Valve menanggapi kekhawatiran pengembang indie mengenai maraknya game tiruan yang dibuat menggunakan AI dan dijual di Steam. Namun, alih-alih menjanjikan tindakan khusus untuk menekan praktik tersebut, Valve justru menyarankan developer membangun game yang lebih sulit ditiru.
Isu ini dilaporkan muncul dalam konferensi Steam Indie Connect di Korea Selatan. Menurut laporan InvenGlobal, anggota tim bisnis Valve, Tom Giardino dan Marc Wilkinson, mendapat pertanyaan mengenai perlindungan bagi developer yang karyanya disalin menggunakan AI. Salah satu kekhawatiran yang disampaikan adalah ancaman dari pihak yang mengaku bisa mengkloning game jika pengembang tidak memenuhi permintaannya.
Perlu dicatat, pernyataan tersebut diberitakan melalui laporan pihak kedua yang menggunakan terjemahan mesin dan telah diperiksa oleh penutur asli bahasa Korea. Valve juga disebut masih dimintai klarifikasi. Dengan demikian, respons tersebut belum bisa dianggap sebagai kebijakan resmi baru untuk menangani game tiruan di Steam.
Baca Juga: PlayStation 5 Bisa Mainkan Game Steam via Playden, Tapi Ada Syaratnya
Valve Sarankan Developer Bangun Game yang Sulit Ditiru

Dalam laporan tersebut, Giardino mengatakan Valve tidak ingin menjadi pihak yang menentukan alat apa yang boleh atau tidak boleh digunakan pengembang. Untuk menghadapi peniru, ia menyarankan developer membangun komunitas aktif, menjaga kepercayaan pemain, dan memastikan versi asli menawarkan pengalaman terbaik.
Valve juga menyarankan pengembang terus mengembangkan game dengan menambahkan fitur, karakter, dan kreativitas yang berasal dari perspektif mereka sendiri. Game dengan mekanisme lebih kompleks dinilai lebih sulit untuk ditiru dibandingkan judul yang hanya mengandalkan satu ide sederhana.
Pendekatan ini memberi ruang bagi kreativitas developer, tetapi juga memunculkan persoalan. Membangun komunitas membutuhkan waktu dan kesempatan untuk menjangkau pemain, sementara game tiruan bisa muncul sejak awal peluncuran. Bagi studio indie dengan sumber daya terbatas, saran tersebut belum tentu cukup untuk melindungi karya mereka.
Game Indie Jadi Korban, Moderasi Steam Kembali Disorot
Salah satu contoh yang disorot adalah Needle in a Haystack Simulator. Game indie yang belum dirilis itu dilaporkan telah memiliki banyak tiruan di Steam, hingga pemain berpotensi kesulitan membedakan versi aslinya. Pengembangnya bahkan menyindir situasi tersebut dengan bercanda ingin membuat mode untuk mencari game orisinal di antara tumpukan tiruan.
Masalah ini menambah tantangan moderasi bagi Steam, yang menampung semakin banyak game setiap tahunnya. Proses hukum dapat memakan biaya dan waktu, sementara tindakan setelah peniruan terjadi belum tentu mampu memulihkan perhatian pemain yang sudah terpecah. Tanpa mekanisme pelaporan dan penanganan yang efektif, beban perlindungan berisiko lebih banyak jatuh kepada developer. Karena itu, tantangannya bukan sekadar membatasi penggunaan AI, melainkan membedakan pemanfaatan AI yang sah dari praktik peniruan yang merugikan kreator.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

