Syauki “Nino” Sumarno menyatakan dengan tegas dia dan rekan satu timnas MLBB Indonesia siap bertanding di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Pemain yang saat ini masih tergabung di tim esports Alter Ego tersebut menyebut, latihan fisik dan latih tanding bersama pelatih timnas MLBB membantu tim mempersiapkan diri untuk mengejar medali emas.
“Latihan dari Coach Eki bisa dibilang lumayan keras. Dari coach Mobile Legends juga sudah bagus banget. Jadi, kita sudah siap banget,” kata Nino dalam wawancara di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Bocoran Harga iPhone Duo dan iPhone 18 Pro Indonesia
Asian Games 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Rentang tersebut merupakan jadwal keseluruhan pesta olahraga, bukan jadwal khusus pertandingan MLBB.
Bagi Nino, persiapan selama pelatnas terasa langsung dalam aktivitas sehari-hari. Ia mengaku lebih bugar dan tidak mudah lelah setelah mengikuti rutinitas latihan.
Nino: Timnas MLBB Percaya Diri Kejar Emas Asian Games 2026
Perubahan selama latihan turut memperkuat keyakinan Nino menghadapi persaingan. Ia menilai performa tim berkembang dan ingin membawa Indonesia ke posisi pertama.

“Jujur, aku yakin banget karena dari latihan kita, aku melihat ada perubahan yang besar, terutama dari performa kita,” ujar Nino.
Ia mengaku ingin mengubah keadaan ketika timnas MLBB Indonesia, dalam penilaian Nino, lebih sering berada di posisi kedua atau ketiga.
“Jujur, aku merasa percaya diri banget bisa mendapatkan emas. Amin,” kata Nino.
Ambisi itu lebih tinggi daripada sasaran resmi yang dijelaskan Manajer Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo. Menurut Glorya, pemerintah menargetkan satu emas melalui eFootball, sementara atlet dari nomor lain tetap ingin melampaui sasaran tersebut.
Adaptasi Albert untuk Maju Tampil di Timnas MLBB

Selain latihan, Nino membahas proses adaptasi Albert di timnas MLBB. Ia menilai Albert perlu menyesuaikan diri dengan kelompok pemain yang sudah terbentuk. Pada saat yang sama, tim perlu membantu Albert agar mereka bisa bergerak bersama.
“Dia yang harus menyesuaikan ke kita, karena enggak mungkin lima orang ini menyesuaikan ke Albert. Yang pasti, kita harus menarik Albert supaya timnas ini maju bareng-bareng, enggak cuma membawa nama klub,” ujar Nino.
Menurut Nino, proses tersebut sejauh ini berjalan baik. Para pemain tetap memiliki porsi latihan bersama klub dan tim nasional. Kepentingan membawa nama Indonesia menjadi hal ia tekankan. Nino ingin timnas MLBB melangkah bersama meski para pemain juga memiliki tanggung jawab di klub.
Dukungan lintas klub menjadi motivasi

Membela tim nasional membawa perubahan yang terasa bagi Nino: dukungan datang pula dari penggemar tim lain. Ia menjadikan dukungan itu sebagai motivasi menghadapi pertandingan.
“Kalau dari aku, semakin banyak fans, semakin banyak motivasi,” kata Nino.
Ia berusaha menjaga agar dukungan tersebut tidak berubah menjadi tekanan berlebihan. Menurut Nino, perasaan terbebani justru dapat berdampak buruk terhadap diri sendiri.
Kesempatan tampil di Asian Games juga memiliki arti berbeda dari pertandingan internasional bersama klub. Kali ini, ia ingin merasakan kebanggaan membawa identitas Indonesia secara langsung.
Untuk menjaga mental, Nino memilih menikmati pertandingan dan menghindari tekanan yang ia ciptakan sendiri.
“Aku enggak mau membawa stres, karena kita main game, kita bermain, harus mencari kesenangan,” tutur Nino.
Dalam penilaian terhadap persaingan, ia menempatkan Filipina pada urutan pertama, Myanmar kedua, dan Malaysia ketiga. Urutan tersebut merupakan pandangan Nino dalam wawancara, bukan klasemen resmi.
Kondisi atlet dijaga menjelang keberangkatan

Glorya mengatakan seluruh atlet berada dalam kondisi sehat menjelang keberangkatan. Saat wawancara berlangsung, tim direncanakan berangkat pada pekan berikut.
Ia menjelaskan, intensitas latihan fisik mulai dikurangi. Pengaturan beban latihan teknis dipercayakan kepada pelatih dan asisten pelatih agar atlet tidak berlatih secara berlebihan.
Glorya juga menyebut pelatnas berjalan secara mandiri dengan dukungan pimpinan dan kepala Badan Tim Nasional. Menurut keterangan Glorya, dukungan Kemenpora saat itu mencakup kebutuhan keberangkatan, seperti tiket dan akomodasi, sementara pelaksanaan pelatnas belum mendapat dukungan kementerian.
Pemusatan latihan tetap dijalankan agar pemain dapat lebih mudah berkomunikasi dan berlatih bersama. Bagi Nino, bekal fisik, performa tim, dan kebersamaan selama persiapan menjadi modal untuk mengejar emas di Jepang.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

