Timnas PUBG Mobile Indonesia gagal membawa pulang medali dari ajang olahraga bergengsi di Asia, yakni Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Bertanding di Aichi Sky Expo, Tokoname, Jepang, dari 28-29 September.
Thailand menjadi peraih medali emas setelah mengumpulkan 128 poin. China menempati posisi kedua dengan 114 poin, sedangkan Pakistan merebut perunggu dengan 100 poin.
Baca Juga: God of War Laufey Ungkap Senjata Baru Faye dan Serpent Bow
Timnas PUBG Mobile Indonesia pun harus puas finis kelima dengan 95 poin. Jarak lima poin dari Pakistan membuat peluang medali sebenarnya masih terbuka hingga pertandingan terakhir.
Timnas PUBG Mobile Indonesia mengakhiri enam pertandingan awal dengan 55 poin dengan berada di posisi ketiga klasemen sementara Asian Games 2026, dan sempat memiliki peluang untuk meraih medali setelah hari pertama.
Namun, posisi tersebut belum aman karena persaingan poin berlangsung ketat. Indonesia masih harus menjalani enam pertandingan terakhir pada 29 September untuk mempertahankan peluang masuk tiga besar.
Pada hari kedua, perolehan poin timnas PUBG Mobile Indonesia ternyata belum cukup untuk menjaga posisi di zona medali hingga laga terakhir.
Laga Terakhir Timnas PUBG Mobile Indonesia 2026 Jadi Penentu

Penentuan nasib Fazriel Haikal Aditya (YUMMY), Juventino Ryan Jeremy R. (ROSEMARY), Micho Ananda Pratama W. (ZETA), Muh Fathyn Zilhaq S. (SNAPE), dan Sharfan Syahman Shodiq (POTATO) terjadi di game terakhir, Selasa (29/9/2026).
Sempat berada dalam situasi sulit ketika berhadapan dengan Yordania di area Graveyard pada fase awal permainan, di mana tiga pemain timnas PUBG Mobile Indonesia tumbang dengan menyisakan Yummy.
Sempat bertahan dengan memanfaatkan area cekungan. Posisi Yummy diketahui pemain China, sehingga ia akhirnya tersingkir pada fase keenam pertandingan.
Timnas PUBG Mobile Indonesia hanya mendapatkan tambahan dua poin dari laga tersebut. Perolehan itu belum cukup untuk mengejar Pakistan yang mengunci posisi ketiga dengan 100 poin.
Dengan hasil PUBG Mobile ini, harapan medali Indonesia di cabang esports kini tinggal di Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang saat ini berhasil lolos ke babak playoff.
Harapan Indonesia untuk melanjutkan perjalanan di Asian Games 2026 sempat membuat banyak fans MLBB di Tanah Air senam jantung. Bagaimana tidak, menjalani pertandingan pertama, skuad Merah Putih harus kalah dengan skor 0-2 dari tim asal Malaysia.
Kesempatan Syauki (EXP Lane), Affan (Jungler), Dalvin (Mid Lane), Dingarai (Gold Lane), dan Alexander (Roamer) terbuka lebar ketika tim Arab Saudi kalah dua kali saat melawan Malaysia dan Indonesia.
Timnas Indonesia yang telah lolos ke perempat final dan dijadwalkan kembali bertanding pada 30 September 2026.
Timnas MLBB ke Asian Games 2026, Nino dkk Bidik Emas

Di sisi lain, Syauki “Nino” Sumarno menyatakan dengan tegas dia dan rekan satu timnas MLBB Indonesia siap bertanding di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Pemain yang saat ini masih tergabung di tim esports Alter Ego tersebut menyebut, latihan fisik dan latih tanding bersama pelatih timnas MLBB membantu tim mempersiapkan diri untuk mengejar medali emas.
“Latihan dari Coach Eki bisa dibilang lumayan keras. Dari coach Mobile Legends juga sudah bagus banget. Jadi, kita sudah siap banget,” kata Nino dalam wawancara di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Asian Games 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Rentang tersebut merupakan jadwal keseluruhan pesta olahraga, bukan jadwal khusus pertandingan MLBB.
Nino: Timnas MLBB Percaya Diri Kejar Emas Asian Games 2026

Perubahan selama latihan turut memperkuat keyakinan Nino menghadapi persaingan. Ia menilai performa tim berkembang dan ingin membawa Indonesia ke posisi pertama.
“Jujur, aku yakin banget karena dari latihan kita, aku melihat ada perubahan yang besar, terutama dari performa kita,” ujar Nino.
Ia mengaku ingin mengubah keadaan ketika timnas MLBB Indonesia, dalam penilaian Nino, lebih sering berada di posisi kedua atau ketiga.
“Jujur, aku merasa percaya diri banget bisa mendapatkan emas. Amin,” kata Nino.
Ambisi itu lebih tinggi daripada sasaran resmi yang dijelaskan Manajer Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo. Menurut Glorya, pemerintah menargetkan satu emas melalui eFootball, sementara atlet dari nomor lain tetap ingin melampaui sasaran tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

