Capcom baru saja mengonfirmasi kebocoran data berdampak pada 11.774.247 akun CAPCOM ID di seluruh dunia. Pihak luar diketahui telah mengakses alamat email, dan informasi aktivitas akun setelah akses ilegal terdeteksi pada awal pekan ini.
Sebanyak 196 akun juga mengalami perubahan password tanpa izin dan sudah ditangani melalui reset, sebagaimana dikutip dari pernyataan Capcom, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Konten Karhutla di Medsos Dibatasi, Ini Kata Komdigi
Karenanya, perusahaan asal Jepang tersebut meminta pengguna untuk mewaspadai email penipuan menyamar sebagai Capcom, meski layanan CAPCOM ID tetap dapat digunakan.
Informasi, CAPCOM ID merupakan akun gratis untuk mengakses layanan web dan fitur online sejumlah game Capcom, termasuk Street Fighter 6. Karena itu, insiden ini berkaitan langsung dengan akun yang digunakan pemain untuk terhubung ke layanan perusahaan.
Dampak Kebocoran Data Capcom?
Menurut laporan VGC dan pengumuman Capcom, informasi dari kebocoran data diakses mencakup alamat email serta catatan penggunaan akun. Rincian tersebut meliputi waktu pembuatan akun, waktu login terakhir, jumlah login, dan alamat IP saat login terakhir.

Pada 43 akun, cakupan kebocoran data lebih luas: tanggal lahir, jenis kelamin, negara atau wilayah, serta nama panggilan juga diakses pihak luar.
Capcom menyatakan belum menemukan kebocoran password yang ditetapkan pengguna. Namun, perusahaan mengonfirmasi perubahan password tanpa izin pada 196 akun.
Hanya saja, perusahaan belum menemukan kebocoran password. Meski begitu, kebocoran dara Capcom ini tidak menghapus fakta pengaturan akses sebagian akun sempat diubah oleh pihak luar.
Saat ini, perusahaan sudah mereset password akun tersebut dan masih menyelidiki cakupan dampak akses ilegal. Informasi kartu kredit tidak termasuk dalam kebocoran data, menurut keterangan perusahaan.
Layanan Tetap Berjalan, Pengguna Diminta Waspada

Capcom menyatakan langkah penanganan darurat telah selesai. Layanan CAPCOM ID tetap tersedia dan insiden ini tidak mengganggu akses maupun aktivitas bermain game.
Meski demikian, kebocoran alamat email membuka kemungkinan pengiriman pesan atau email palsu mengatasnamakan Capcom atau pihak terkait. Karena itu, perusahaan meminta pengguna untuk tidak membuka tautan maupun lampiran dari pesan mencurigakan.
Pengguna juga perlu membedakan pemberitahuan resmi mengenai akun terdampak dengan pesan yang sekadar mengaku berasal dari Capcom. Untuk bantuan di Asia di luar Jepang dan Oseania, perusahaan mencantumkan kontak Capcom Asia melalui [email protected].
Capcom menemukan jejak akses mencurigakan pada 19 Oktober 2026. Perusahaan segera memblokir akses tersebut dan mulai menyelidiki penyebab serta cakupan dampak kebocoran data tersebut.

Pada 20 Oktober, Capcom membentuk tim penanganan internal. Penyelidikan kemudian mengonfirmasi informasi pelanggan bocor dan perubahan password pada sebagian akun.
Perusahaan melaporkan insiden kebocoran data itu kepada polisi dan otoritas perlindungan data Jepang pada 21 Oktober, sebelum mengumumkan rincian kepada publik sehari kemudian.
Capcom menyatakan akan melanjutkan investigasi kebocoran data, menerapkan langkah pencegahan berdasarkan temuan, dan mengumumkan perkembangan penting melalui situs resmi serta kanal terkait.
Capcom Pernah Jadi Korban Ransomware pada 2020
VGC turut menyoroti riwayat serangan ransomware yang diumumkan Capcom pada November 2020. Serangan tersebut mengganggu jaringan internal dan menyebabkan kebocoran informasi pribadi.

Dalam hasil investigasi final kebocoran data yang dipublikasikan pada 13 April 2021, Capcom mencatat informasi milik 15.649 orang terkonfirmasi bocor. Angka itu berbeda dari cakupan orang yang datanya berpotensi terdampak, yang dilaporkan secara terpisah.
Riwayat tersebut memberi konteks atas insiden terbaru, tetapi belum ada keterangan yang menghubungkan serangan 2020 dengan akses ilegal terhadap CAPCOM ID pada Oktober 2026.
Capcom Garap Serius Resident Evil Veronica, Rilis Paruh Pertama 2027

Capcom menjadwalkan Resident Evil Veronica untuk rilis global pada 2027 dan sudah membuka halaman produk resmi di berbagai platform digital. Game ini akan hadir di PC via Steam, PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan Nintendo Switch 2. Game Producer Yoshiaki Hirabayashi menegaskan bahwa Capcom memperlakukan remake ini dengan prioritas pengembangan yang sama persis seperti entri bernomor dalam seri utama, dan keputusan itulah yang mendorong mereka menghapus kata “Code” dari judul finalnya.
Alur dalam game ini berlatar tiga bulan setelah bencana biologis di Raccoon City, Claire Redfield yang berhasil selamat bersama Leon S. Kennedy dan Sherry Birkin pergi ke Prancis untuk mencari kakaknya, Chris Redfield. Yang menunggunya bukan reuni dengan sang kakak, melainkan unit pasukan khusus Umbrella yang menangkap Claire dan membawanya ke sebuah pulau misterius. Claire harus berusaha keras melarikan diri dari Rockfort Island yang telah berubah menjadi neraka akibat wabah biologis baru.
Bagi yang penasaran dengan trailer pertama yang seolah memperlihatkan sudut pandang first-person, Capcom sudah meluruskannya. Sekuens first-person dalam trailer itu hanyalah pilihan sinematik untuk keperluan marketing, bukan opsi yang tersedia dalam game yang sebenarnya. Dalam build yang bisa dimainkan, pemain sepenuhnya terkunci di perspektif third-person over-the-shoulder, mengikuti arsitektur yang sama dengan remake Resident Evil 2. Sebagian pemain yang berharap ada pilihan kamera seperti di Resident Evil Requiem harus sabar terlebih dulu.
Belum lama produk ini mampir di Nintendo Switch 2 eShop untuk aktif sebentar sebelum ditarik, dan dari situlah muncul konfirmasi bahwa versi Switch 2 mendukung High Dynamic Range dan integrasi fisik Amiibo. Untuk update selanjutnya, Capcom sudah mengonfirmasi kehadiran mereka di Gamescom 2026 di Cologne, Jerman, yang berlangsung 26 hingga 30 Agustus, meski jadwal presentasi resmi belum diumumkan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

