Sony memang belum mengungkap informasi apa pun terkait dengan PlayStation 6 (PS6) secara resmi. Rumor terbaru terkait harga PS6 sudah mulai beredar di internet.
Salah satu bocoran terkini datang dari KeplerL2 yang menyebut, biaya RAM dan storage di konsol penerus PS5 ini sudah melampaui USD 680 (sekitar Rp 12,2 jutaan), lebih tinggi ketimbang harga PS5 standar.
Baca Juga: Loud Juara Valorant Champions 2026, Cetak Sejarah Dua Gelar Dunia
Angka tersebut cukup mengejutkan karena harga resmi PS5 standar di Amerika Serikat berada di angka USD 649,99, sementara PS5 Digital Edition dijual USD 599,99.
Artinya, berdasarkan perkiraan KeplerL2, biaya dua komponen PS6 saja sudah lebih tinggi dibandingkan harga jual satu unit PS5 standar.
Jika bocoran ini akurat, Sony diyakini akan menghadapi biaya komponen semakin tinggi sebelum memperhitungkan hardware lain yang dibutuhkan untuk PS6.
Padahal, sebuah konsol masih membutuhkan berbagai komponen lain, mulai dari prosesor, GPU, motherboard, sistem pendingin, catu daya, hingga controller DualSense.
Penyebab Harga PS6 Mahal?

KeplerL2 juga menyebut adanya lonjakan biaya memori GDDR7 yang diperkirakan digunakan pada PS6, sebagaimana dikutip dari Digital Trends, Senin (19/10/2026).
Menurut klaimnya, biaya memori tersebut meningkat dari sekitar USD 3 per GB pada tahap perencanaan awal menjadi USD 20 hingga USD 23 per GB.
Kenaikan itu berpotensi memberikan tekanan besar terhadap biaya produksi, terutama jika Sony ingin menghadirkan peningkatan kapasitas RAM dan performa dibandingkan PS5.
Kondisi ini juga memunculkan spekulasi, harga PS6 bisa jadi tebus USD 1000 atau secara kasar setara Rp 16 jutaan. Namun, angka tersebut masih sebatas perkiraan, bukan harga resmi.
Biaya Produksi dan Harga Jual PS6 Berbeda

Meski begitu, biaya produksi dan harga jual merupakan dua hal berbeda. Perusahaan asal Jepang ini dapat memilih menanggung sebagian biaya hardware untuk menjaga harga konsol barunya itu tetap kompetitif.
Sementara itu, Sony bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan game, layanan berlangganan PlayStation Plus, dan transaksi digital menjadi bagian dari model bisnis platform PlayStation.
Strategi tersebut memiliki konsekuensi karena semakin besar subsidi perangkat, semakin banyak pendapatan lain yang diperlukan untuk menutup biaya. Pilihan lain untuk menutup harga PS6 yang tinggi adalah menyesuaikan konfigurasi hardware atau menunggu kondisi pasokan membaik sebelum menetapkan harga akhir.
Bagi pemain Indonesia, perkiraan USD 1.000 juga tidak bisa langsung dianggap sebagai harga PS6 lokal. Harga resmi konsol nantinya akan dipengaruhi kurs, pajak, biaya distribusi, serta kebijakan harga Sony untuk pasar Indonesia.
Mengapa Kebutuhan AI Bisa Membuat Harga PS6 Mahal?

Salah satu faktor yang diduga mendorong kenaikan biaya komponen adalah meningkatnya permintaan memori dan penyimpanan untuk pusat data kecerdasan buatan atau AI.
Perusahaan teknologi terus memperluas infrastruktur komputasi untuk melatih dan menjalankan model AI. Kebutuhan tersebut turut meningkatkan permintaan terhadap berbagai jenis memori dan perangkat penyimpanan.
Memori berkinerja tinggi menjadi komponen penting pada server AI, sementara SSD dibutuhkan untuk menyimpan serta memindahkan data dalam jumlah besar.
Persaingan mendapatkan kapasitas produksi chip memori berpotensi memengaruhi pasokan dan harga komponen untuk perangkat konsumen, termasuk PC, smartphone, dan konsol game.
Namun, memori HBM yang banyak digunakan akselerator AI tidak sama dengan GDDR7 yang dirumorkan untuk PS6. Hubungan keduanya terutama berada pada kapasitas produksi, investasi industri memori, dan alokasi pasokan oleh produsen.
Kenaikan Harga Komponen Satu Faktor Bikin Mahal

Kenaikan harga komponen juga bukan satu-satunya faktor yang akan menentukan harga akhir PS6. Nilai kontrak pemasok, kapasitas produksi, perubahan desain, serta strategi bisnis Sony masih dapat memengaruhi biaya perangkat ketika memasuki produksi massal.
Tekanan biaya perangkat keras bukan persoalan baru bagi Sony. Pada Maret 2026, perusahaan mengumumkan kenaikan harga PS5, PS5 Digital Edition, dan PS5 Pro yang berlaku mulai 2 April.
Sony saat itu menyebut tekanan ekonomi global sebagai salah satu alasan penyesuaian harga. Di Amerika Serikat, PS5 standar naik menjadi USD 649,99, sedangkan PS5 Pro mencapai USD 899,99.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

