs Inc. sebagai anak perusahaan terbarunya, merilis sebuah kacamata realitas tertambah alias AR glasses terbaru yang, secara spesifikasi dan kemampuan, lebih canggih dari rilisan Meta. Meski begitu, saat SPECS diperkenalkan pada gelaran Augmented World Expo 2026 kemarin (17/6), saham Snap Inc. justru menurun.
Ya, bila Gizmo friends sempat mendengar sebuah kacamata pintar bernama Spectacles, gadget tersebut merupakan rilisan pertama dari Snap Inc. yang dilengkapi dengan sebuah kamera, memiliki fungsi untuk rekam video dalam durasi 10 detik, menawarkan sebuah PoV berbeda. Namun ternyata beberapa tahun kemudian, Snap Inc. memiliki visi yang jauh lebih besar—disampaikan langsung oleh sang CEO, Evan Spiegel.
Dalam memperkenalkan SPECS, Evan mengatakan bila perangkat tersebut siap menjadi inovasi komputer masa depan, mengubah bagaimana manusia berinteraksi dengan komputer selama ini, yang umumnya perlu berdiam diri, duduk, dan sebagainya. SPECS hadir dengan fungsi lebih banyak dari Meta RayBan Display, namun jauh lebih portabel dibandingkan Apple Vision Pro.
Baca juga: Meta RayBan Display Jadi Kacamata Pintar Terbaru dengan Layar Terintegrasi, Harga Mulai Rp13 Jutaan
Warganet Masih Ragu dengan Fungsi Kacamata AR

Menariknya, meski terdengar sangat inovatif, saham Snap Inc. justru turun sesaat setelah SPECS diresmikan. Dikutip dari Yahoo! Finance, satu hari setelah debut, saham Snap Inc. (SNAP) turun hingga 4%. Turunnya nilai tersebut diperkirakan berkat masyarakat yang masih ragu dengan masa depan teknologi AR. Selain beberapa dugaan lainnya seperti desain kacamata yang masih terlalu besar, serta harga yang relatif mahal.
Secara dimensi, SPECS memang terlihat signifikan lebih bongsor dibandingkan kacamata konvensional termasuk penawaran dari RayBan—hadir dalam dua ukuran berbeda, varian 47mm memiliki bobot 132 gram, sementara varian 52mm lebih berat 4 gram. Bagian frame depan terlihat tebal, begitu pula kedua tangkai atau sisi kacamatanya. Di mana Snap Inc. gunakan material polimer Swiss TR90 yang disebut hadirkan kekuatan dan bobot ringan mirip titanium.

Dipamerkan sebagai komputer masa depan yang dapat digunakan di mana saja, respons masyarakat tidak sepenuhnya baik, termasuk ketika mengetahui harga SPECS yang dibanderol mulai USD2195, atau sekitar Rp39 jutaan. Nilai yang fantastis, meski masih lebih terjangkau dari Apple Vision Pro, namun juga jauh lebih mahal dari Meta RayBan Display.
Sementara itu, Samsung dan Google juga tengah menyiapkan versi kacamata pintar mereka sendiri—meski mungkin tidak secanggih SPECS yang mencoba gantikan fungsi sebuah komputer, tentu masyarakat cukup menantikan kehadirannya, dengan harga yang pasti jauh lebih terjangkau, sebagai pesaing RayBan Meta yang saat ini sudah disempurnakan dalam generasi kedua.
Spesifikasi SPECS Jauh Lebih Komplit Dibandingkan Meta RayBan Display

Salah satu faktor yang membuat dimensi kacamata AR SPECS lebih bongsor dibandingkan milik Meta, tidak lain adalah fungsi yang lebih komplit, membuat Snap harus sematkan lebih banyak sensor maupun komponen hardware. Tak seperti Meta RayBan Display yang hanya menampilkan layar pada satu bagian mata, SPECS siap tampilkan ke dua mata seperti Vision Pro—disebut berikan visi setara monitor 24 inci dalam setup bekerja, atau layar 115 inci yang diletakkan dalam jarak sedikit jauh ketika sedang menonton sebuah video.
Mengusung dua prosesor Snapdragon khusus, SPECS dapat dioperasikan baik dengan gestur tangan maupun input suara, secara natural seperti Vision Pro, alias pengguna tidak perlu menggunakan gelang khusus seperti RayBan. Membuat interaksi dengan aplikasi yang dijalankan terasa lebih natural, sekaligus fungsi yang tentu lebih komplit.
SPECS dapat digunakan untuk berbagai hal, seperti menjalankan sejumlah aplikasi produktivitas sekaligus, penunjuk jalan, hingga sebuah perangkat yang pas untuk aktivitas belajar seperti bermain drum hingga golf, memanfaatkan kemampuan augmented reality. Daya tahan baterai SPECS disebut bisa sampai 4 jam secara kontinyu, atau total 20 jam menggunakan charging case—keduanya dapat disambungkan dengan mekanisme magnetik, alias perangkat bisa terus digunakan sembari isi daya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



